BPSB Jawa Timur Jelaskan Perlakuan Benih Yang Baik Dan Berkualitas, Cek Faktanya

Jumat, 16 Juni 2023 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPSB Jawa Timur, Budi (Kanan/Kemeja Panjang), Korluh Rubaru, Asep (Kiri/Kemeja Pendek) saat mendampingi.

BPSB Jawa Timur, Budi (Kanan/Kemeja Panjang), Korluh Rubaru, Asep (Kiri/Kemeja Pendek) saat mendampingi.

SUMENEP, nusainsider.com Balai Pengawasan Dan Sertifikasi Benih (BPSB) Jawa Timur tinjau langsung perlakuan Benih bibit bawang merah Program upland project 2022, Jumat 16 Juni 2023.

Turut menyaksikan, Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Kordinator penyuluh (korluh) Kecamatan Rubaru, Fasilitator Desa (Fasdes) Mandala, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Mandala, serta Tim Eksternal.

BPSB Jatim, Budi menyampaikan bahwa benih tersebut dari tampilan fisiknya merupakan benih varietas rubaru, terlihat juga dari label yang dikeluarkan oleh BPSB selaku Balai yang mengurusi persoalan Benih.

Baca Juga :  Target Pemerintah 2024: Air Minum Layak Capai 100 Persen

“Benih ini sudah siap tumbuh, bukan siap tanam. Dengan alasan sesuai labelnya, panennya tanggal 4 (empat) bulan 3 (tiga),  dormansinya lebih dari 45 hari, sebab varietas rubaru itu membutuhkan dormansi waktu 45 hari sampai 55 hari”, Paparnya melalui keterangan video yang diterima media ini, Jum’at 16 Juni 2023.

Pihaknya memastikan bahwa benih tersebut sudah siap tumbuh, sesuai dengan dormansinya secara teori sudah patah. Ditandai dengan perubahan warna pangkalannya, dari semula putih berubah menjadi kekuningan dan habis itu berubah menjadi kehijauan kemudian akan tumbuh melebihi masa dormansinya.

Ini benih bagus, baik dan juga siap tumbuh. Namun juga bisa dikatakan bahwa benih ini tidak rata, karena memang pada waktu penanamannya sistem budidaya yang dilakukan oleh petani atau penangkar.

Baca Juga :  Tahun Ketiga ; DKPP Sumenep Kembali Laksanakan Program Upland Project 2023 Dilokasi Ini

“Ya, namanya tumbuhan kita tidak bisa menyeragamkan karena ini barang hidup tidak seperti mesin yang diproduksi oleh pubrik dan bisa semuanya rata”, Jelasnya.

Pihaknya menyarankan bahwa untuk membuat penanaman yang berkualitas dan baik maka harus ada perlakuan sebelum tanam dengan tujuan guna menyeragamkan tumbuhnya.

“Sekali lagi, benih ini sudah siap tumbuh, tetapi ada kemungkinan tidak seragam. Karena tadi pada waktu budidayanya yang tidak rata, sehingga harus disunat biar tumbuhnya serempak, seragam dan semuanya bisa tumbuh secara rata”, Imbuhnya.

Ditambahkan, pihaknya berharap hal tersebut diperhatikan oleh petani karena kualitas benih sudah bagus, tinggal perlakuan setelah droping benih.

Baca Juga :  Sabet Pemilihan Duta Pariwisata Jatim 2023, Ini Sosok Perempuan Hebat Asal Kampus Unisma

Dirinya menemukan juga adanya indikasi terkontaminasi jamur, karena benih ini barang hidup dan mudah terkontaminasi oleh bakteri kalau kita tidak bisa melindungi dari alamalam, baik kondisi cuaca dan sebagainya.

Oleh karena itu, setelah distribusi diharap untuk diangin-anginkan setelah diambil dari karung, petani mengambil untuk diangin-anginkan. Jangan sampai ada perlakuan yang salah untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan benih, ” Tutupnya.

 BERIKUT CARA PERLAKUAN BENIH YANG BAIK DAN BERKUALITAS

Loading

Berita Terkait

Idul Fitri di Sumenep Tak Sekadar Hari Raya, Bupati Fauzi: Sampai Ketupat Baru Selesai
Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Digelar 19 Maret, Pemerintah Pantau Hilal di 117 Titik
Waspada! Diduga Sudah Banyak Menelan Korban, Jalan Menuju Pelabuhan Masalembu Tak Layak Dilalui
Hadiri Sosialisasi Empat Pilar di Wonocolo, Ning Lia Ajak Warga Berani Bermimpi dan Jaga Persatuan
Banggar DPR RI Soroti Tekanan Global, Said Abdullah Usul Tunda Proyek Tol demi Jaga APBN 2026
Ning Lia Dukung Revitalisasi 478 Sekolah, Soroti Pentingnya Sanitasi dan Ekosistem Pendidikan
Gerai Koperasi Desa Merah Putih Digenjot, PKDI Sumenep Optimistis Dongkrak Ekonomi Warga
Perjuangan Hidup Jadi Inspirasi, Lia Istifhama Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 03:35 WIB

Idul Fitri di Sumenep Tak Sekadar Hari Raya, Bupati Fauzi: Sampai Ketupat Baru Selesai

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:27 WIB

Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Digelar 19 Maret, Pemerintah Pantau Hilal di 117 Titik

Selasa, 17 Maret 2026 - 00:15 WIB

Waspada! Diduga Sudah Banyak Menelan Korban, Jalan Menuju Pelabuhan Masalembu Tak Layak Dilalui

Senin, 16 Maret 2026 - 19:05 WIB

Hadiri Sosialisasi Empat Pilar di Wonocolo, Ning Lia Ajak Warga Berani Bermimpi dan Jaga Persatuan

Senin, 16 Maret 2026 - 18:25 WIB

Banggar DPR RI Soroti Tekanan Global, Said Abdullah Usul Tunda Proyek Tol demi Jaga APBN 2026

Senin, 16 Maret 2026 - 14:57 WIB

Gerai Koperasi Desa Merah Putih Digenjot, PKDI Sumenep Optimistis Dongkrak Ekonomi Warga

Senin, 16 Maret 2026 - 02:49 WIB

Perjuangan Hidup Jadi Inspirasi, Lia Istifhama Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

Senin, 16 Maret 2026 - 01:34 WIB

Arif Firmanto Hadiri Dialog Keinsinyuran di ITS,Bahas Peran Insinyur untuk Pembangunan Nasional

Berita Terbaru