Busana Agnes Mo Bertuliskan Arab, Tokoh NU Minta Bedakan Tulisan Arab dengan Bahasa Al-Quran

Jumat, 12 Mei 2023 - 21:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Nusainsider.com Tokoh Nahdatul Ulama (NU) , Taufik Damas menjelaskan tentang video lama Agnes Mo mengenakan pakaian bertuliskan bahasa Arab.

Meski potingan video tersebut merupakan penampilan lama Agnes, tetapi kembali ramai diperbincangkan dikhalayak publik.

Alhasil pakaian yang digunakan Agnes beberapa tahun silam itu dinilai beberapa pihak telah menistakan agama Islam.

Baca Juga :  Legend Kiwal Garuda Hitam Rayakan Milad ke-7, Perkuat Solidaritas dan Perlawanan terhadap Narkotika

Busana tersebut bertuliskan “Al Muttahidah” yang jika diartikan ke bahasa Indonesia adalah persatuan.

Taufik Damas menjelaskan memang Al-Quran berbahasa Arab.

Ayat-ayat dalam Al-Quran itu suci karena bermakna sama dengan Kalamullah di Lauh Mahfuz.

“Al-Qur’an berbahasa Arab. Ayat-ayat Al-Qur’an suci karena memiliki makna yang sama dengan makna Kalamullah yang hakiki yang ada di Lauh Mahfuzh,” rulisnya dikutip dari Twitter pada Rabu (10/5/2023).

Lebih lanjut dia menjelaskan tidak semua tulisan atau bahasa Arab mengandung makna kesucian.

Baca Juga :  Viral Kwitansi Setoran Parkir Liar Berlogo Dishub, Ini Kata Dishub Kabupaten Bogor

Bahasa Arab sama dengan bahasa lainnya di dunia.

Dia mengimbau agar masyarakat dapat lebih bijak untuk membedakan hal ini.

“Tapi bahasa Arab itu sama saja dengan bahasa-bahasa lainnya di dunia ini: tidak suci. Jadi harus bisa dibedakan. Pikniknya tambahin,” pungkasnya.

Pada 2016 lalu, Agnes Mo diduga melakukan penistaan agama akibat busana yang digunakannya di atas panggung bertuliskan bahasa Arab.

Baca Juga :  Dukung Program Swasembada Pangan, Kapolres Sumenep Hadiri Panen Raya Padi Musim Tanam Ke-3

Gaya busana itu kemudian menjadi polemik kala itu.

Belakangan postingan tentang pakaian Agnes Mo kembali ramai.

Loading

Berita Terkait

Musyawarah Gapoktan Paseyan Tetapkan Yusuf sebagai Ketua Periode 2026–2031
Dari Garam hingga Migas, Bappeda Sumenep Cari “Mesin” Penggerak Ekonomi Daerah
Karnaval HUT RI ke-81 di Pasean, RA Nahdlatul Athfal Suguhkan Kostum Kreatif dan Nuansa Budaya Madura
Kepala Bappeda Sumenep Ajak Masyarakat Sumenep Hidupkan Nilai Kejujuran dan Amanah di Rabiul Awal
Harga Tembakau hingga Rp72 Ribu, Bos HM Minta Petani Jangan Panen Terlalu Muda
Dari Perjuangan ke Pembangunan, Pesan Bupati Fauzi di Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI
Bukan Sekadar Jurnalis, Ini Jejak Hairul Anam di Dunia Literasi, Akademik dan Media
Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep Agar Cerdas dan Bijak Gunakan AI

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Musyawarah Gapoktan Paseyan Tetapkan Yusuf sebagai Ketua Periode 2026–2031

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:36 WIB

Dari Garam hingga Migas, Bappeda Sumenep Cari “Mesin” Penggerak Ekonomi Daerah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Karnaval HUT RI ke-81 di Pasean, RA Nahdlatul Athfal Suguhkan Kostum Kreatif dan Nuansa Budaya Madura

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Harga Tembakau hingga Rp72 Ribu, Bos HM Minta Petani Jangan Panen Terlalu Muda

Kamis, 20 Agustus 2026 - 02:38 WIB

Dari Perjuangan ke Pembangunan, Pesan Bupati Fauzi di Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:46 WIB

Bukan Sekadar Jurnalis, Ini Jejak Hairul Anam di Dunia Literasi, Akademik dan Media

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep Agar Cerdas dan Bijak Gunakan AI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Hadapi Gejolak Global, Said Abdullah Minta Menkeu dan Gubernur BI Rumuskan Kebijakan Inti

Berita Terbaru