Mengintip Keunikan Pulau Giliyang Sumenep Dari Faktor Oksigen Terbaik Kedua Dunia

- Pewarta

Rabu, 21 Juni 2023 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Di bagian timur Sumenep terdapat sebuah pulau yang diberi nama Pulau Oksigen. Nama pulau tersebut adalah Gili Iyang yang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Dungkek. Gili atau pulau dalam bahasa setempat, memiliki luas 9,15 km2 yang dihuni oleh 7.832 orang lebih yang mendiami dua desa yaitu Bancamara dan Banraas.

Untuk mencapai Pulau Oksigen kita bisa naik taksi laut, istilah masyarakat Dungkek sering menyebutnya sebagai transportasi perahu kayu bermesin. Waktu tempuh ke Gili Iyang sekitar 30-40 menit, tergantung kondisi cuaca dan tingginya gelombang.

Kita bisa naik taksi laut dari Pelabuhan Penyeberangan Dungkek yang baru beroperasi awal tahun 2021 sebagai program pusat atau bisa menggunakan pelabuhan milik Anggota DPRD Sumenep H. Masdawi. Pelabuhan ini bisa ditempuh sekitar 30 kilometer dari pusat kota Sumenep.

Keputusan menjadikan Gili Iyang sebagai obyek wisata bukan tanpa alasan. Hal ini berawal dari penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian Antariksa Nasional (Lapan) pada tahun 2006 mengenai kualitas udara di pulau tersebut. Lapan menyebutkan, dari 17 titik yang diuji, kadar oksigen di Gili Iyang mencapai 20,9 persen.

Baca Juga :  Pembersihan Areal HGU No.94 PTPN 2 Kebun Limau Mungkur Berlangsung Kondusif

Artinya dalam volume 1 liter udara bebas terdapat 0,209 liter oksigen. Persentase ini lebih baik dibandingkan kondisi udara daerah lain di Indonesia. Terlebih lagi, di pulau ini kandungan pencemar udara seperti karbon monoksida, nitrogen oksida, atau sulfur dioksida sangat rendah.

Dilansir dari berbagai sumber, dari hasil penelitian, Pulau Giliyang memiliki udara terbaik kedua di dunia setelah Yordania dan terbersih di Indonesia. Tercatat dalam penelitian Pusat Pemanfaatan Ilmu Atmosfer dan Iklim LAPAN pada 2006, kadar oksigen Pulau Gili mencapai 3,4-4,8 persen di atas normal.

Oksigen merupakan gas yang sangat vital yang dibutuhkan oleh tubuh. Asupan oksigen ini diperoleh melalui sistem pernapasan. Oksigen dibutuhkan untuk membakar makanan atau cadangan makanan untuk memperoleh energi bagi kehidupan seluruh sel tubuh. Kebutuhan oksigen harus dalam jumlah yang tepat, tidak kurang dan tidak lebih.

Kadar oksigen normal yang dapat ditoleransi untuk memenuhi kebutuhan pernafasan berada pada kisaran 19,5-22,0 persen. Kadar oksigen kurang dari 19,5 persen akan menyebabkan kekurangan oksigen yang disebut hipoksia. Akibat kekurangan oksigen berkisar dari yang ringan seperti lemas dan pusing, hingga yang berat seperti menyebabkan koma bahkan kematian.

Baca Juga :  Dukung Gus Muhaimin Sebagai Capres 2024 ; Warga NU Sumenep Gelar Halal Bihalal Serta Musra, Ini Hasilnya

Sehingga dapat dikatakan kualitas udara di Gili Iyang sangat bersih. Menurut peneliti Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lapan, Sumaryati dalam Kajian Potensi Wisata Kesehatan Oksigen di Gili Iyang menyebutkan, ada faktor lain yang menyebabkan kualitas udara menjadi sangat baik.

“Udara di Gili Iyang merupakan udara yang berasal dari laut yang kemungkinan banyak mengandung aerosol garam terutama magnesium sulfat atau dikenal dengan garam epsom,” tulis Sumaryati dalam kajiannya.

Ada banyak manfaat penggunaan garam epsom di luar tubuh untuk kesehatan dan kesegaran kulit. Juga pengobatan seperti pre-eklampsia dan eklampsia yang dialami ibu hamil. Bisa juga sebagai tindakan medis awal bagi pasien yang terkena stroke.

Temuan itu diperkuat dengan penelitian lanjutan Badan Lingkungan Hidup dan Bappeda Kabupaten Sumenep pada 2011 yang menyatakan kualitas oksigen 20,9 persen terjadi pada waktu-waktu tertentu, terutama pada Februari. Selain itu, ditemukan bukti bahwa kandungan karbondioksida di Gili Iyang tidak lebih dari 26,5 persen dengan tingkat kebisingan hanya 36,5 desibel.

Air Visual, aplikasi pencatat kualitas udara kemudian menempatkan Air Quality Index (AQI) Gili Iyang hanya satu tingkat di bawah kadar oksigen di Laut Mati, Yordania. Kedua kabupaten ini kemudian dinobatkan sebagai kabupaten dengan kadar oksigen terbaik di dunia.

Di Gili Iyang, tempat menikmati oksigen terbaik ada di Titik Oxigen di Desa Bancamara yang berjarak sekitar 10 menit berkendara dari dermaga. Penandanya mudah karena ada tanda panah “Oxygen Point” yang menunjuk ke lahan berpagar bambu dengan luas tidak lebih dari 200 meter persegi.

Saat masuk kami diminta mengisi buku tamu dan membayar semacam retribusi kas desa seikhlasnya. Ada sekitar 10 gazebo untuk sekedar duduk-duduk sambil menikmati segarnya udara dan telah disediakan bangunan toilet yang bersih.

Baca Juga :  Tahun Politik 2024; Anggota DPRD Sumenep Disuguhkan Isu Hoax Ini, Benarkah?

Oh iya, karena kualitas udara bersih yang hadir selama ini, membuat harapan hidup masyarakat juga terjaga. Di pulau ini, tak sulit menemukan orang yang sudah berusia di atas 90 tahun, bahkan 100 tahun, dalam kondisi tubuh masih fit dan tidak mengalami gangguan penglihatan, misalnya. Mereka masih melakukan aktivitas seperti biasa seperti bercocok tanam atau beribadah di masjid atau masjid terdekat.

Loading

Berita Terkait

Sukir Ahmad Mahasiswa Unisma Malang Raih Juara Satu Lomba Menulis Artikel Nasional
Disperkimhub Sumenep Berupaya Tertibkan Parkir Liar depan Pemkab Sumenep, Begini
GARI dan Bea Cukai Madura Amini Soal Keberadaan Bigbos dibelakang Permainan Rokok Ilegal.
Disperkimhub Sumenep Gelar Sosialisasi dan Validasi Hasil Pemetaan GIS
Polres Sumenep Gelar Gaktibplin Personel Ciptakan Kedisiplinan Dalam rangka Ops Patuh Semeru 2024
Hadir di Bangkalan, Senator Terpilih Ini Sebut Bus Trans Jatim Miliki Inner Beauty
Jong Sumekar: Prediksi Partisipasi Pemilih Pilbup Sumenep 2024 Menurun Drastis, KPU Terkesan Apatis
Menegangkan, ALARM Sumenep akan Laporkan Pelanggaran Proyek Perbaikan Terminal Arya Wiraraja

Berita Terkait

Jumat, 19 Juli 2024 - 08:55 WIB

Sukir Ahmad Mahasiswa Unisma Malang Raih Juara Satu Lomba Menulis Artikel Nasional

Kamis, 18 Juli 2024 - 09:17 WIB

Disperkimhub Sumenep Berupaya Tertibkan Parkir Liar depan Pemkab Sumenep, Begini

Rabu, 17 Juli 2024 - 17:23 WIB

GARI dan Bea Cukai Madura Amini Soal Keberadaan Bigbos dibelakang Permainan Rokok Ilegal.

Rabu, 17 Juli 2024 - 14:11 WIB

Disperkimhub Sumenep Gelar Sosialisasi dan Validasi Hasil Pemetaan GIS

Rabu, 17 Juli 2024 - 11:46 WIB

Hadir di Bangkalan, Senator Terpilih Ini Sebut Bus Trans Jatim Miliki Inner Beauty

Senin, 15 Juli 2024 - 19:00 WIB

Jong Sumekar: Prediksi Partisipasi Pemilih Pilbup Sumenep 2024 Menurun Drastis, KPU Terkesan Apatis

Senin, 15 Juli 2024 - 15:21 WIB

Menegangkan, ALARM Sumenep akan Laporkan Pelanggaran Proyek Perbaikan Terminal Arya Wiraraja

Sabtu, 13 Juli 2024 - 09:13 WIB

Melalui Tulisan, Lia Istifhama Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif Penggerak Literasi

Berita Terbaru