Pemuda Timur daya kembali Ingatkan Janji Bupati ; Situasinya Menegangkan

- Pewarta

Selasa, 12 Desember 2023 - 21:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Bupati Sumenep Ra Achmad Fauzi Wongsoyudo (Kanan), Anwar Paman Korban, Kapus Batang-batang Dr Fatimatus Insaniyah, Pemuda Timur daya Abd Halim (Kiri).

Foto. Bupati Sumenep Ra Achmad Fauzi Wongsoyudo (Kanan), Anwar Paman Korban, Kapus Batang-batang Dr Fatimatus Insaniyah, Pemuda Timur daya Abd Halim (Kiri).

SUMENEP, nusainsider.com —- Pemuda Timur daya (Garda Raya) kembali ingatkan Bupati Sumenep Ra Achmad fauzi perihal tuntutan pencopotan Kepala Puskesmas Batang-batang dan Bidan Windu yang dinilai menyalahi Standar Operasional prosedur (SOP) pelaksanaan Skrining hipotiroit kongenital (SHK).

Pasalnya, kematian bayi baru lahir putri kedua Aziz dan Rumnaini dusun Mojung desa Tamidung kecamatan Batang-batang disebabkan karena dugaan Malapraktik serta tindakan media yang menyalahi SOP hingga terjadi infeksi dibagian tumit bahkan demam serta Pneumonia (red. Gangguan pernapasan), “kata Abd Halim kepada media nusainsider.com, Selasa 12 Desember 2023.

Hingga kini janji Bupati sumenep saat Video Call (VC) di hadapan massa aksi jilid ketiga menyatakan bahwa akan di proses sesudah datang dari Luar Kota. Namun hingga kini belum juga ada kabar perihal janji tersebut.

Baca Juga :  Kembalikan Citra Kesehatan ; Garda Raya Desak Bupati Berhentikan Kepala Puskesmas Batang-batang dan Bidan Windu

Proses seperti apa yang akan dilakukan bupati?kenapa masih mendalami data dan informasi dari kepala OPD terkait sedangkan sudah jelas bahwa Kapus Batang dan Bidan windu sudah lalai dalam menjalankan tugasnya dan menyalahi permenkes nomor 37 tahun 2012,”Ungkapnya.

Harusnya, dari kejadian tersebut Bupati sumenep bertindak tegas menegakkan keadilan serta berpihak kepada rakyat.

Tagline Bismillah Melayani, melayani siapa? Kami sudah katakan saat melakukan VC bahwa kami tidak butuh janji tapi bukti. Namun lagi-lagi sampai saat ini bupati belum juga ada respon positif dan tidak ada konfirmasi hasil mekanisme yang dijanjikan sebelumnya kepada kami, “Jelasnya.

Halim sapaan akrabnya menambahkan bahwa Pemuda dan Masyarakat Timur daya akan tetap mengawal kasus tersebut sampai tuntutannya di lakukan oleh pemerintah kabupaten dalam hal ini bupati Sumenep Agar citra pelayanan kesehatan kembali membaik.

Baca Juga :  Lembar XXXI Fauzi As, "OTT" Operasi Tanah Tambahan

“Jangan hanya karena 1 atau 2 orang melakukan kesalahan fatal dibidang kesehatan membuat Citra kesehatan dan Janji politik Bupati sumenep di ciderai. Segera lakukan pencopotan untuk menghindari situasi yang lebih menegankan”, Tambahnya.

Sementara itu, Bupati Sumenep Ra Achmad fauzi melalui Asisten Protokol dan Komunikasi Pimpinan Abd Kahir menyampaikan bahwa terkait masalah Puskesmas Batang-batang telah dilaksanakan proses oleh Bapak Bupati Sumenep, Minggu kemarin (10/12).

Bapak Bupati telah meminta keterangan OPD terkait. Sementara untuk penyegaran dan peningkatan Sumber daya manusia (SDM) di Puskemas akan dilaksanakan serentak bersamaan dengan Mutasi jabatan di Tahun 2024 sesuai Struktur Organisasi yang baru.

Kalau mutasi ya pasti sebagai hal yang lazim dalam organisasi untuk penyegaran dan peningkatan kita. Itu ada di Tahun 2024, apalagi sesuai OPD yang baru dan kekosongan di beberapa OPD, “pungkasnya saat dikonfirmasi media nusainsider.com melalui akun whatsappnya, Selasa 12/23 Pukul 12.25 Wib.

Yang dimaksud proses adalah mekanisme atau tahapan dan atau output akhir, InsyaAllah sekitar setelah PEMILU 2024.

Ditanya soal penundaan mutasi yang sebelumnya santer akan dilaksanakan akhir bulan tahun 2023. Kemudian pihaknya meralat bahwa Mutasi maaf rahasia.

Baca Juga :  Aksi Garda Raya Berlangsung Ricuh, Pagar Pemkab Kembali Roboh

Tidak tahu kapan, bisa sebelum pemilu dan bisa setelah pemilu, “Imbuhnya.

Bapak Kahir menjelaskan bahwasannya Bupati telah melaksanakan proses atas aspirasi masyarakat pada jumat (8/12). Prosesnya mendalami data dan informasi dari Kepala OPD terkait, kemarin juga Ahad (10/12), sedangkan finalisasi tindak lanjutnya mohon menunggu Tahun 2024.

Mutasi atau promosi adalah kebutuhan daerah untuk penyegaran dan peningkatan Kinerja pegawai serta penyesuaian Struktur organisasi yang baru. Kita tunggu lebih lanjut, “Tutupnya.

Loading

Berita Terkait

Miskomunikasi, Kades JA dan RP Sepakat Selesaikan Persoalan Secara Kekeluargaan
PPK Tanjung Morawa Diduga Mafia Penggelembungan Suara
Diduga Kontrak Belanja Pemeliharaan TA 2017 Dipecah, Aroma Rp.2,6 M Lebih Di RSUP H Adam Malik Membusuk
Panitia Penghitungan Kecamatan (PPK) Tanjung Morawa: Komitmen untuk Proses yang Jujur dan Adil
Menteri ESDM Resmikan Kegiatan Tajak Sumur Infill dan Clastic Banyu Urip Blok Cepu
Dipastikan Ikut BK PON XXI, Ketua Asprov PSSI Jatim Mengapresiasi KONI Pusat dan Gubernur
RJ Dikabulkan, Kajari Sumenep Kembalikan 2 Warga pada Keluarga Masing Masing
Kisruh! Dugaan Kecurangan Pemilu Mulai Terungkap di Kabupaten Sumenep, Ini Faktanya

Berita Terkait

Senin, 4 Maret 2024 - 09:14 WIB

Miskomunikasi, Kades JA dan RP Sepakat Selesaikan Persoalan Secara Kekeluargaan

Minggu, 3 Maret 2024 - 18:19 WIB

PPK Tanjung Morawa Diduga Mafia Penggelembungan Suara

Minggu, 3 Maret 2024 - 18:15 WIB

Diduga Kontrak Belanja Pemeliharaan TA 2017 Dipecah, Aroma Rp.2,6 M Lebih Di RSUP H Adam Malik Membusuk

Sabtu, 2 Maret 2024 - 21:16 WIB

Panitia Penghitungan Kecamatan (PPK) Tanjung Morawa: Komitmen untuk Proses yang Jujur dan Adil

Sabtu, 2 Maret 2024 - 10:14 WIB

Menteri ESDM Resmikan Kegiatan Tajak Sumur Infill dan Clastic Banyu Urip Blok Cepu

Sabtu, 2 Maret 2024 - 08:58 WIB

RJ Dikabulkan, Kajari Sumenep Kembalikan 2 Warga pada Keluarga Masing Masing

Jumat, 1 Maret 2024 - 21:36 WIB

Kisruh! Dugaan Kecurangan Pemilu Mulai Terungkap di Kabupaten Sumenep, Ini Faktanya

Jumat, 1 Maret 2024 - 10:04 WIB

Jelang Rekap Suara Provinsi, Ning Lia: Perjuangan Para Saksi InsyaAllah Pengantar Kemenangan

Berita Terbaru

Nasional

PPK Tanjung Morawa Diduga Mafia Penggelembungan Suara

Minggu, 3 Mar 2024 - 18:19 WIB