Hari Batik Nasional, Ning Lia Dorong Batik Indonesia Mendunia! Inovasi dan Ramah Lingkungan Jadi Kunci

Jumat, 2 Oktober 2026 - 06:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Hari Batik Nasional 2 Oktober 2026 dari DPD/MPR RI Ning Lia

Foto. Hari Batik Nasional 2 Oktober 2026 dari DPD/MPR RI Ning Lia

SURABAYA, nusainsider.com — Senator asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama atau akrab disapa Ning Lia, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober.

Bagi Ning Lia, batik bukan sekadar kain atau busana. Batik merupakan identitas bangsa sekaligus warisan budaya Indonesia yang telah mendapat pengakuan dunia.

“Batik adalah simbol kebanggaan bangsa Indonesia. Dengan memakai batik, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menguatkan jati diri bangsa,” ujar Ning Lia.

Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak berhenti menjadikan batik sebagai bagian dari budaya seremonial.

Menurutnya, kecintaan terhadap batik perlu diwujudkan melalui kebiasaan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita jadikan batik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, tidak hanya di acara resmi, tetapi juga dalam aktivitas keseharian. Dengan begitu, batik akan terus hidup dan berkembang,” tambahnya.

Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober. Momentum tersebut berkaitan dengan pengakuan UNESCO pada 2009 yang menetapkan batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi.

Baca Juga :  Tagar “Anyar Pole di PMK” Ramai, Polisi Selidiki Video Diduga Libatkan Pelajar

Namun, Ning Lia menilai pelestarian batik tidak cukup hanya dengan menjaga aspek budaya. Di balik kekayaan motif dan filosofi batik, terdapat potensi ekonomi yang besar bagi masyarakat Indonesia.

Karena itu, ia mendorong agar industri batik terus dikembangkan melalui inovasi, peningkatan kualitas, serta penerapan prinsip ramah lingkungan. Langkah tersebut dinilai penting agar produk tekstil Indonesia semakin mampu menembus pasar internasional.

“Batik punya nilai ekonomi yang tinggi. Jika dikelola dengan inovasi dan prinsip ramah lingkungan, produk tekstil kita bisa kembali mendunia dan menjadi kebanggaan bangsa,” tegasnya.

Ning Lia juga melihat peluang penguatan pasar produk tekstil Indonesia melalui kerja sama perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa atau EU-CEPA.

Baca Juga :  Tanpa Sekat, Open House Khofifah Jadi Magnet Silaturahmi Warga Jatim

Menurutnya, pengembangan batik harus berjalan beriringan antara pelestarian budaya, penguatan industri, dan perluasan akses pasar.

Lebih jauh, ia menyoroti peran perempuan dalam menjaga keberlangsungan tradisi batik. Menurutnya, banyak karya batik lahir dari ketekunan perempuan, termasuk para ibu rumah tangga yang menjadikan keterampilan membatik sebagai bagian dari kehidupan sekaligus sumber penghidupan keluarga.

“Dari tangan-tangan ibu rumah tangga lahir karya penuh makna. Mereka tidak hanya memperindah kain, tapi juga menenun harapan untuk keluarganya, lingkungannya, dan bangsa,” tuturnya haru.

Bagi Ning Lia, Hari Batik Nasional bukan sekadar momentum mengenakan batik. Lebih dari itu, peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga budaya berarti menjaga identitas, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk tumbuh melalui potensi ekonomi yang dimilikinya.

“Merawat batik berarti merawat identitas Indonesia. Mengembangkan batik berarti membuka peluang agar karya anak bangsa semakin dikenal dan memiliki daya saing di dunia,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru