SUMENEP, nusainsider.com — Prosesi Pelantikan Arya Wiraraja 2026 menjadi salah satu rangkaian penting dalam gelaran Karisma Event Nusantara (KEN) Festival Musik Tong-Tong 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026) malam.
Prosesi yang dimulai pukul 20.29 WIB tersebut mengangkat kembali sejarah pengangkatan Arya Wiraraja sebagai Adipati Sumenep pada masa Kerajaan Singasari di bawah kepemimpinan Prabu Kertanegara.
Dalam rangkaian prosesi, pataka diserahkan kepada Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari peringatan yang sarat dengan nilai sejarah dan budaya lokal.
Prosesi Pelantikan Arya Wiraraja berakhir pada pukul 20.51 WIB. Kegiatan ini menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah kepemimpinan sekaligus upaya memperkuat identitas budaya masyarakat Sumenep.
Usai prosesi, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia kepada Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo.
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menyelenggarakan Festival Musik Tong-Tong se-Madura yang menjadi bagian dari program Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Festival tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Madura kepada masyarakat luas, sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata daerah.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan prosesi Arya Wiraraja menjadi momentum penting untuk mengenang sejarah sekaligus meneladani nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan kepada masyarakat Sumenep.
“Prosesi Arya Wiraraja ini menjadi momentum bagi kita untuk mengenang sejarah dan meneladani nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan kepada masyarakat Sumenep. Sejarah tersebut merupakan bagian penting dari identitas daerah yang harus terus kita jaga dan lestarikan,” ujar cak Fauzi kepada Media nusainsider.com, Sabtu (18/10/2026) malam usai mengikuti prosesi dan pembukaan KEN 2026.
Ia menambahkan, penyelenggaraan Festival Musik Tong-Tong se-Madura melalui KEN 2026 merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian seni dan budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Madura kepada masyarakat yang lebih luas.

“Penghargaan dari Kementerian Pariwisata ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan potensi seni dan budaya daerah. Kami berharap Festival Musik Tong-Tong dapat terus tumbuh, memberikan ruang bagi para seniman, serta mendorong perkembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat Sumenep,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan yang memadukan napak tilas sejarah dengan pertunjukan seni budaya tersebut menunjukkan bahwa Festival Musik Tong-Tong bukan sekadar panggung ekspresi bagi para seniman, melainkan juga sarana pelestarian warisan budaya dan penguatan identitas Kabupaten Sumenep.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep diharapkan terus memperkuat sinergi antara pelestarian sejarah, pengembangan seni budaya, dan promosi pariwisata agar kekayaan tradisi Madura semakin dikenal di tingkat nasional.
![]()
Penulis : Wafa
















