400 Tambak Udang Ilegal Beraktivitas, Wapresma STKIP Sebut Pemerintah Kabupaten Sumenep Tidak Serius

Rabu, 13 Maret 2024 - 17:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Wapresma BEM STKIP PGRI Sumenep, Abd Halim

Foto. Wapresma BEM STKIP PGRI Sumenep, Abd Halim

SUMENEP, nusainsider.com — Kepala Dinas dikabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur diduga Saling Lempar Tanggung Jawab, Wapresma STKIP Desak Segera Tutup Tambak Udang Ilegal yang ada di Ujung timur Pulau Madura.

Pasalnya, Maraknya tambak udang ilegal yang terus beroperasi secara masif dan semakin menjamur keberadaannya di Kabupaten Sumenep, Madura mendapat perhatian khusus dari Wapresma STKIP PGRI Sumenep.

Telah ditemukan salahsatu tambak udang ilegal yang sedang beroperasi, tepatnya di pantai Pantura desa campor kecamatan Ambunten kabupaten Sumenep.

Tambak udang yang berada di Desa Campor Kecamatan Ambunten, Ditengarai tidak memiliki izin usaha.

Baca Juga :  Tunjukkan Motivasi Semangat Bangkit, Bukti Pertani HKTI Bangun Aksi Peduli

Sayangnya, kegiatan usaha tanpa izin ini bebas beroperasi. Bahkan, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait terkesan saling lempar tanggung jawab.

Wakil Presiden mahasiswa STKIP PGRI Sumenep Abd Halim mengungkapkan, bahwa pemerintah kabupaten yang mempunyai wewenang seharusnya menangani dan menindak lanjuti tentang aktivitas tambak udang ilegal yang ada di desa campor kecamatan Ambunten itu bukan malah saling lempar tanggung jawab.

“Kedua instansi tersebut juga mempunyai wewenang terkait perizinan tambak udang, namun dapat kita telaah bersama bahwa keduanya saling lempar tanggung jawab,” tegasnya saat di wawancarai media ini, Rabu 13/24.

Pria yang akrab di sapa Halim itu menambahkan, Dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 28 tahun 2004 tentang Pedoman Umum Budidaya Udang.

Maka dari itu, agar budidaya udang Bapak/Ibu sah di mata hukum, Bapak/Ibu memerlukan Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP).

“Segera Tutup Tambak Udang Ilegal yang ada di Desa Campor Kecamatan Ambunten, kalau Pemerintah dan Dinas Terkait sudah tidak siap menuntaskan kasus yang ada lebih baik mundur dari jabatannya,” Tegasnya.

Baca Juga :  Dorr!!, Unit Reskrim Polsek Medan Baru Tembak Residivis Spesialis Bongkar dan Curi Besi Pagar Rumah

Halim sapaan akrabnya menganggap Kabupaten Sumenep akan hancur akibat banyaknya perusahaan tambak udang nakal yang tetap beroperasi meskipun tidak berizin.

Menurut data yang dikantongi dirinya, ada ratusan tambak udang yang beroperasi secara ilegal dan itu tersebar di beberapa kecamatan yang ada di kabupaten ujung timur Pulau Madura.

“Ada sekitar 400 tambak udang ilegal yang beroperasi di Sumenep,”Imbuhnya.

Lebihlanjut, pihaknya meminta Pemkab Sumenep agar tidak lagi berusaha membodohi warga dengan saling lempar tanggung jawab antara OPD yang satu dengan OPD lainnya.

“Seperti yang terjadi antara Kepala DPMPTSP dengan salah satu Kabid dari Dinas Kelautan dan perikanan yang saling lempar tanggung jawab, ini kan sangat lucu kelihatannya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bulog Jamin Stok Beras Bulan Ramadhan Hingga Juni 2024 di Medan Aman

Terakhir dirinya meminta kepada Bupati Sumenep agar lebih serius memperhatikan anak buahnya, bagi pejabat yang sudah tidak mampu mengemban tugasnya agar dimutasi kalau perlu non job kan.

“Segera Tutup Tambak Udang Ilegal yang beroperasi di Sumenep, kalau Pemerintah dan Dinas Terkait sudah tidak siap menuntaskan kasus yang ada lebih baik mundur dari jabatannya,” Tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas penanaman modal terpadu satu Pintu (DPMPTSP) kabupaten sumenep hingga berita ini dinaikkan belum ada tanggapan. (*)

Loading

Penulis : Riz

Editor : Ali

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Diganjar Penghargaan atas Perencanaan Pembangunan yang Strategis
Melalui Program Polisi Peduli Pengangguran, Polresta Sumenep Salurkan Bansos kepada Warga
Santri Berdaya, Indonesia Berjaya: Pesan Arif Firmanto di Hari Santri Nasional 2026
SIMPEL hingga e-Stunting, Bappeda Sumenep Perkuat Perencanaan Pembangunan Berbasis Data
Dua Pengusaha Lokal Terima Apresiasi PWI Sumenep atas Kiprah di Dunia UMKM
Bappeda Sumenep Dorong Integrasi Data Pembangunan dengan Prioritas Nasional
Kapolres Pamekasan Bersama Personel Atur Lalu Lintas, Warga Beraktivitas Lebih Nyaman
Sambut Hari Jadi ke-757 dan Hari Santri 2026, Pemkab Sumenep Gelar Gerakan Baca Al-Waqi’ah 111.111 Kali

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Bappeda Sumenep Diganjar Penghargaan atas Perencanaan Pembangunan yang Strategis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Melalui Program Polisi Peduli Pengangguran, Polresta Sumenep Salurkan Bansos kepada Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Santri Berdaya, Indonesia Berjaya: Pesan Arif Firmanto di Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:48 WIB

SIMPEL hingga e-Stunting, Bappeda Sumenep Perkuat Perencanaan Pembangunan Berbasis Data

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Dua Pengusaha Lokal Terima Apresiasi PWI Sumenep atas Kiprah di Dunia UMKM

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Kapolres Pamekasan Bersama Personel Atur Lalu Lintas, Warga Beraktivitas Lebih Nyaman

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Sambut Hari Jadi ke-757 dan Hari Santri 2026, Pemkab Sumenep Gelar Gerakan Baca Al-Waqi’ah 111.111 Kali

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Bukan Sekadar Serap Anggaran, Bappeda Sumenep Tekankan Manfaat Nyata Pembangunan

Berita Terbaru