Aliansi Kopri PMII Sumenep Sebut Dugaan Baru Meninggalnya Perempuan Asal Lenteng, Hukuman Mati Bagi Pelaku

Rabu, 9 Oktober 2024 - 21:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com — Kasus kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Sumenep yang menyebabkan seorang istri meninggal dunia mulai Ramai diperbincangkan. Khususnya kaum perempuan yang akhir-akhir ini menjadi Objek dari setiap kekerasan yang terjadi.

Diketahui, Korban inisial NS (27 Tahun) tersebut meninggal akibat kekerasan yang dilakukan oleh suaminya asal Desa Jenangger, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep.

Pasalnya kekerasan tersebut juga diduga merupakan Pembunuhan berencana antara Suami AR (28 Tahun) bersama Mertuanya dengan pengakuan bahwa korban NS dikurung selama 3 (tiga) hari 3 (tiga) Malam tidak diberi makan dan minum dengan kondisi tubuh di ikat.

Di 3 (tiga) hari terakhir, tepatnya pada sekitar jam 12 (duabelas) Malam, Korban NS disiksa habis-habisan sama si Suami AR bersama dengan Mertuanya dikarenakan NS disuruh cari uang oleh Suaminya buat bayar hutang tapi tidak mau, “Pernyataan Baru korban yang beredar di Grup whatsapp.

Koordinator Aliansi Kopri Sumenep mengecam keras tindakan KDRT dan dugaan pembunuhan berencana tersebut dan mendesak pihak berwajib untuk segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap kasus ini.

Jika benar kasus tersebut ada pembunuhan berencana antara Suami dan Mertua. Maka sesuai Pasal 340 KUHP menjelaskan bahwa ‘Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.” kata Kordinator Kopri PMII Sumenep, Yuliyana Putri kepada media nusainsider.com, Rabu 9 Oktober 2024.

Ia juga menekankan mengenai pentingnya penanganan kasus yang transparan, tanpa ada upaya untuk menyembunyikan fakta yang ada.

Baca Juga :  Audiensi Aliansi Kopri Sumenep Tak Diindahkan, Ketua DPRD Sumenep dalam Masalah Besar

Alasan pelaku sebelumnya yang dikemukakan adalah berawal dari penolakan korban ketika diajak dalam berhubungan intim. Menurut Yupi, alasan tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran terhadap tindakan kekerasan yang dilakukan.

“Kasus KDRT ini merupakan hal serius dan membutuhkan hal serius pula dari semua pihak, apalagi ini menyangkut marwah perempuan yang akhir-akhir ini dijadikan Objek dalam setiap kekerasan seksual.” ujarnya

Kami mendesak pemerintah daerah untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan kasus KDRT, serta memberikan perlindungan bagi korban.

Dan APH sebagai penegak hukum juga harus selalu Tegak lurus dalam menyelesaikan persoalan kekerasan seksual, utamanya dalam kasus biadab ini, “Harapnya.

Ditambahkan, kasus ini menjadi perhatian khusus bagi aliansi kopri Sumenep yang berkomitmen untuk mencegah kekerasan dalam bentuk apapun di tengah masyarakat.

Selain itu, aliansi kopri Sumenep akan mengawal jalannya kasus ini hingga pelaku di adili sesuai hukum yang ada.

“Apalagi ini ada dugaan pembunuhan berencana, yang sesuai pasal di KUHP wajib di Hukum mati”, Tambahnya.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Kementerian Pariwisata Apresiasi Sumenep, Festival Tong-Tong Didorong Dongkrak UMKM dan Kunjungan wisatawan
Pelantikan Arya Wiraraja Warnai Festival Tong-Tong 2026, Bupati Sumenep Terima Penghargaan Kemenpar RI
KOKAR Bali Bawa Nuansa Pulau Dewata ke Panggung Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026
Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK
Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan
LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya
Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah
Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:46 WIB

Kementerian Pariwisata Apresiasi Sumenep, Festival Tong-Tong Didorong Dongkrak UMKM dan Kunjungan wisatawan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Pelantikan Arya Wiraraja Warnai Festival Tong-Tong 2026, Bupati Sumenep Terima Penghargaan Kemenpar RI

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:36 WIB

KOKAR Bali Bawa Nuansa Pulau Dewata ke Panggung Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND

Berita Terbaru