Dari Pelajaran Kasus Campak, Dinkes P2KB Sumenep Bangun Gerakan Bersama Peduli Imunisasi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pertemuan Pembentukan Forum Peduli Imunisasi (Forpensi) Dinkes P2KB Sumenep.

Foto. Pertemuan Pembentukan Forum Peduli Imunisasi (Forpensi) Dinkes P2KB Sumenep.

SUMENEP, nusainsider.com — Upaya memperkuat pelaksanaan imunisasi di Kabupaten Sumenep memasuki babak baru. Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) membentuk Forum Peduli Imunisasi (Forpensi).

Forum tersebut menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk mendukung program imunisasi sekaligus memperluas edukasi dan penerimaan masyarakat terhadap pentingnya imunisasi.

Pembentukan Forpensi dilakukan dalam pertemuan yang digelar Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep di salah satu hotel di Sumenep, Kamis (27/8/2026).

Forum ini dibentuk atas kesadaran bahwa keberhasilan program imunisasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan organisasi profesi, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan dan berbagai unsur lainnya dinilai sangat penting.

Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, mengatakan dibutuhkan dukungan bersama agar pelaksanaan imunisasi dapat berjalan lebih optimal hingga menjangkau masyarakat.

“Kita membutuhkan support system, dukungan bersama, bagaimana imunisasi yang ada di Kabupaten Sumenep ini bisa kita laksanakan. Pemerintah tidak mungkin bisa bekerja sendiri, tetapi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak,” ujarnya.

Menurut Ellya, imunisasi merupakan salah satu langkah penting untuk mencegah berbagai penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.

Baca Juga :  Aktif Sapa Kader, Dr. Lia Istifhama Jadi Energi Baru Alumni PMII di Politik Nasional

Karena itu, keberadaan Forpensi diharapkan mampu mempertemukan berbagai kekuatan dan sumber daya untuk bersama-sama memperkuat gerakan imunisasi di Kabupaten Sumenep.

Belajar dari Penanganan Kasus Campak

Pembentukan Forpensi juga tidak terlepas dari pengalaman penanganan kasus Campak yang sebelumnya mendapat perhatian serius. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran mengenai pentingnya kolaborasi ketika menghadapi persoalan kesehatan di tengah masyarakat.

“Kita lebih fokus pada pendekatan. Kemarin juga kita belajar dari kasus Campak. Jadi ada hikmah yang kita ambil pada saat kasus ini. Kemarin banyak yang membantu kita,” kata Ellya.

Menurutnya, dukungan lintas sektor menjadi bagian penting agar pelaksanaan imunisasi tidak hanya berjalan di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Baca Juga :  Kolaborasi Lintas Lembaga Dorong DKPP Sumenep Jadi Penopang Ekspor Jagung Nasional

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pendekatan kepada masyarakat, terutama dalam memberikan informasi yang mudah dipahami mengenai manfaat imunisasi.

Kekhawatiran Masyarakat Masih Jadi Tantangan

Di sisi lain, Dinkes P2KB masih menemukan adanya kekhawatiran sebagian masyarakat terhadap imunisasi. Salah satu anggapan yang muncul adalah kekhawatiran bahwa anak akan mengalami sakit setelah mendapatkan imunisasi.

“Yang pasti adalah ketakutan anak itu sakit. Imunisasi itu dianggap membuat kita sakit terus-terusan. Itu mungkin yang menjadi kekhawatiran masyarakat,” jelas Ellya.

Kekhawatiran tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap imunisasi.

Karena itu, komunikasi dan edukasi menjadi aspek penting. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang tepat mengenai manfaat imunisasi sekaligus penjelasan untuk menjawab berbagai kekhawatiran yang berkembang.

Forpensi Satukan Peran Berbagai Pihak

Melalui Forpensi, berbagai unsur diharapkan dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa penyampaian informasi, tetapi juga ikut memperkuat gerakan imunisasi di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Sumenep Menyala! 110 Event Wisata 2026 dan Inovasi Daerah Dilaunching Penuh Semangat

Pertemuan pembentukan forum tersebut turut menghadirkan fasilitator dari UNICEF Indonesia, Dita Ramadonna. Ia memandu proses kolaborasi antarpihak, termasuk pembahasan mengenai peran masing-masing unsur dalam mendukung gerakan imunisasi di Kabupaten Sumenep.

Dengan terbentuknya Forpensi, pemerintah daerah berharap dukungan terhadap program imunisasi semakin luas, terkoordinasi dan berkelanjutan.

Forum tersebut sekaligus menjadi ruang komunikasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat dan unsur lainnya.

Melalui kolaborasi tersebut, pesan mengenai pentingnya imunisasi diharapkan dapat diterima masyarakat dengan lebih baik.

Pada akhirnya, keberhasilan program imunisasi tidak hanya ditentukan oleh tersedianya layanan kesehatan. Kepercayaan masyarakat, komunikasi yang baik serta dukungan lintas sektor juga menjadi faktor penting agar program imunisasi dapat berjalan optimal.

Pembentukan Forpensi menjadi langkah awal untuk menyatukan berbagai peran tersebut dalam satu gerakan bersama demi memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat di Kabupaten Sumenep.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK
Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan
LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya
Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah
Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas
Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:07 WIB

LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Berita Terbaru