Hari Tani Nasional 2026, Achmad Sudiyono Serukan Petani Tingkatkan Produksi

Kamis, 24 September 2026 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEMBER, nusainsider.comHari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September menjadi momentum untuk kembali menegaskan strategisnya peran petani dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Tokoh masyarakat Jember, H. Achmad Sudiyono, mengatakan petani memiliki posisi penting dalam pembangunan bangsa. Dari sektor pertanian, kebutuhan pangan masyarakat dipenuhi sekaligus menjadi bagian dari penggerak ekonomi di tingkat lokal.

Menurut pria yang akrab disapa H. Achmad itu, kerja keras petani di sawah dan berbagai lahan pertanian merupakan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat. Mulai dari produksi padi, jagung, sayuran hingga beragam komoditas lainnya memiliki peran dalam menjaga ketersediaan pangan.

“Hari Tani Nasional menjadi momentum untuk kita berterima kasih atas jasa dan peran petani bagi Bangsa Indonesia,” kata H. Achmad, Kamis (24/9/2026).

Karena itu, ia berharap peringatan Hari Tani Nasional tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum tersebut, menurutnya, perlu diarahkan pada upaya nyata meningkatkan produktivitas, kualitas hasil pertanian, sekaligus kesejahteraan petani.

Baca Juga :  Antisipasi Kerawanan May Day, Polres Sumenep Gelar Apel Siaga dan Patroli

H. Achmad juga mengajak para petani terus meningkatkan hasil produksi serta mendukung berbagai program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kita berharap juga para petani bisa meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi supaya bisa menyukseskan program unggulan Presiden Prabowo seperti MBG,” ujar Bupati LIRA Jember tersebut.

Ia menilai sektor pertanian memiliki keterkaitan erat dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program berskala nasional tersebut membutuhkan ketersediaan bahan pangan yang memadai, aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep dan FKUB Satukan Langkah Cegah Konflik Berdimensi Agama

Kebutuhan tersebut sekaligus membuka peluang bagi produk pertanian lokal untuk masuk dalam rantai pasok apabila pengadaan dilakukan dengan tata kelola yang baik, transparan, serta memperhatikan kualitas dan keamanan pangan.

Badan Gizi Nasional (BGN) juga menyebut pelaksanaan MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi memiliki potensi dampak ekonomi melalui pemberdayaan petani, peternak, pelaku UMKM, serta pelaku usaha dalam rantai pasok pangan lokal.

“Petani harus terus didorong agar produktivitas dan kualitas hasil pertaniannya meningkat. Dengan begitu, bukan hanya kebutuhan pangan masyarakat yang semakin kuat, tetapi kesejahteraan petani juga dapat ikut meningkat,” tuturnya.

Owner SPPG Bintoro Jember itu menambahkan, ketahanan pangan tidak dapat dibangun hanya melalui kebijakan pemerintah.

Baca Juga :  Wujudkan Kamseltibcarlantas, Polres Sumenep Gelar Operasi 14 Hari

Dibutuhkan keterlibatan petani sebagai aktor utama dalam produksi, yang didukung akses pasar, peningkatan kualitas hasil pertanian, serta rantai pasok yang berkelanjutan.

Terlebih, pemerintah melalui BGN terus memperkuat pelaksanaan MBG, termasuk dari sisi kualitas layanan, keamanan pangan, validitas data, dan tata kelola program.

Untuk 2027, BGN menargetkan program MBG menjangkau 72.464.886 penerima manfaat di seluruh Indonesia.

“Semoga Hari Tani Nasional menjadi penyemangat bagi seluruh petani untuk terus berkarya. Petani sejahtera, pangan kuat, dan masyarakat juga mendapatkan manfaat,” pungkas H. Achmad.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

KOPRI Jatim Soroti Cyberbullying hingga KBGO, Minta Perlindungan Digital Diperkuat
Tak Cukup Lihat Rumah dan Barang, Lia Istifhama Soroti Akurasi Data Desil
Saat Mesin MotoGP Meraung, Tongtong Sumenep Bersiap Bikin Mandalika Bergemuruh
Ning Lia dan Filosofi “Makan Kali Lima, Aura Bintang Lima”
Ringankan Beban Warga, Bang Ali BIP Hadirkan Program BBM Gratis
KNPI Sumenep Bertemu Kapolresta, Galian C dan Rokok Ilegal Jadi Sorotan
Dari Sumenep ke Pentas Jawa Timur, SonGENnep FC Buka Babak Baru Futsal Lokal
Cari Kerja? Job Fair Sumenep 2026 Buka 2.596 Lowongan dari 35 Perusahaan

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 12:11 WIB

KOPRI Jatim Soroti Cyberbullying hingga KBGO, Minta Perlindungan Digital Diperkuat

Kamis, 24 September 2026 - 10:13 WIB

Hari Tani Nasional 2026, Achmad Sudiyono Serukan Petani Tingkatkan Produksi

Rabu, 23 September 2026 - 17:59 WIB

Tak Cukup Lihat Rumah dan Barang, Lia Istifhama Soroti Akurasi Data Desil

Rabu, 23 September 2026 - 14:42 WIB

Saat Mesin MotoGP Meraung, Tongtong Sumenep Bersiap Bikin Mandalika Bergemuruh

Rabu, 23 September 2026 - 12:32 WIB

Ning Lia dan Filosofi “Makan Kali Lima, Aura Bintang Lima”

Selasa, 22 September 2026 - 18:51 WIB

KNPI Sumenep Bertemu Kapolresta, Galian C dan Rokok Ilegal Jadi Sorotan

Selasa, 22 September 2026 - 16:39 WIB

Dari Sumenep ke Pentas Jawa Timur, SonGENnep FC Buka Babak Baru Futsal Lokal

Selasa, 22 September 2026 - 15:36 WIB

Cari Kerja? Job Fair Sumenep 2026 Buka 2.596 Lowongan dari 35 Perusahaan

Berita Terbaru