Ngopeni Songennep”: Spirit Merawat dan Membangun Sumenep di Usia ke-756

Jumat, 31 Oktober 2025 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Flayer Ucapan Selamat Hari Jadi Sumenep ke 756

Foto. Flayer Ucapan Selamat Hari Jadi Sumenep ke 756

SUMENEP, nusainsider.com — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-756 tahun 2025 sebagai sarana memperkuat kebersamaan dalam merawat dan membangun daerah tercinta.

Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa tema peringatan tahun ini, “Ngopeni Songennep” atau Merawat Sumenep, bukan sekadar slogan, melainkan ajakan moral dan kultural bagi seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, “Ngopeni Songennep” menjadi panggilan nurani bersama untuk menjaga nilai, budaya, dan semangat gotong royong yang telah diwariskan oleh para leluhur sejak ratusan tahun lalu.

“Ngopeni Songennep bukan sekadar jargon semata. Lebih dari itu, ini merupakan pengingat agar seluruh unsur masyarakat bersama-sama menjaga nilai, kearifan, dan spirit kebudayaan yang telah diwariskan oleh leluhur kepada kita,” ungkap Arif Firmanto.

Ia menilai, semangat merawat Sumenep harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari menjaga lingkungan, memperkuat solidaritas sosial, hingga berpartisipasi aktif dalam mendukung program pembangunan daerah.

Sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang, Sumenep dikenal dengan tradisi dan kebudayaannya yang kuat. Kekayaan budaya tersebut menjadi identitas sekaligus fondasi dalam membangun karakter masyarakat yang berdaya dan berkemajuan.

Baca Juga :  Cooling System Jelang Pilkada 2024, Kapolres Sumenep Ajak Awak Media Jaga Kondusifitas

Arif Firmanto menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sumenep terus berkomitmen menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi dan karya yang menjadi ciri khas daerah ujung timur Pulau Madura ini.

“Dalam setiap langkah pembangunan, nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal menjadi landasan penting. Kita ingin pembangunan yang berakar pada budaya, tetapi tetap adaptif terhadap kemajuan zaman,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal itu, Pemkab Sumenep melalui Bappeda mendorong sinergi lintas sektor, melibatkan berbagai stakeholder dan elemen masyarakat dalam kerangka pembangunan berkelanjutan.

Arif menjelaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam menciptakan pembangunan yang inklusif. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dan partisipasi aktif masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.

“Semua itu dilakukan dengan satu tekad dan semangat: memajukan program-program pembangunan di Kabupaten Sumenep. Keterlibatan berbagai elemen ini membuktikan komitmen Bappeda untuk mendorong perencanaan pembangunan dalam bingkai pentahelix,” jelasnya.

Konsep pentahelix yang dimaksud mencakup lima unsur penting: pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas, dan media. Kelima unsur tersebut menjadi kekuatan bersama dalam mendorong inovasi, transparansi, serta percepatan pembangunan daerah.

Baca Juga :  Tuai Kritik Tajam dari ALARM Pernyataan Ubaid Dinilai Prematur dan Menghakimi

Dengan prinsip tersebut, Bappeda berupaya memastikan setiap program pembangunan memiliki arah yang jelas, berbasis data, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Arif Firmanto menyampaikan harapan agar di usia ke-756 tahun ini, Sumenep semakin diberi kelancaran dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan yang tengah berjalan.

Ia juga berharap, momentum hari jadi dapat menjadi refleksi bagi seluruh pihak untuk menumbuhkan semangat baru dalam bekerja, berkarya, dan berkontribusi untuk kemajuan daerah.

“Selamat Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-756. Ngopeni Songennep. Merawat yang kita cintai, membangun yang kita banggakan,” pungkasnya.

Menurutnya, usia yang telah mencapai lebih dari tujuh setengah abad merupakan anugerah besar yang patut disyukuri. Di usia ini, Sumenep telah melalui berbagai dinamika sejarah, tantangan, dan kemajuan yang membentuk identitas daerah yang kuat dan berkarakter.

Arif juga menilai, tantangan pembangunan ke depan menuntut seluruh pihak untuk adaptif terhadap perubahan global, terutama dalam bidang teknologi, lingkungan, dan ekonomi kreatif.

“Pembangunan yang kita lakukan bukan sekadar mengejar kemajuan fisik, tetapi juga membangun manusia Sumenep yang unggul, berdaya saing, dan berbudaya,” ucapnya menegaskan.

Ia berharap semangat “Ngopeni Songennep” dapat terus tumbuh di setiap lapisan masyarakat, dari desa hingga kota, dari generasi tua hingga anak muda. Karena hanya dengan rasa memiliki dan kepedulian bersama, Sumenep akan terus berkembang secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Festival Literasi 2025, Gerakan Bersama Ciptakan Generasi Cerdas dan Kritis

Momentum Hari Jadi Sumenep, lanjutnya, bukan hanya seremoni tahunan, tetapi kesempatan untuk merefleksikan sejauh mana masyarakat ikut berperan dalam menjaga dan memajukan daerahnya.

“Ngopeni Songennep berarti mencintai dengan tindakan. Menjaga warisan leluhur, memelihara kebersamaan, serta berkontribusi nyata untuk masa depan Sumenep yang lebih baik,” tutur Arif Firmanto dengan penuh optimisme.

Semangat ini, tambahnya, diharapkan dapat menginspirasi generasi muda agar tidak melupakan akar budaya, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dalam era digital dan globalisasi.

Dengan kolaborasi dan komitmen bersama, Pemerintah Kabupaten Sumenep optimistis bahwa cita-cita untuk mewujudkan daerah yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan akan tercapai.

Loading

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Diganjar Penghargaan atas Perencanaan Pembangunan yang Strategis
Melalui Program Polisi Peduli Pengangguran, Polresta Sumenep Salurkan Bansos kepada Warga
Santri Berdaya, Indonesia Berjaya: Pesan Arif Firmanto di Hari Santri Nasional 2026
SIMPEL hingga e-Stunting, Bappeda Sumenep Perkuat Perencanaan Pembangunan Berbasis Data
Dua Pengusaha Lokal Terima Apresiasi PWI Sumenep atas Kiprah di Dunia UMKM
Bappeda Sumenep Dorong Integrasi Data Pembangunan dengan Prioritas Nasional
Kapolres Pamekasan Bersama Personel Atur Lalu Lintas, Warga Beraktivitas Lebih Nyaman
Sambut Hari Jadi ke-757 dan Hari Santri 2026, Pemkab Sumenep Gelar Gerakan Baca Al-Waqi’ah 111.111 Kali

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Bappeda Sumenep Diganjar Penghargaan atas Perencanaan Pembangunan yang Strategis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Melalui Program Polisi Peduli Pengangguran, Polresta Sumenep Salurkan Bansos kepada Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Santri Berdaya, Indonesia Berjaya: Pesan Arif Firmanto di Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:48 WIB

SIMPEL hingga e-Stunting, Bappeda Sumenep Perkuat Perencanaan Pembangunan Berbasis Data

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Dua Pengusaha Lokal Terima Apresiasi PWI Sumenep atas Kiprah di Dunia UMKM

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Kapolres Pamekasan Bersama Personel Atur Lalu Lintas, Warga Beraktivitas Lebih Nyaman

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Sambut Hari Jadi ke-757 dan Hari Santri 2026, Pemkab Sumenep Gelar Gerakan Baca Al-Waqi’ah 111.111 Kali

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Bukan Sekadar Serap Anggaran, Bappeda Sumenep Tekankan Manfaat Nyata Pembangunan

Berita Terbaru