SURABAYA, nusainsider.com — Sebanyak 910 mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya mendapat pengalaman langsung mengenal sekaligus mencoba sistem pembayaran digital melalui kegiatan QRIS Goes to University bersama Bank Indonesia (BI), Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang digelar di depan FEBI UINSA tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pekan QRIS Nasional 2026. Selain memberikan edukasi mengenai perkembangan ekonomi dan keuangan digital, kegiatan ini juga memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mempraktikkan penggunaan QRIS, termasuk QRIS Cross Border.
PBAK FEBI UINSA 2026 berlangsung selama tiga hari, yakni Selasa (11/8/2026) hingga Kamis (13/8/2026), dengan mengusung tema “Catalysts of Impact: Membangun Kepemimpinan, Integritas, dan Kepekaan Sosial Mahasiswa di Era Perubahan.”
Rangkaian QRIS Goes to University diawali dengan kuliah tamu yang menghadirkan Donni Fajar Anugrah, Ph.D., Deputi Direktur Departemen Ekonomi Hijau Bank Indonesia, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur.
Dalam paparannya, Donni membahas perkembangan ekonomi dan digitalisasi serta posisi strategis generasi muda dalam membangun ekosistem ekonomi digital.
Menurutnya, generasi milenial dan Gen Z memiliki kedekatan yang tinggi dengan teknologi sehingga mempunyai peran penting dalam mendorong perkembangan ekonomi dan sistem pembayaran digital.
Pembahasan kemudian diarahkan pada perkembangan QRIS sebagai standar pembayaran yang terintegrasi dengan layanan mobile payment dan mobile banking.
Mahasiswa tidak hanya diperkenalkan dengan penggunaan QRIS untuk transaksi domestik, tetapi juga QRIS Cross Border sebagai bagian dari perkembangan sistem pembayaran lintas negara.
Setelah sesi kuliah tamu, mahasiswa mengikuti QRIS Challenge. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat kesempatan untuk mencoba transaksi QRIS secara langsung, termasuk QRIS Cross Border.
QRIS Challenge berlangsung pukul 12.15–15.00 WIB. Peserta diwajibkan melakukan transaksi QRIS sebesar Rp1 sebanyak lima kali berturut-turut menggunakan mobile banking atau e-wallet. Selanjutnya, peserta mengunggah bukti mutasi transaksi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Panitia juga menyediakan hadiah bagi peserta. Sebanyak 10 transaksi tercepat mendapatkan voucher senilai Rp150.000, sedangkan 40 transaksi yang dipilih secara acak memperoleh voucher Rp100.000.
Ketua Pelaksana PBAK FEBI UINSA 2026, Mirbath Amanullah, mengatakan kolaborasi dengan Bank Indonesia merupakan bentuk sinergi kampus dalam meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan digital mahasiswa baru.
“Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi antara kampus dan Bank Indonesia dalam mendukung perkembangan ekosistem ekonomi digital, keuangan digital, sekaligus meningkatkan literasi mahasiswa baru. Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami bagaimana menggunakan layanan digital secara aman, termasuk mengenali berbagai modus scam atau penipuan yang saat ini semakin berkembang,” ujar Mirbath.
Menurutnya, literasi digital tidak cukup hanya dengan memahami kemudahan transaksi. Mahasiswa juga perlu memiliki kesadaran mengenai keamanan data dan risiko kejahatan digital yang dapat muncul dalam penggunaan layanan pembayaran elektronik.
Karena itu, mahasiswa diingatkan untuk menjaga data pribadi, tidak membagikan kode OTP maupun PIN, memastikan akun dan situs yang digunakan merupakan layanan resmi, serta tidak sembarangan melakukan pemindaian kode QR.
Pekan QRIS Nasional 2026 menjadi salah satu agenda Bank Indonesia dalam mendorong digitalisasi sistem pembayaran. Dalam materi Bank Indonesia, Pekan QRIS National tercantum sebagai salah satu high-level event pada 2026.
Kolaborasi BI dan FEBI UINSA melalui QRIS Goes to University pun tidak berhenti pada pengenalan teknologi pembayaran. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus praktik bagi mahasiswa baru agar semakin memahami perkembangan sistem pembayaran digital dan mampu menggunakannya secara mudah, aman, serta bertanggung jawab.
Dengan melibatkan 910 mahasiswa baru, kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa lingkungan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam memperluas literasi ekonomi dan keuangan digital di kalangan generasi muda.
![]()
Penulis : Wafa
















