Skandal Rokok di Sumenep: Pengusaha YD Dituding Rugikan Negara Miliaran Rupiah

Sabtu, 14 Juni 2025 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi Pita Cukai.

Foto. Ilustrasi Pita Cukai.

SUMENEP, nusainsider.comSeorang pengusaha rokok asal Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, berinisial YD, diduga terlibat dalam praktik ilegal perdagangan pita cukai dengan memanfaatkan kendali atas sejumlah pabrik rokok.

YD, yang dikenal dengan julukan Sultan ABJ, disebut-sebut menguasai 11 perusahaan rokok (PR). Namun menurut laporan aktivis, hanya dua pabrik yang benar-benar memproduksi rokok secara aktif. Selebihnya, diduga hanya digunakan sebagai alat untuk mengakses pita cukai resmi.

“Dia beternak izin pabrik, tapi yang aktif hanya dua. Sisanya digunakan untuk jual beli pita cukai,” ungkap Andriyadi, aktivis dari ALARM Sumenep, pada Sabtu (14/06/2025).

Ia menyebut modus ini sangat merugikan negara dan mengganggu keberlangsungan industri rokok lokal yang patuh terhadap regulasi. Warga sekitar juga mulai merasa terganggu dengan aktivitas usaha YD.

Baca Juga :  DLH Sumenep Optimis Mampu Tingkatkan PAD 2024, Senilai 300 Juta

Andriyadi menegaskan, dugaan praktik ilegal ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan bentuk kejahatan ekonomi sistematis yang harus diusut tuntas oleh aparat penegak hukum.

“Ini kejahatan yang bisa menyebabkan kerugian negara hingga miliaran rupiah. Bea Cukai dan aparat hukum harus turun tangan secara profesional dan terbuka,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menilai penyalahgunaan izin industri ini melemahkan tata niaga pita cukai dan dapat memicu ketimpangan persaingan antar pelaku usaha.

“Jika terus dibiarkan, pengusaha rokok yang taat hukum bisa gulung tikar. Pemerintah daerah juga tidak boleh tutup mata terhadap pelanggaran seperti ini,” tambahnya.

Menanggapi tudingan tersebut, YD memberikan klarifikasi melalui pesan WhatsApp kepada tim media ini. Ia membantah tuduhan bahwa dirinya mengelola hingga 11 atau 13 pabrik rokok.

“Kabar saya mengelola 13 pabrik itu tidak benar. Saya cuma punya dua pabrik, dan dua-duanya aktif produksi,” tulis YD, Sabtu (14/06/2025).

Ia menambahkan bahwa pabrik miliknya justru aktif mempekerjakan masyarakat sekitar yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Pabrik saya bekerja setiap hari. Warga sekitar saya rekrut agar bisa punya penghasilan. Hanya dua pabrik, tidak lebih,” imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Bea Cukai maupun Pemerintah Kabupaten Sumenep terkait laporan dugaan pelanggaran tersebut.

Baca Juga :  PLN Turut Meriahkan Madura Culture Festival, Tawarkan Edukasi dan Promo Kelistrikan

Diketahui salahsatu diantara PR yang diduga dikendalikan YD Diantaranya : PR Air Bening Jaya, PR Sumber Bahagia Tobacco, PR Gudang Cengkeh 99, PR Nasikurrahman, PR Sentol Jaya Mandiri, PR Supernova Jaya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU
Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat
KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa
PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah
Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern
Membeli Sama dengan Berbagi, Central 88 Gold and Jewellery Dedikasikan Hasil Usaha untuk Yatim
Ning Lia Dinilai Inspiratif, Raih Penghargaan Leadership dan Community Empowerment
JJS Gayam Pecah! Ribuan Warga Padati Jalan, Doorprize Jadi Magnet

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 02:42 WIB

NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:39 WIB

KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:29 WIB

PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:22 WIB

Ning Lia Dinilai Inspiratif, Raih Penghargaan Leadership dan Community Empowerment

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:52 WIB

JJS Gayam Pecah! Ribuan Warga Padati Jalan, Doorprize Jadi Magnet

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:32 WIB

Eduwisata ke Markas TNI, Siswa SLBN Bugih Dapat Pengalaman Belajar Penuh Makna

Berita Terbaru