Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota DPD/MPR RI, Dr Lia Istifhama S.Sos.i., M.E.I saat Hadir di Acara Bedah Buku

Foto. Anggota DPD/MPR RI, Dr Lia Istifhama S.Sos.i., M.E.I saat Hadir di Acara Bedah Buku "Diaspora Madura" Di Bangkalan

MADURA, nusainsider.com Sosok Dr. Lia Istifhama, S.Sos.I., M.E.I., atau yang akrab disapa Ning Lia, belakangan semakin sering terlihat di sejumlah wilayah Madura. Senator DPD RI asal daerah pemilihan Jawa Timur itu tercatat aktif mengunjungi berbagai daerah, mulai dari Sumenep, Pamekasan, Sampang hingga Bangkalan.

Kehadiran Ning Lia di Madura tidak hanya identik dengan agenda reses maupun penyerapan aspirasi masyarakat. Lebih dari itu, senator perempuan tersebut juga tampak membangun komunikasi langsung dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemangku kebijakan, pemuda, aktivis, jurnalis, pengusaha, hingga para kyai dan ulama.

Pantauan nusainsider.com sepanjang 2026 menunjukkan, Ning Lia hampir setiap bulan memiliki agenda kunjungan ke Madura dengan berbagai kegiatan.

Kehadiran tersebut menjadi salah satu cara Ning Lia menjalankan perannya sebagai senator sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat Jawa Timur yang menjadi konstituennya.

Tidak hanya hadir dalam forum formal, Ning Lia juga menyempatkan diri mengikuti berbagai kegiatan sosial, intelektual dan kemasyarakatan. Pola tersebut membuat keberadaan dirinya di daerah pemilihan tidak semata-mata hadir ketika agenda reses berlangsung.

Salah satu yang terlihat pada Minggu (23/8/2026). Sekitar pukul 10.26 WIB, Ning Lia tampak hadir di Rumah Makan Bebek Sinjay Baru, Madura, di ruang VIP bersama sejumlah kyai, pejabat dan pengusaha dalam kegiatan bedah buku “Diaspora Madura: Resiliensi, Strategi, dan Transformasi Pasca-konflik Etnik” karya Prof. Dr. Abdur Rozaki, S.Ag., M.Si.

Baca Juga :  Venue voli pantai PON XXI Aceh-Sumut Unik di Caldera Toba

Kehadiran Ning Lia dalam forum tersebut menarik perhatian karena buku yang dibahas tidak sekadar berbicara mengenai perjalanan diaspora Madura, tetapi juga mengangkat bagaimana masyarakat Madura membangun kembali kehidupan sosial setelah melewati pengalaman konflik.

Buku tersebut berpijak pada tiga narasi utama, yakni resiliensi, strategi dan transformasi.

Foto. Kegiatan Bedah Buku Diaspora Madura di Ruang VIP Rumah Makan Bebek Sinjay Bangkalan, Madura Bersama Anggota DPD RI dan Tokoh Kyai se-Madura

Resiliensi digambarkan melalui kemampuan diaspora Madura untuk bangkit dari pengalaman traumatis serta beradaptasi secara konstruktif dengan lingkungan sosial baru.

Sementara aspek Strategi terlihat dari upaya memperluas orientasi pendidikan, membangun sumber daya manusia unggul, menolak stereotip etnik serta mengembangkan organisasi yang dapat mendorong terciptanya ruang publik yang lebih inklusif, moderat dan toleran.

Adapun Transformasi ditandai dengan lahirnya peran-peran baru diaspora Madura. Mereka tidak hanya mengembangkan budaya nirkekerasan dan memperkuat tradisi berdagang, tetapi juga mulai memasuki arena politik formal sebagai anggota legislatif maupun eksekutif.

Dengan perubahan tersebut, diaspora Madura tidak lagi berada dalam posisi yang tidak terdengar. Mereka justru menjadi bagian penting dalam proses membangun masyarakat multikultural yang rukun, adil dan berdaya.

Bagi Ning Lia, salah satu keistimewaan buku tersebut terletak pada keberaniannya melihat persoalan pascakonflik secara lebih panjang.

“Konflik selalu menarik perhatian ketika darah masih mengalir. Setelah kekerasan berhenti dan masyarakat mulai menata kembali kehidupannya, perhatian pun perlahan menghilang. Seolah-olah sejarah berakhir ketika senjata diletakkan,” kata Ning Lia kepada nusainsider.com, Minggu (23/8/2026).

Menurutnya, justru pada fase setelah konflik berhenti terdapat proses panjang yang tidak kalah penting, yakni bagaimana masyarakat membangun kembali kepercayaan, memperbaiki hubungan sosial dan menciptakan ruang kehidupan bersama yang lebih damai.

Baca Juga :  Wow! UPP Kelas III Sapudi Kelola Anggaran 151M Untuk Kebutuhan Pelabuhan Laut

Ning Lia menilai gagasan tersebut memiliki keterkaitan dengan teori peacebuilding yang dikembangkan John Paul Lederach. Dalam bukunya BUILDING PEACE (1997), Lederach menekankan bahwa perdamaian tidak hanya lahir melalui kesepakatan politik, tetapi juga melalui pemulihan hubungan sosial dan tumbuhnya kembali kepercayaan di tengah masyarakat.

Dalam konteks tersebut, pesantren, organisasi kemasyarakatan dan forum lintas etnik dapat menjadi ruang penting untuk membangun kepercayaan baru.

Menurut Ning Lia, temuan dalam karya Abdur Rozaki tersebut juga memiliki irisan dengan gagasan Ashutosh Varshney dalam Ethnic Conflict and Civic Life (2002), khususnya mengenai pentingnya jejaring sipil lintas etnik dalam mencegah konflik.

Pengalaman diaspora Madura, lanjutnya, menunjukkan bahwa perdamaian tidak cukup hanya dibangun melalui slogan toleransi. Perdamaian membutuhkan interaksi sosial yang berlangsung secara berkelanjutan.

Meski memberikan apresiasi terhadap karya tersebut, Ning Lia mengaku masih perlu membaca secara lebih detail keseluruhan buku sebelum memberikan penilaian yang lebih jauh.

“Melihat optimisme buku ini, saya kira saya perlu membaca secara detail terlebih dahulu sebelum banyak berkomentar,” ujarnya.

Kehadiran Ning Lia dalam bedah buku tersebut sekaligus memperlihatkan pola aktivitasnya selama berada di Madura.

Baca Juga :  Ironi Dua Tambang: Legal di Raja Ampat, Ilegal di Sumenep

Sebagai senator yang mewakili Jawa Timur, ia tidak hanya datang untuk menyerap aspirasi dalam forum resmi, tetapi juga membuka ruang komunikasi melalui perjumpaan langsung dengan berbagai kalangan.

Mulai dari bertemu masyarakat, berdiskusi dengan pemuda dan aktivis, berkomunikasi dengan jurnalis, bersilaturahmi dengan pejabat dan pengusaha, hingga menghadiri forum yang melibatkan para kyai dan ulama.

Bagi seorang anggota DPD RI, pola kunjungan semacam ini menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan antara daerah dan pusat. Aspirasi yang muncul dari pertemuan langsung dengan masyarakat nantinya menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan fungsi representasi di Senayan.

Di tengah padatnya aktivitas politik dan pemerintahan, kehadiran senator di daerah pemilihan juga menjadi penanda bahwa representasi politik tidak berhenti di ruang sidang parlemen.

Dan sepanjang 2026, Madura tampaknya menjadi salah satu wilayah yang cukup sering menjadi ruang perjumpaan Ning Lia dengan masyarakat Jawa Timur.

Dari ujung timur Sumenep hingga wilayah Madura lainnya, kehadiran Ning Lia bukan hanya soal agenda reses. Lebih jauh, kunjungan tersebut menunjukkan upaya membangun kedekatan, mendengar langsung suara masyarakat dan menjaga komunikasi dengan para tokoh yang memiliki pengaruh penting dalam kehidupan sosial Madura.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa
PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah
Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern
Membeli Sama dengan Berbagi, Central 88 Gold and Jewellery Dedikasikan Hasil Usaha untuk Yatim
Ning Lia Dinilai Inspiratif, Raih Penghargaan Leadership dan Community Empowerment
JJS Gayam Pecah! Ribuan Warga Padati Jalan, Doorprize Jadi Magnet
Eduwisata ke Markas TNI, Siswa SLBN Bugih Dapat Pengalaman Belajar Penuh Makna
Wacana Sumenep Kepulauan Menguat, Hosnan: Harus Berdampak pada Kebijakan Pembangunan

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:39 WIB

KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:29 WIB

PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:28 WIB

Membeli Sama dengan Berbagi, Central 88 Gold and Jewellery Dedikasikan Hasil Usaha untuk Yatim

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:52 WIB

JJS Gayam Pecah! Ribuan Warga Padati Jalan, Doorprize Jadi Magnet

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:32 WIB

Eduwisata ke Markas TNI, Siswa SLBN Bugih Dapat Pengalaman Belajar Penuh Makna

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Wacana Sumenep Kepulauan Menguat, Hosnan: Harus Berdampak pada Kebijakan Pembangunan

Berita Terbaru