Ketahanan Pangan Jungkat Disorot, FPR Desak Audit Dana Desa Rp200 Juta

Senin, 15 September 2025 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ketua FPR Sumenep

Foto. Ketua FPR Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com — Forum Pemuda Raas (FPR) menyoroti pengelolaan anggaran ketahanan pangan di Desa Jungkat, Kecamatan Raas. FPR menduga aset kandang kambing yang diklaim sebagai milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebenarnya berasal dari bantuan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Kangean Energy Indonesia (KEI).

Berdasarkan laporan yang diterima, BUMDes Jungkat memperoleh alokasi sekitar Rp200 juta dari Dana Desa (DD), yang 20 persen wajib digunakan untuk program ketahanan pangan.

Namun, realisasi di lapangan dinilai janggal. Alih-alih membangun kandang baru, BUMDes justru diduga melaporkan kandang lama bantuan KEI sebagai aset sendiri.

Ketua Umum FPR Sumenep, Ludfilullah, mengecam dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut.

Baca Juga :  Disdik Sumenep Mantapkan Pendidikan Berkarakter untuk Indonesia Emas 2045

Menurutnya, pengelolaan dana publik harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“FPR melihat ini sebagai indikasi penyimpangan. Dana sebesar Rp200 juta tidak semestinya digunakan untuk mengklaim kandang lama milik KEI. Itu bentuk pelecehan terhadap kepentingan masyarakat,” tegas Ludfilullah, Minggu (15/9).

Ia juga mengingatkan seluruh BUMDes di Kecamatan Raas agar tidak main-main dengan program ketahanan pangan.

“Jangan jadikan program ini tameng untuk menghabiskan uang rakyat tanpa hasil nyata. FPR mendesak adanya audit terbuka agar BUMDes benar-benar menjadi penggerak ekonomi desa, bukan sekadar proyek akal-akalan,” lanjutnya.

Lebih jauh, FPR meminta Inspektorat Kabupaten Sumenep, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), hingga aparat penegak hukum segera turun tangan menyelidiki dugaan penyimpangan tersebut.

“Kami mendesak inspektorat, DPMD, dan aparat hukum bertindak cepat. Bila terbukti ada penyalahgunaan, proses hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” ujar Ludfilullah.

FPR menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam menghadapi praktik semacam ini. Mereka berkomitmen mengawal program ketahanan pangan agar tidak dijadikan bancakan pihak tak bertanggung jawab.

“Ini soal hak rakyat. Jangan biarkan BUMDes hanya jadi etalase pencitraan, sementara masyarakat tak benar-benar menikmati manfaatnya,” pungkasnya.

Menanggapi sorotan tersebut, Penanggung Jawab (PJ) Kepala Desa Jungkat menyatakan pemerintah desa hanya bertugas mengalokasikan anggaran Dana Desa sebesar 20 persen kepada BUMDes, sedangkan pengelolaan teknis sepenuhnya menjadi kewenangan BUMDes.

“Tugas saya hanya menggelontorkan Dana Desa 20 persen untuk ketahanan pangan ke BUMDes. Soal teknis kegiatan, BUMDes yang lebih tahu,” jelasnya.

Sementara itu, pihak BUMDes Jungkat membantah tudingan bahwa seluruh kandang yang ada merupakan bantuan lama dari KEI. Mereka menyebut ada pembangunan baru yang bisa dibuktikan di lapangan.

“Kandang itu tidak semuanya bekas, sebagian ada yang baru. Silakan cek ke lokasi. Untuk Desa Jungkat, dana yang dikelola sebesar Rp140 juta dari alokasi ketahanan pangan. Perlu diketahui juga, Dana Desa Jungkat termasuk yang paling kecil,” terang pihak BUMDes.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK
Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan
LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya
Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah
Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas
Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:07 WIB

LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Berita Terbaru