Senator Jilbab Ijo, Simbol Kelembutan dan Ketegasan Perempuan Asal Jatim

Senin, 6 Oktober 2025 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota DPD/MPR RI Neng Lia saat jalan-jalan santai di pedesaan beberapa Hari lalu.

Foto. Anggota DPD/MPR RI Neng Lia saat jalan-jalan santai di pedesaan beberapa Hari lalu.

JAWA TIMUR, nusainsider.com  Sosok Senator Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, kembali menarik perhatian publik lewat kesederhanaan yang memancarkan wibawa.

Dalam sebuah momen di pedesaan, ia tampak anggun mengenakan batik biru berpadu hijab lembut, berjalan santai di jalan kecil di antara hamparan hijau yang menyejukkan.

Pemandangan itu tak sekadar menunjukkan penampilan luar, tetapi juga memantulkan karakter khas seorang perempuan pemimpin yang rendah hati dan dekat dengan rakyat. Di tengah dunia politik yang kerap keras, sosok Ning Lia tampil sebagai oase yang menenangkan.

Keanggunannya berpadu dengan sikap bersahaja, mencerminkan harmoni antara nilai-nilai tradisi dan semangat modern.

Ia tidak hanya dikenal karena jabatan sebagai anggota DPD RI, tetapi juga karena kiprahnya yang konsisten turun langsung ke masyarakat, menyapa, dan mendengarkan aspirasi mereka.

“Berpolitik bagi saya bukan soal jabatan, tapi soal pengabdian. Setiap langkah harus membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar Ning Lia dalam beberapa kesempatan.

Kalimat sederhana itu menjadi prinsip hidup yang ia pegang teguh sejak awal meniti karier di ranah publik.

Sebagai figur politik perempuan, Ning Lia menempatkan dirinya bukan di atas, tetapi di tengah-tengah masyarakat. Ia hadir dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, hingga pemberdayaan perempuan di berbagai daerah di Jawa Timur. Semua dilakukan dengan ketulusan, bukan pencitraan.

Baca Juga :  Cara Bupati Sumenep Sukseskan Puncak Event Sunmori Funbike 2023

Dalam berbagai momen, Ning Lia sering tampak berbaur tanpa jarak. Ia mendatangi warga desa, menyalami ibu-ibu, mendengarkan keluh kesah petani, dan memberi semangat kepada generasi muda.

Semua dilakukan dengan gaya khasnya yang ramah, hangat, dan tanpa formalitas berlebihan.

Sikapnya yang humanis membuat banyak orang merasa nyaman dan dihargai. Tak heran jika nama Ning Lia sering disebut sebagai representasi“Perempuan Politik Berhati Nurani”.

Ia bukan hanya berbicara tentang perubahan, tapi juga menjadi bagian dari perubahan itu sendiri.

Dengan latar belakang keluarga ulama besar di Jawa Timur, Ning Lia tumbuh dalam lingkungan yang sarat nilai moral dan spiritual. Hal inilah yang membentuk pandangannya tentang pentingnya keseimbangan antara dunia dan akhirat, antara ambisi dan pengabdian.

Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa kekuatan perempuan bukan hanya terletak pada kemampuan intelektual, tetapi juga pada ketulusan dan empati. Bagi Ning Lia, perempuan bisa menjadi agen perubahan tanpa kehilangan kelembutan dan keanggunan.

Baca Juga :  DPD RI Soroti Premanisme Keuangan: Oknum Ormas Dituding Bekingi Nasabah Leasing

Gaya busana Ning Lia yang memadukan batik tradisional dengan sentuhan modern menjadi simbol keseimbangannya sebagai figur perempuan inspiratif.

Ia menunjukkan bahwa perempuan Indonesia bisa tampil berkelas tanpa harus meninggalkan akar budaya dan identitasnya.

Sikap tenang dan tutur kata lembutnya sering kali membuat audiens terdiam penuh hormat ketika ia berbicara di forum-forum resmi. Namun di balik kelembutannya, tersimpan ketegasan dalam prinsip dan komitmen memperjuangkan kepentingan rakyat.

Dalam perjalanan kariernya, Ning Lia telah membuktikan bahwa politik bisa dijalani dengan hati. Ia menolak keras praktik-praktik politik transaksional dan lebih memilih jalan pengabdian yang tulus.

“Kekuasaan tanpa nilai moral hanya akan melahirkan ketimpangan,” tuturnya.

Tidak sedikit kalangan muda, terutama perempuan, yang menjadikan Ning Lia sebagai inspirasi.

Ia memberi contoh bahwa berpolitik bukan berarti harus kehilangan jati diri atau meninggalkan nilai-nilai kesantunan. Justru, perempuan bisa memperhalus wajah politik dengan sentuhan empati dan kepedulian.

Kiprah Ning Lia di DPD RI pun selalu identik dengan isu-isu sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Ia aktif memperjuangkan program yang berpihak pada kaum perempuan, pelajar, dan kelompok rentan. Baginya, pembangunan yang ideal harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga :  Senator Ning Lia: Magang Bergaji Kemenaker Jadi Jembatan Menuju Dunia Kerja Nyata

Di berbagai forum publik, Ning Lia tidak hanya berbicara tentang kebijakan, tetapi juga mengingatkan pentingnya spiritualitas dan moralitas dalam kehidupan berbangsa.

“Pemimpin sejati adalah yang mampu menjaga keseimbangan antara pikiran, hati, dan tindakan,” ucapnya dalam satu sesi dialog kebangsaan.

Nilai-nilai itu menjadi fondasi yang membuat sosok Ning Lia selalu menonjol, bukan karena sensasi, melainkan karena konsistensi. Ia bukan tipe politisi yang mengejar popularitas sesaat, tetapi pemimpin yang berupaya menanam kebaikan jangka panjang.

Di tengah hiruk pikuk dunia politik yang sering kali keras dan penuh intrik, kehadiran Ning Lia membawa nuansa berbeda. Ia membuktikan bahwa perempuan Indonesia bisa tampil kuat, berkelas, dan tetap bersahaja tanpa kehilangan jati diri.

Keanggunan yang berpadu dengan ketegasan membuatnya layak dijadikan teladan. Di saat banyak figur publik tampil dengan citra artifisial, Ning Lia justru memperlihatkan keindahan dalam kesederhanaan.

Ia menegaskan bahwa kekuatan sejati tidak datang dari panggung, melainkan dari hati yang tulus melayani.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Soirée Gigs Vol. 2 Hadir di Rooftop Surabaya, Orkes Silampukau Siap Bikin Malam Makin Berkesan
Bukan Cuma Bansos, DTSEN Tak Akurat Bisa Berdampak ke KIP Kuliah
Piala AF Sport U-17 Digelar Oktober, Bupati Fauzi Bidik Lahirnya Bibit Pemain Profesional
Kapolresta Sumenep Peduli Warga Kekeringan, Dua Truk Tangki Air Dikirim ke Batuputih
Resmi Dimulai, PBAK 2026 STIT Aqidah Usymuni Jadi Gerbang Awal Mahasiswa Baru
Buronan Kasus Penganiayaan di Batuputih Diciduk Tim Resmob, Begini Kronologinya
Sumenep dalam Gemerlap Dunia Hiburan yang Tidak Sehat, Perlahan akan Terbongkar!
Tak Mau MoU Berhenti di Seremoni, Sumenep–Blitar Bidik Kerja Sama Konkret

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 13:44 WIB

Soirée Gigs Vol. 2 Hadir di Rooftop Surabaya, Orkes Silampukau Siap Bikin Malam Makin Berkesan

Selasa, 22 September 2026 - 10:48 WIB

Bukan Cuma Bansos, DTSEN Tak Akurat Bisa Berdampak ke KIP Kuliah

Selasa, 22 September 2026 - 05:19 WIB

Piala AF Sport U-17 Digelar Oktober, Bupati Fauzi Bidik Lahirnya Bibit Pemain Profesional

Senin, 21 September 2026 - 23:12 WIB

Kapolresta Sumenep Peduli Warga Kekeringan, Dua Truk Tangki Air Dikirim ke Batuputih

Senin, 21 September 2026 - 19:00 WIB

Resmi Dimulai, PBAK 2026 STIT Aqidah Usymuni Jadi Gerbang Awal Mahasiswa Baru

Senin, 21 September 2026 - 14:47 WIB

Sumenep dalam Gemerlap Dunia Hiburan yang Tidak Sehat, Perlahan akan Terbongkar!

Senin, 21 September 2026 - 14:39 WIB

Tak Mau MoU Berhenti di Seremoni, Sumenep–Blitar Bidik Kerja Sama Konkret

Senin, 21 September 2026 - 13:44 WIB

Saring Sebelum Sharing, UNESA Edukasi Warga Telang Tangkal Hoaks di Era Digital

Berita Terbaru