Lia Istifhama: Demokrasi Substansial Lahir dari Hati yang Mengabdi, Bukan Ambisi Kekuasaan

Kamis, 6 November 2025 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. DPD RI Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I

Foto. DPD RI Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I

SURABAYA, nusainsider.com — Politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi seni untuk mengabdi dengan hati. Pesan penuh makna itu disampaikan Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, dalam kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat bertema “Penguatan Demokrasi Substansial Berdasarkan Pancasila” bersama mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya.

Acara berlangsung di Kantor Perwakilan DPD RI Jawa Timur, Surabaya, Kamis (6/11/2025), hasil kerja sama antara DPD RI Jawa Timur dan Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur. Hadir pula Ketua Ombudsman Jatim, Agus Muttaqin, dan Kepala Kantor DPD RI Jawa Timur, Roni Suharso.

Dalam forum tersebut, Lia Istifhama, yang akrab disapa Ning Lia, mengajak mahasiswa memahami politik sebagai ruang pengabdian yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Ia menekankan pentingnya kesadaran generasi muda untuk mengambil peran strategis dalam membangun demokrasi yang substansial.

“Politik itu bukan kotor. Justru politik bisa menjadi sarana manfaat untuk keberlangsungan bangsa. Kita harus memahami politik sebagai jalan pengabdian, bukan sekadar pencapaian posisi,” tegas Ning Lia di hadapan para mahasiswa.

Sebagai senator yang dikenal aktif di berbagai forum intelektual, Ning Lia memperkenalkan konsep SENI (Strategi, Equety, Nation, Integritas). Konsep ini menurutnya menjadi kerangka moral dan intelektual dalam menjalankan politik yang beretika dan berkeadilan.

“Dunia politik itu seni. Ada keindahan ketika dijalankan dengan keadilan, cinta tanah air, dan kejujuran. Politik tanpa seni justru kaku dan kehilangan arah pengabdian,” jelasnya.

Putri ulama karismatik KH Maskur Hasyim ini menilai politik sejati adalah seni mengelola perbedaan demi kebaikan bersama.

Baca Juga :  68 Tahun Hidup di Keluarga, Lia Istifhama Minta Negara Serius Bangun Ketahanan Bangsa

Ia menegaskan, seni dalam politik bukan tentang kepura-puraan, tetapi tentang kemampuan menjaga harmoni di tengah keberagaman tanpa kehilangan idealisme dan etika.

Lebih jauh, Ning Lia menekankan bahwa demokrasi substansial harus dimaknai lebih dari sekadar formalitas pemilihan umum. Demokrasi sejati, ujarnya, lahir dari penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan publik dan perilaku politik.

“Demokrasi bukan sekadar pemilu lima tahunan. Demokrasi substansial adalah bagaimana nilai Pancasila dihidupkan dalam pelayanan publik dan kebijakan yang berpihak pada rakyat,” paparnya.

Senator yang dikenal humanis ini juga menyinggung pentingnya peran perempuan dalam dunia politik. Ia menegaskan, keterlibatan perempuan bukan semata demi kesetaraan, tetapi untuk memperkaya nilai etika dan empati dalam pengambilan keputusan.

“Perempuan harus punya keberanian dan semangat. Kesetaraan bukan soal menyaingi laki-laki, tetapi bagaimana berkontribusi dengan empati dan kejujuran. Politik yang beretika memerlukan sentuhan kelembutan perempuan,” ucapnya.

Sebagai Wakil Rakyat Terpopuler dan Paling Disukai di Jawa Timur versi ARCI 2025, Ning Lia menilai bahwa generasi muda, khususnya Gen Z, memiliki potensi besar membangun politik yang bersih dan berintegritas. Karena itu, ia mengajak mahasiswa agar tidak alergi terhadap politik.

“Jangan terjebak pada stigma negatif. Politik bisa menjadi ruang perubahan jika dijalankan dengan niat baik,” katanya.

Dalam era digital, lanjut Ning Lia, media sosial menjadi alat penting untuk menyebarkan gagasan politik yang positif. Ia mendorong mahasiswa agar menggunakan platform seperti TikTok dan Instagram bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk edukasi publik.

“Gunakan media sosial untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan, etika, dan semangat kebangsaan. Politik yang cerdas dimulai dari keberanian berbicara dengan santun,” tambahnya.

Ning Lia juga berbagi kisah pribadi tentang dinamika dunia politik yang ia jalani. Ia mengaku bahwa perjalanan sebagai senator tidak lepas dari pengorbanan, namun menjadi bermakna ketika dijalankan dengan niat tulus.

“Dalam politik, banyak hal yang harus dikorbankan. Tapi kalau niatnya membantu orang lain, semua itu menjadi ibadah,” ujarnya dengan senyum hangat.

Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa FISIP UB antusias menanggapi pandangan Ning Lia. Beberapa di antara mereka menyampaikan harapan agar generasi muda diberi ruang lebih besar dalam proses politik yang berorientasi pada nilai, bukan sekadar kekuasaan.

Baca Juga :  Senator Lia Istifhama Dorong UMKM HKTI Sidoarjo Perkuat Kolaborasi dan Ciptakan Nilai Sosial dalam Ekonomi

Menutup kegiatan, Ning Lia mengingatkan bahwa pembangunan bangsa harus berangkat dari nilai kemanusiaan dan keadilan sosial sebagaimana terkandung dalam Pancasila. Ia menegaskan, demokrasi sejati bukan tentang siapa yang berkuasa, melainkan bagaimana rakyat merasakan keadilan.

“Demokrasi yang sehat tidak hanya soal perebutan kekuasaan, tetapi bagaimana bangsa ini tumbuh dengan adil, beretika, dan bermartabat,” pungkasnya.

Melalui forum ini, Ning Lia berharap mahasiswa memahami bahwa politik adalah seni pengabdian berbasis nilai. Dengan semangat Pancasila, generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan menuju Indonesia yang lebih beretika dan berkeadilan.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Cacat Substantif Pencalonan Presiden dan/atau Wakil Presiden yang Terungkap Setelah Pelantikan: Perspektif Hukum Tata Negara
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP
Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026
Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember
100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang
Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat
Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Cacat Substantif Pencalonan Presiden dan/atau Wakil Presiden yang Terungkap Setelah Pelantikan: Perspektif Hukum Tata Negara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Berita Terbaru