Menulis untuk Peradaban: Nusainsider.com Hadirkan Sekolah Kepenulisan di Kampus STITA

Senin, 22 Desember 2025 - 16:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Sekolah kepenulisan Media nusainsider.com Senin 22 Desember 2025

Foto. Sekolah kepenulisan Media nusainsider.com Senin 22 Desember 2025

SUMENEP, nusainsider.com — Media nusainsider.com menggelar kegiatan Sekolah Kepenulisan dengan mengusung tema “Menulis, Mengolah Pemikiran, dan Membangun Peradaban”, Senin (22/12/2025).

Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA) dan diikuti oleh puluhan peserta dari kalangan mahasiswa.

Sekolah kepenulisan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai teknik menulis yang baik dan benar sesuai dengan kaidah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), sekaligus mendorong lahirnya tradisi literasi di lingkungan akademik.

Pemateri kegiatan, Febry Al Mabruri, menekankan bahwa setiap orang sejatinya memiliki potensi besar untuk menulis.

Namun, potensi tersebut sangat bergantung pada sejauh mana seseorang menyerap pengetahuan dan menuangkannya ke dalam karya tulis.

“Setiap dari kita memiliki potensi untuk menulis. Besarnya potensi itu sangat bergantung pada apa yang kita serap dan bagaimana kita menuangkannya menjadi untaian karya tulis,” ujar Febry saat memotivasi peserta di sela-sela materinya, Senin 22 Desember 2025.

Ia juga menyampaikan pernyataan yang cukup tegas untuk menggugah kesadaran literasi peserta.

“Orang yang membaca, tetapi tidak melahirkan tulisan, berarti dia gila,” tegasnya.

Menurut Febry, pernyataan tersebut dimaksudkan sebagai kritik terhadap kebiasaan membaca tanpa proses refleksi.

Baca Juga :  Apel Akbar Buruh Sumenep: Polri dan Pekerja Satukan Langkah Jaga Negeri

Seseorang yang membaca namun tidak menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan, lanjut dia, ibarat hidup tanpa makna karena pengetahuan yang diperoleh tidak diolah dan tidak memberikan dampak.

“Lebih parah lagi jika ada orang yang menulis tetapi tidak membaca, itu sama dengan orang gila kuadrat. Karena ia menulis tanpa pandangan dan rujukan yang kuat, sehingga tulisannya berpotensi tidak berkualitas dan jauh dari kebenaran,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Febry menjelaskan bahwa menulis bukan sekadar aktivitas menuangkan kata, melainkan proses berpikir kritis, mengolah gagasan, serta membangun kesadaran intelektual.

Baca Juga :  Ambruknya Mega Proyek PATM, Warga Pasongsongan Dukung Aktivis Desak Polda Jatim

Melalui tulisan, kata dia, seseorang dapat berkontribusi dalam membangun peradaban dan menyampaikan nilai-nilai kebenaran kepada masyarakat luas.

Sementara itu, Miftahul Arifin, Ketua Panitia Workshop Jurnalistik, menyampaikan bahwa kegiatan Sekolah Kepenulisan ini merupakan bagian dari komitmen nusainsider.com dalam meningkatkan minat baca dan tulis di kalangan mahasiswa.

“Kegiatan ini kami gagas sebagai ruang belajar bersama agar mahasiswa tidak hanya menjadi pembaca pasif, tetapi juga mampu menuangkan gagasan kritisnya dalam bentuk tulisan yang berkualitas,” ujarnya.

Selain itu, Miftah sapaan akrabnya menambahkan bahwa sekolah kepenulisan ini diharapkan mampu melahirkan penulis-penulis muda yang berintegritas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik, khususnya di era digital yang penuh dengan arus informasi instan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, nusainsider.com berharap budaya literasi di lingkungan kampus semakin tumbuh dan menjadi fondasi lahirnya generasi intelektual yang mampu berpikir tajam serta berkontribusi nyata bagi masyarakat,”Tutupnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru