Akses Pendidikan dan Pertanian Terancam, Warga Montorna Perbaiki Jalan Sendiri

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Swadaya perbaikan Jalan di desa Montorna kabupaten Sumenep

Foto. Swadaya perbaikan Jalan di desa Montorna kabupaten Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com — Warga Desa Montorna menunjukkan kepedulian dan kekompakan dengan bergotong royong melakukan perbaikan jalan desa melalui iuran swadaya.

Jalan yang diperbaiki tersebut merupakan akses utama transportasi warga, baik untuk kegiatan sehari-hari, pendidikan, maupun sektor pertanian.

Kondisi jalan yang rusak parah selama bertahun-tahun menimbulkan keprihatinan mendalam. Terlebih saat musim hujan, jalan tersebut nyaris tidak dapat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Hal ini sangat menyulitkan aktivitas warga dan berdampak langsung pada perekonomian serta akses pendidikan anak-anak.

“Kondisi jalan ini sangat memprihatinkan. Saat hujan, kendaraan tidak bisa lewat sama sekali. Kasihan warga,” ujar Atiqurrahman, koordinator penggalangan dana perbaikan jalan, kepada wartawan.

Atiqurrahman menuturkan, gerakan iuran warga ini terpaksa dilakukan karena terlalu lama menunggu perhatian pemerintah.

Baca Juga :  Dana PKH Diduga Dipotong Sejak 2020, Warga Mantajun Tuntut Keadilan

Baik pemerintah desa melalui Dana Desa (DD), maupun bantuan dari pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat, belum kunjung terealisasi.

“Kita sudah terlalu lama menunggu perhatian pemerintah. Baik dari pemerintah desa dengan anggaran Dana Desa, maupun dari pemerintah kabupaten, provinsi, bahkan pusat. Karena itu warga berinisiatif bergerak sendiri,” ungkapnya.

Ia bersyukur, antusiasme warga sangat tinggi. Selain iuran dari masyarakat setempat, perbaikan jalan ini juga mendapat dukungan dari Tim Korda 4 Relawan Hairul Anwar yang ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana.

“Alhamdulillah warga kompak. Dengan segala keterbatasan, semoga perbaikan jalan ini bisa membantu aktivitas warga. Namun kami tetap berharap pemerintah desa, dengan Dana Desa yang hampir Rp2 miliar setiap tahunnya, bisa memberikan perhatian. Begitu juga pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” tambahnya.

Warga berharap, upaya swadaya ini menjadi pengingat bahwa kebutuhan infrastruktur dasar masih menjadi persoalan serius di desa mereka. Atiqurrahman pun menutup dengan seruan penuh makna,

“Salam Belum Merdeka!”

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP
Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026
Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember
100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang
Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat
Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas
Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Berita Terbaru