Di Tengah Antrian Panjang Solar dan Pertalite, Aktivitas Pengisian Jerigen Diduga Marak di SPBU Sumenep

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. SPBU Ganding Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur dan Penampakan Pemindahan Jerigen ke Mobil Pick Up

Foto. SPBU Ganding Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur dan Penampakan Pemindahan Jerigen ke Mobil Pick Up

SUMENEP, nusainsider.com Di tengah kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Bio Solar yang masih dikeluhkan masyarakat Kabupaten Sumenep dalam beberapa pekan terakhir, muncul dugaan praktik pengisian BBM menggunakan jerigen secara massal di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta di Kecamatan Ganding.

Aktivitas tersebut disebut berlangsung pada malam hari, bahkan saat antrean kendaraan masih mengular hingga mengganggu arus lalu lintas di sepanjang jalan sekitar SPBU.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan serta laporan sejumlah warga, dugaan pengisian BBM subsidi menggunakan jerigen dilakukan secara terbuka ketika kondisi SPBU masih ramai. Sejumlah jerigen disebut diangkut dan dipindahkan ke kendaraan yang terparkir di area halaman SPBU.

Baca Juga :  JSI Desak Presiden Prabowo Hentikan Sementara MBG di Madura: Dinilai Ancam Gizi Anak dan APBN

Memanfaatkan situasi malam hari, sejumlah orang terlihat memindahkan BBM dari dispenser pengisian ke dalam puluhan jerigen yang telah tersusun rapi di atas kendaraan roda tiga maupun pikap.

Seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Menurutnya, masyarakat umum justru mengalami kesulitan mendapatkan BBM subsidi di tengah keterbatasan pasokan yang terjadi saat ini.

“Kami antre dari pagi kadang tidak kebagian, alasannya stok habis. Tapi kalau malam justru ada aktivitas pengisian jerigen dalam jumlah besar. Seharusnya di tengah kelangkaan Pertalite dan Bio Solar seperti sekarang, kepentingan masyarakat luas lebih diutamakan, bukan malah melayani pihak tertentu yang diduga mencari keuntungan,” ujarnya.

Warga juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi. Di tengah terganggunya aktivitas masyarakat, nelayan kecil, hingga pelaku usaha mikro akibat sulitnya memperoleh BBM, praktik semacam itu dinilai mencederai rasa keadilan.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Festival! FESTAPORA 2026 Dorong Budaya, UMKM dan Pariwisata Pesisir Sumenep

Mengacu pada ketentuan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, pembelian BBM bersubsidi menggunakan jerigen tanpa surat rekomendasi resmi dari instansi berwenang tidak diperbolehkan.

Apabila dilakukan tanpa mekanisme yang sesuai aturan, terlebih di tengah kondisi kelangkaan, tindakan tersebut berpotensi memperburuk distribusi BBM bersubsidi dan dapat menjadi objek penindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menyikapi persoalan ini, sejumlah aktivis dan elemen masyarakat sipil di Kabupaten Sumenep mendesak pemerintah daerah dan aparat terkait untuk segera mengambil langkah konkret.

Baca Juga :  UMKM, Wahana, dan Musik: Warna-warni Hiburan Rakyat Batang-batang Sepanjang Malam

Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan SPBU di daerah, Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan penyelidikan atas dugaan pelanggaran distribusi BBM subsidi, serta PT Pertamina Patra Niaga memberikan sanksi tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran dalam proses penyaluran BBM bersubsidi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU swasta yang dimaksud belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengisian BBM menggunakan jerigen pada malam hari tersebut.

Masyarakat berharap adanya transparansi, pengawasan yang lebih ketat, serta tindakan nyata dari pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum agar distribusi BBM subsidi di Kabupaten Sumenep dapat kembali berjalan normal, tepat sasaran, dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Karnaval HUT RI ke-81 di Pasean, RA Nahdlatul Athfal Suguhkan Kostum Kreatif dan Nuansa Budaya Madura
Harga Tembakau hingga Rp72 Ribu, Bos HM Minta Petani Jangan Panen Terlalu Muda
Dari Perjuangan ke Pembangunan, Pesan Bupati Fauzi di Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI
Bukan Sekadar Jurnalis, Ini Jejak Hairul Anam di Dunia Literasi, Akademik dan Media
Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep Agar Cerdas dan Bijak Gunakan AI
Hadapi Gejolak Global, Said Abdullah Minta Menkeu dan Gubernur BI Rumuskan Kebijakan Inti
GEND-ILE Resmi Hadir di Pagendingan, Inovasi Digital KKN UIN Madura Permudah Layanan Desa
RAPBD Perubahan 2026 Masuk Tahap Pembahasan, Sumenep Bidik Penguatan PAD

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Karnaval HUT RI ke-81 di Pasean, RA Nahdlatul Athfal Suguhkan Kostum Kreatif dan Nuansa Budaya Madura

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Harga Tembakau hingga Rp72 Ribu, Bos HM Minta Petani Jangan Panen Terlalu Muda

Kamis, 20 Agustus 2026 - 02:38 WIB

Dari Perjuangan ke Pembangunan, Pesan Bupati Fauzi di Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:46 WIB

Bukan Sekadar Jurnalis, Ini Jejak Hairul Anam di Dunia Literasi, Akademik dan Media

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep Agar Cerdas dan Bijak Gunakan AI

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:47 WIB

GEND-ILE Resmi Hadir di Pagendingan, Inovasi Digital KKN UIN Madura Permudah Layanan Desa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:41 WIB

RAPBD Perubahan 2026 Masuk Tahap Pembahasan, Sumenep Bidik Penguatan PAD

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Isi Kemerdekaan dengan Kepedulian, Tank Oreng Center Sasar Pelajar Sekolah Swasta di Sapudi

Berita Terbaru