SUMENEP, nusainsider.com — Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Sumenep membuat warga Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, harus berjuang mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut telah dirasakan masyarakat sejak Juli hingga awal Oktober 2026.
Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memperkuat langkah tanggap darurat kekeringan dengan merespons cepat kebutuhan air bersih warga di wilayah terdampak.
Bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep dan Kodim 0827/Sumenep, bantuan pasokan air bersih mulai disalurkan kepada masyarakat Desa Langsar, Senin (5/10/2026).
Penyaluran tersebut merupakan bagian dari gerakan distribusi 1,2 juta liter air bersih yang diinisiasi BAZNAS Provinsi Jawa Timur secara serentak di sejumlah kabupaten/kota.
Bagi masyarakat Desa Langsar, bantuan tersebut menjadi angin segar. Selama kemarau berlangsung, warga terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi wongsojudo menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk ketersediaan air bersih, merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, terlebih ketika masyarakat menghadapi dampak krisis iklim.
“Pemerintah harus bertindak cepat memberikan solusi nyata ketika warga mengalami krisis air. Langkah ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan komitmen kita bersama untuk memastikan kebutuhan pokok harian masyarakat tetap terjamin sepanjang musim kemarau,” ujar Fauzi saat meninjau penyaluran bantuan.
Menurutnya, penanganan kekeringan tidak cukup hanya dilakukan secara reaktif. Pemerintah perlu memiliki pemetaan wilayah rawan kekeringan yang akurat agar distribusi bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

“Kami minta BPBD dan BAZNAS terus memantau titik-titik yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem. Langkah penanganan akan terus disesuaikan dengan fakta di lapangan supaya bantuan yang dikirim benar-benar efektif dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan penyaluran air bersih tersebut turut dihadiri Babinsa Koramil 0827/06 Saronggi, pimpinan BPBD Sumenep, jajaran pengurus BAZNAS, Camat Saronggi, Kepala Desa Langsar serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sumenep.
Sinergi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat penanganan dampak kemarau panjang, mulai dari tingkat provinsi hingga desa.
Sementara itu, Babinsa Koramil 0827/06 Saronggi, Kopda Sugianto, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air akibat kemarau.
“Kami berupaya membantu warga yang terdampak kekeringan. Mudah-mudahan bantuan air bersih ini bisa meringankan kebutuhan masyarakat, terutama untuk keperluan sehari-hari,” kata Sugianto.
Ia menambahkan, kolaborasi antara Pemkab Sumenep, BAZNAS dan unsur TNI merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga di wilayah yang terdampak kekeringan.
Menurutnya, distribusi air bersih diharapkan dapat membantu mengurangi beban warga yang selama ini harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Dengan adanya bantuan ini, setidaknya kebutuhan air warga bisa sedikit terbantu. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait apabila masih ada wilayah lain yang membutuhkan bantuan,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Wafa
















