66 Rumah Tak Layak Huni Disulap Jadi Hunian Nyaman, Pemkab-Baznas Sumenep Perkuat Pengentasan Kemiskinan

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto kolaborasi Pemkab bersama Baznas Sumenep bangun 66 Rumah Hunian sepanjang 2026.

Foto kolaborasi Pemkab bersama Baznas Sumenep bangun 66 Rumah Hunian sepanjang 2026.

SUMENEP, nusainsider.com Sebanyak 66 keluarga kurang mampu di Kabupaten Sumenep kini dapat menikmati hunian yang lebih aman, sehat, dan layak huni setelah rumah mereka diperbaiki melalui program Rumah Layak Huni yang dijalankan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumenep bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.

Program yang digulirkan sepanjang Januari hingga Juni 2026 itu menjadi salah satu instrumen nyata pengentasan kemiskinan di daerah, dengan total anggaran mencapai Rp1,089 miliar.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, penyediaan rumah layak huni merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat keadilan sosial.

“Program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan, sekaligus upaya menghadirkan keadilan sosial melalui penyediaan hunian yang layak,” ujar Bupati kepada Media Center, Senin (6/7/2026).

Menurutnya, rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat berteduh, tetapi juga menjadi kebutuhan dasar yang menentukan kualitas hidup sebuah keluarga.

Baca Juga :  Kabar Baik, Pemeriksaan kesehatan Calon Anggota KPPS Sumenep di Gratiskan

Karena itu, sinergi antara Pemkab Sumenep dan Baznas dinilai menjadi langkah strategis untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan, sekaligus menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat, aman, dan produktif bagi masyarakat.

“Program perbaikan rumah yang dilaksanakan Baznas ini sangat membantu masyarakat, karena bantuannya tidak hanya memperbaiki bangunan fisik rumah, tetapi juga memberikan harapan baru bagi keluarga penerima untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Data Baznas Sumenep menunjukkan, sepanjang semester pertama 2026 telah dilakukan perbaikan terhadap 66 unit rumah tidak layak huni. Rinciannya, Januari sebanyak 13 unit, Februari 15 unit, Maret 5 unit, April 14 unit, Mei 10 unit, dan Juni sebanyak 9 unit.

Baca Juga :  Babak Kelam PWI Sumenep: Surat Suara Diduga Dimanipulasi

Bupati yang akrab disapa Cak Fauzi itu menilai pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi dan gotong royong seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, Baznas telah membuktikan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan program-program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat bawah.

Pemkab Sumenep pun berharap Baznas terus memperluas cakupan program pemberdayaan, mulai dari sektor pendidikan, layanan kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat hingga berbagai program sosial lainnya.

“Kami ingin sinergi ini mampu menghadirkan berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, serta mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Cak Fauzi berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan Baznas dapat terus diperkuat, sehingga semakin banyak warga kurang mampu yang terbantu dan memiliki kesempatan hidup yang lebih layak melalui akses terhadap hunian yang aman, sehat, dan manusiawi.

Loading

Berita Terkait

Bukan Sekadar Festival! FESTAPORA 2026 Dorong Budaya, UMKM dan Pariwisata Pesisir Sumenep
FR Klaim Kantongi SIPPM, Legalitas Rawat Inap dan STR Dipertanyakan
Bahas Transportasi Kepulauan, Bupati Sumenep Temui Kementerian Perhubungan di Jakarta
Bupati Fauzi: Festival Sepeda Hias Wujud Gotong Royong dan Cinta Tanah Air
Musyawarah Gapoktan Paseyan Tetapkan Yusuf sebagai Ketua Periode 2026–2031
Dari Perjuangan ke Pembangunan, Pesan Bupati Fauzi di Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI
Talenta Muda Mulai Dibidik, KSMI Pamekasan Siapkan Regenerasi Atlet Porprov
Kasus Dugaan Penggelapan FIF Sumenep: Polisi Telusuri 8 Korban dengan Kerugian Rp87 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Bukan Sekadar Festival! FESTAPORA 2026 Dorong Budaya, UMKM dan Pariwisata Pesisir Sumenep

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:05 WIB

FR Klaim Kantongi SIPPM, Legalitas Rawat Inap dan STR Dipertanyakan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 05:48 WIB

Bahas Transportasi Kepulauan, Bupati Sumenep Temui Kementerian Perhubungan di Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 04:37 WIB

Bupati Fauzi: Festival Sepeda Hias Wujud Gotong Royong dan Cinta Tanah Air

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Musyawarah Gapoktan Paseyan Tetapkan Yusuf sebagai Ketua Periode 2026–2031

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Talenta Muda Mulai Dibidik, KSMI Pamekasan Siapkan Regenerasi Atlet Porprov

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:17 WIB

Kasus Dugaan Penggelapan FIF Sumenep: Polisi Telusuri 8 Korban dengan Kerugian Rp87 Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:36 WIB

Dari Garam hingga Migas, Bappeda Sumenep Cari “Mesin” Penggerak Ekonomi Daerah

Berita Terbaru