Inovatif! Maharaya Festival Sulap Jalan Raya Menjadi Ruang Lahirnya Koreografi Baru

Minggu, 2 Agustus 2026 - 02:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Festival Maharaya 2026 di Sumenep

Foto. Festival Maharaya 2026 di Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Maharaya Festival 2026 menghadirkan warna baru dalam dunia seni pertunjukan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Festival yang berlangsung selama tiga hari, mulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, ini menawarkan konsep berbeda dengan menjadikan jalan raya bukan sekadar lokasi pertunjukan, melainkan ruang utama lahirnya sebuah karya koreografi.

Ratusan penari tampil di sepanjang ruas jalan dalam sebuah pertunjukan yang memadukan seni, ruang publik, dan interaksi langsung dengan masyarakat. Jalan raya yang selama ini identik sebagai jalur mobilitas kendaraan disulap menjadi “Panggung Panjang” yang menghadirkan pengalaman artistik.

Inisiator Maharaya Festival, Nur Khalis, menjelaskan bahwa konsep tersebut sengaja dirancang untuk mengubah cara pandang terhadap seni pertunjukan di ruang publik.

Menurutnya, selama ini banyak pertunjukan tari di jalan hanya memindahkan karya yang sebelumnya diciptakan untuk panggung konvensional, Berbeda bagi para penonton. Selain daripada itu, pertunjukan tari di jalan hanya memindahkan karya yang sebelumnya diciptakan untuk panggung konvensional.

“Kami ingin membalik cara pandang itu. Jalan raya bukan sekadar tempat mempertunjukkan karya, tetapi menjadi ruang yang sejak awal melahirkan ide dan bahasa artistik koreografi,” ujar Khalis saat ditemui, Sabtu (1/8/2026) malam.

Ia menjelaskan, karakter jalan raya dijadikan dasar penciptaan karya sejak awal proses kreatif. Mulai dari penyusunan konsep, eksplorasi gerak, pola lantai, komposisi penari, arah hadap, hingga hubungan antara penari dengan penonton disesuaikan dengan karakter ruang terbuka tersebut.

Baca Juga :  DPRD Sumenep Bahas 3 Raperda 2026, Fraksi-Fraksi Sampaikan Pandangan Kritis

Menurut Khalis, setiap ruang memiliki identitas yang berbeda sehingga memengaruhi pilihan artistik seorang koreografer. Oleh karena itu, karya yang sejak awal dirancang khusus untuk jalan raya akan menghadirkan pengalaman visual dan emosional yang tidak bisa disamakan dengan pertunjukan di panggung tertutup.

“Pilihan gerak, arah hadap penari, komposisi pertunjukan, bahkan cara penonton menikmati karya tentu akan berbeda. Kami berharap Sumenep dapat menjadi daerah yang memulai tradisi penciptaan koreografi berbasis jalan raya,” katanya.

Jurnalis salah satu televisi nasional itu menilai pendekatan tersebut menjadi sebuah inovasi dalam ekosistem seni pertunjukan Indonesia. Jalan raya tidak lagi dipandang sebagai ruang yang sekadar menampung pertunjukan, tetapi menjadi unsur penting yang membentuk identitas artistik sebuah karya.

Baca Juga :  57 Tahun Mengabdi, Ponpes Hidayatut Thalibin Teguhkan Pendidikan Berbasis Akhlak

Tak hanya menyajikan pertunjukan seni, Maharaya Festival juga menjadi ruang kolaborasi berbagai sektor. Pelaksanaan festival melibatkan praktisi dan akademisi tari, komunitas seni, sanggar, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), masyarakat, hingga Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Selama tiga hari penyelenggaraan, masyarakat disuguhi beragam aktivitas budaya, pertunjukan seni, serta bazar UMKM yang menghadirkan produk-produk lokal. Kehadiran festival ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap geliat ekonomi kreatif sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.

Pada penyelenggaraan tahun 2026, Maharaya Festival mengusung konsep Trilogi dengan tema besar Pasir. Adapun tema yang diangkat tahun ini adalah “Gelombang dari Pesisir”, yang merepresentasikan kekayaan budaya masyarakat pesisir Madura sebagai sumber inspirasi penciptaan karya seni.

Tema tersebut menjadi refleksi atas hubungan masyarakat dengan laut, budaya, serta dinamika kehidupan pesisir yang diterjemahkan ke dalam bahasa gerak, musik, dan visual pertunjukan.

Baca Juga :  Dibawakan Siswi SMAN 1 Sumenep, Lagu Achmad Fauzi 'Orang Biasa' Disaksikan Ribuan Penonton

Nur Khalis berharap Maharaya Festival tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi berkembang sebagai ruang lahirnya berbagai eksperimen baru dalam dunia seni pertunjukan.

“Kami ingin Maharaya menjadi ruang lahirnya cara-cara baru dalam berkarya. Semoga festival ini dapat menginspirasi para seniman untuk terus bereksperimen, sekaligus memperkuat posisi Sumenep sebagai daerah yang berani menawarkan inovasi dalam dunia seni pertunjukan,” tuturnya.

Dengan konsep yang memadukan seni, budaya, ruang publik, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat, Maharaya Festival 2026 menjadi bukti bahwa inovasi dalam seni tidak selalu lahir di atas panggung megah.

Jalan raya pun dapat bertransformasi menjadi ruang kreatif yang melahirkan identitas baru bagi seni pertunjukan sekaligus mempertegas posisi Sumenep sebagai salah satu pusat pengembangan budaya dan kreativitas di Indonesia.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kemendikdasmen Soroti Inovasi Pendidikan Situbondo, EduFest Dinilai Salah Satu Terbaik
HIMPASS Bedah Wacana “Kabupaten Kepulauan Sumenep”, Soroti Dampaknya bagi Keadilan Pembangunan
Kolaborasi Ning Lia, GAS Pemuda dan Senyum Sehat Indonesia, 200 Warga Kutisari Terima Bantuan
Selamat Jalan Mbah Hosen, Ikon Kesetiaan di Tribun Madura United
Pimpin AAI 2026–2031, Prof. Tjandra: Tidak Ada Lagi Sekat di Antara Kita
Piala AF Sport U-17 Digelar Oktober, Bupati Fauzi Bidik Lahirnya Bibit Pemain Profesional
KSOP Kelas IV Kalianget Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial di Momentum Harhubnas 2026
28 Pejabat Sumenep Dilantik, Wabup Imam Hasyim: Birokrasi Jangan Berbelit-belit!

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 21:32 WIB

Kemendikdasmen Soroti Inovasi Pendidikan Situbondo, EduFest Dinilai Salah Satu Terbaik

Sabtu, 19 September 2026 - 16:35 WIB

HIMPASS Bedah Wacana “Kabupaten Kepulauan Sumenep”, Soroti Dampaknya bagi Keadilan Pembangunan

Sabtu, 19 September 2026 - 14:32 WIB

Kolaborasi Ning Lia, GAS Pemuda dan Senyum Sehat Indonesia, 200 Warga Kutisari Terima Bantuan

Sabtu, 19 September 2026 - 12:17 WIB

Selamat Jalan Mbah Hosen, Ikon Kesetiaan di Tribun Madura United

Sabtu, 19 September 2026 - 10:29 WIB

Pimpin AAI 2026–2031, Prof. Tjandra: Tidak Ada Lagi Sekat di Antara Kita

Jumat, 18 September 2026 - 23:10 WIB

KSOP Kelas IV Kalianget Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial di Momentum Harhubnas 2026

Jumat, 18 September 2026 - 12:26 WIB

28 Pejabat Sumenep Dilantik, Wabup Imam Hasyim: Birokrasi Jangan Berbelit-belit!

Jumat, 18 September 2026 - 10:46 WIB

Bukan Sekadar Olahraga, Ning Lia Bawa Pesan Inklusivitas di Safe Workout BPJS Ketenagakerjaan

Berita Terbaru