PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala Badan pendapatan Daerah (Bapenda) kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya. (Istimewa for nusainsider.com/Redaksi)

Foto. Kepala Badan pendapatan Daerah (Bapenda) kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya. (Istimewa for nusainsider.com/Redaksi)

SUMENEP, nusainsider.com Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus memperkuat sosialisasi layanan perpajakan berbasis digital.

Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari transformasi pelayanan sekaligus memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya.

Melalui sistem elektronik, masyarakat tidak lagi harus datang langsung ke kantor untuk melakukan pembayaran pajak daerah. Sejumlah kanal pembayaran digital telah disiapkan agar proses pembayaran dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat, dan transparan.

Kepala Bapenda Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, mengatakan digitalisasi layanan perpajakan tersebut mencakup pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta sejumlah jenis pajak daerah lainnya.

Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai kanal pembayaran elektronik, termasuk melalui marketplace yang telah menyediakan fasilitas pembayaran pajak.

“Semua pembayaran dilakukan secara online dan langsung masuk ke rekening kas daerah. Tidak ada lagi transaksi pembayaran secara manual,” ujar Ferdiansyah, Minggu (23/8/2026).

Ia menjelaskan, penerapan sistem perpajakan digital saat ini masih dalam tahap transisi. Bapenda terus melakukan sosialisasi melalui pemerintah desa dan kecamatan agar masyarakat memahami mekanisme baru tersebut.

Baca Juga :  Retaknya Komando Birokrasi? Publik Pertanyakan Kepemimpinan Sekda Sumenep

Sosialisasi tersebut dinilai penting untuk memastikan proses peralihan dari sistem manual menuju layanan perpajakan elektronik dapat berjalan secara merata hingga tingkat desa.

“Untuk saat ini masih dalam masa transisi penerapan e-SPPT. Sementara, seluruh layanan PBB berbasis digital sepenuhnya akan diberlakukan pada Tahun 2027,” jelasnya.

Ferdiansyah sapaan akrabnya berharap masyarakat dapat mulai membiasakan diri menggunakan layanan digital dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Selain memudahkan wajib pajak, sistem tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan transparansi pengelolaan penerimaan daerah.

Selain mendorong digitalisasi pembayaran pajak, Bapenda Sumenep juga mengajak masyarakat yang masih menggunakan kendaraan bermotor berpelat nomor luar daerah agar segera melakukan proses balik nama menjadi pelat Sumenep.

Baca Juga :  Ning Lia Gandeng MANTRA Gelar Buka Puasa dan Santunan Anak Yatim di Surabaya

Menurut Ferdiansyah, langkah tersebut memiliki dampak terhadap penerimaan daerah. Sebab, sebagian penerimaan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) akan kembali kepada pemerintah kabupaten melalui mekanisme dana bagi hasil.

Ia menyebut sekitar 66 persen penerimaan PKB akan kembali kepada pemerintah kabupaten dalam bentuk dana bagi hasil.

Karena itu, masyarakat yang kendaraannya digunakan dan berdomisili di Sumenep diharapkan dapat menyesuaikan administrasi kendaraan dengan daerah tempat kendaraan tersebut digunakan.

“Kalau kendaraan digunakan di Sumenep, sebaiknya pembayaran pajaknya juga di Sumenep. Dengan begitu hasilnya bisa kembali untuk membiayai pembangunan daerah,” katanya.

Menurutnya, optimalisasi penerimaan pajak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat sebagai wajib pajak.

Kesadaran masyarakat dalam membayar pajak tepat waktu sekaligus memastikan administrasi perpajakan sesuai dengan kondisi sebenarnya dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah.

Baca Juga :  Ojhung Kembali Bergema! Sumenep Siap Gelar Festival Budaya di Pantai Galung

Pajak untuk Pembiayaan Pembangunan
Ferdiansyah menegaskan, transformasi digital dalam layanan perpajakan bukan sekadar perubahan mekanisme pembayaran. Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat transparansi, serta mengoptimalkan penerimaan daerah.

Pajak daerah menjadi salah satu sumber penting dalam mendukung pembiayaan berbagai program pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Sumenep.
Karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajiban perpajakan dinilai memiliki peran strategis.

“Tingkat kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan sangat penting, karena pajak nantinya untuk mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Dengan penerapan layanan perpajakan berbasis digital secara penuh pada 2027, Bapenda Sumenep berharap masyarakat semakin mudah membayar pajak sekaligus mendorong pengelolaan penerimaan daerah yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat
KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa
Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern
Membeli Sama dengan Berbagi, Central 88 Gold and Jewellery Dedikasikan Hasil Usaha untuk Yatim
Ning Lia Dinilai Inspiratif, Raih Penghargaan Leadership dan Community Empowerment
JJS Gayam Pecah! Ribuan Warga Padati Jalan, Doorprize Jadi Magnet
Eduwisata ke Markas TNI, Siswa SLBN Bugih Dapat Pengalaman Belajar Penuh Makna
Wacana Sumenep Kepulauan Menguat, Hosnan: Harus Berdampak pada Kebijakan Pembangunan

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:39 WIB

KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:29 WIB

PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:28 WIB

Membeli Sama dengan Berbagi, Central 88 Gold and Jewellery Dedikasikan Hasil Usaha untuk Yatim

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:52 WIB

JJS Gayam Pecah! Ribuan Warga Padati Jalan, Doorprize Jadi Magnet

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:32 WIB

Eduwisata ke Markas TNI, Siswa SLBN Bugih Dapat Pengalaman Belajar Penuh Makna

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Wacana Sumenep Kepulauan Menguat, Hosnan: Harus Berdampak pada Kebijakan Pembangunan

Berita Terbaru