SUMENEP, nusainsider.com — Jangan hanya datang, melihat-lihat, lalu pulang. Pengunjung Madura Night Vaganza (MNV) 2026 punya kesempatan untuk mengabadikan keunikan Stan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep dan berpeluang membawa pulang bingkisan menarik.
Bappeda Sumenep menghadirkan Lomba Foto yang terbuka untuk masyarakat umum. Uniknya, peserta cukup menggunakan smartphone untuk mengabadikan aktivitas, suasana, pameran maupun keunikan Stan Bappeda selama gelaran MNV 2026.
Stan Bappeda sendiri menjadi salah satu ruang yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Konsep Keraton dan Pendopo Sumenep sengaja dihadirkan sebagai identitas visual sekaligus membawa pesan tentang arah pembangunan daerah.
Bukan sekadar mempercantik stan, ornamen Keraton dan Pendopo tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan Sumenep tidak boleh tercerabut dari akar sejarah, budaya dan kearifan lokal masyarakat.
Lomba foto itu sekaligus menjadi cara Bappeda untuk mengajak masyarakat berinteraksi secara langsung dengan informasi pembangunan yang disajikan selama MNV 2026.
Bupati Ikut Abadikan Stan Bappeda
Ketertarikan terhadap konsep Stan Bappeda juga terlihat saat Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo berkunjung ke lokasi.
Dalam kunjungannya, Bupati turut mengabadikan momen di Stan Bappeda. Ia melihat langsung konsep stan serta berbagai informasi yang ditampilkan mengenai perencanaan dan pembangunan daerah.
Bupati juga menyempatkan diri menikmati fasilitas yang tersedia di area stan.
Momen tersebut menunjukkan bahwa konsep yang menggabungkan unsur budaya lokal dengan informasi pembangunan mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Bagi masyarakat, kehadiran Bupati yang turut mengabadikan momen juga dapat menjadi salah satu inspirasi untuk mengeksplorasi sudut-sudut menarik Stan Bappeda melalui kamera smartphone.
Modal Smartphone, Kesempatan Jadi Pemenang
Lomba Foto Bappeda terbuka bagi masyarakat umum. Pengambilan foto dilakukan di area Stan Bappeda mulai 26 Agustus hingga 3 September 2026.
Ketentuan utamanya cukup sederhana. Peserta wajib menggunakan smartphone dan foto yang dibuat harus memuat unsur aktivitas, pameran atau keunikan Stan Bappeda.
Peserta juga diperbolehkan melakukan penyuntingan foto. Namun, penyuntingan yang diperbolehkan terbatas pada cropping.
Setelah menghasilkan karya, peserta wajib mengunggah foto tersebut ke akun Instagram pribadi yang tidak dikunci atau private.
Peserta kemudian harus melakukan mention atau tag akun Instagram resmi @bappedasumenep.official.
Tidak berhenti di sana, unggahan juga wajib menggunakan tiga tagar, yakni #bappedasumenep, #maduraculturefest4 dan #lombafotohbappeda.
Agar karya memiliki cerita yang lebih kuat, peserta diwajibkan membuat caption menarik dan relevan. Caption tersebut harus menceritakan pesan maupun momen yang ada di balik foto.
Dengan ketentuan tersebut, peserta tidak hanya ditantang menghasilkan foto yang menarik secara visual, tetapi juga mampu menangkap pesan yang ingin disampaikan melalui keberadaan Stan Bappeda.
Lima Karya Terbaik Bakal Dipilih
Dari seluruh karya yang masuk, Bappeda akan memilih lima pemenang dengan foto terbaik.
Kelima pemenang tersebut akan mendapatkan bingkisan menarik. Pengumuman pemenang dijadwalkan berlangsung pada 4 September 2026 pukul 20.00 WIB.
Pengumuman dilakukan secara offline di Stan Bappeda.
Kesempatan tersebut membuat pengunjung MNV 2026 tidak hanya menjadi penonton pameran. Mereka dapat berperan sebagai bagian dari proses memperkenalkan pembangunan daerah melalui perspektif dan kreativitas masing-masing.
Ketika Keraton dan Pendopo Bicara Pembangunan
Di balik konsep visualnya, Stan Bappeda menyimpan pesan yang cukup kuat.
Nuansa Keraton dan Pendopo Sumenep dipilih sebagai representasi identitas, sejarah dan kearifan lokal Kabupaten Sumenep.
Pendopo secara filosofis merupakan ruang terbuka yang identik dengan tempat berkumpul, bermusyawarah, menerima aspirasi dan membangun kesepakatan.
Nilai tersebut memiliki keterkaitan dengan proses perencanaan pembangunan. Sebab, pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari partisipasi, komunikasi dan keterlibatan berbagai pihak.
Sementara nuansa Keraton menggambarkan tata nilai, keteraturan, kepemimpinan dan kesinambungan sejarah.

Kedua unsur tersebut kemudian dipadukan dengan posisi Bappeda sebagai rumah perencanaan pembangunan daerah.
Pesan yang dibangun pun sederhana: merencanakan masa depan dengan tetap berpijak pada akar budaya.
Karena itu, budaya tidak hanya ditempatkan sebagai ornamen penghias stan. Identitas lokal menjadi bagian dari pesan bahwa pembangunan Sumenep harus tumbuh berdasarkan karakter, potensi, nilai dan jati diri masyarakat.
Bukan Sekadar Stan Pameran
Di dalam Stan Bappeda, masyarakat dapat menemukan berbagai informasi mengenai perencanaan pembangunan, program unggulan, capaian pembangunan serta inovasi daerah.
Kehadiran fasilitas dan aktivitas interaktif membuat stan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ruang informasi, tetapi juga menjadi ruang komunikasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat.
Lomba foto kemudian memperluas fungsi tersebut. Masyarakat diberi ruang untuk melihat, mengabadikan dan menceritakan kembali apa yang mereka temukan di Stan Bappeda.
Pengunjung bisa memilih berbagai sudut untuk menghasilkan karya. Mulai dari ornamen Keraton dan Pendopo, aktivitas pengunjung, informasi pembangunan hingga berbagai keunikan yang tersedia di dalam stan.
Dengan demikian, kamera smartphone menjadi media untuk menerjemahkan pesan pembangunan ke dalam karya visual.
Keraton menjadi simbol jati diri, Pendopo menjadi gambaran ruang musyawarah, sementara Bappeda menjadi rumah perencanaan.
Ketiganya dipadukan dalam satu konsep yang membawa pesan agar Sumenep terus menata pembangunan dan merancang masa depan tanpa meninggalkan akar budaya.
Madura Night Vaganza 2026 pun menjadi momentum bagi Bappeda Sumenep untuk menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Bagi pengunjung yang ingin mencoba peruntungan, cukup siapkan smartphone, datang ke Stan Bappeda, cari sudut paling menarik, abadikan momen dan ikuti seluruh ketentuan lomba.
Siapa tahu, satu foto yang diambil saat berkunjung ke Stan Bappeda bukan hanya menjadi kenangan dari MNV 2026, tetapi juga mengantarkan nama peserta menjadi salah satu dari lima pemenang lomba foto.
![]()
Penulis : Wafa
















