Tari Mustikaning Kenya Warnai MCF 2026, Tuban Bawa Pesona Budaya ke Sumenep

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Tari Mustika ning Kabupaten Tuban Jawa Timur

Foto. Tari Mustika ning Kabupaten Tuban Jawa Timur

SUMENEP, nusainsider.com — Kabupaten Tuban turut membawa kekayaan seni dan budayanya ke Kabupaten Sumenep melalui gelaran Madura Culture Festival (MCF) 2026.

Berlangsung di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep, Kabupaten Tuban menampilkan Tari Mustikaning Kenya sebagai salah satu kesenian yang merepresentasikan kekayaan budaya daerah tersebut.

Kehadiran Tuban di panggung MCF 2026 tidak sekadar menjadi pertunjukan seni. Lebih dari itu, keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari pertemuan budaya antardaerah yang mempertemukan seni tradisi Tuban dengan berbagai kesenian dari kabupaten dan kota lain di Jawa Timur.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, keberagaman seni dan budaya yang hadir dalam MCF merupakan kekuatan yang perlu terus dijaga dan dikembangkan.

“Jawa Timur kaya dengan seni dan budaya yang merupakan bagian penting dari identitas setiap daerah,” kata Achmad Fauzi Wongsojudo, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, setiap daerah memiliki karakter seni budaya yang berbeda, termasuk Kabupaten Tuban. Perbedaan tersebut justru menjadi kekayaan bersama ketika dipertemukan melalui ruang kebudayaan seperti MCF.

“Madura Culture Festival ini menjadi ruang bersama untuk menjaga, melestarikan, sekaligus mengembangkan seni budaya daerah, mengingat kekayaan budaya di Madura dan kawasan Tapal Kuda merupakan aset yang harus terawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Achmad Fauzi menegaskan, perkembangan zaman tidak seharusnya membuat seni tradisi ditinggalkan. Sebaliknya, budaya harus terus dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi agar tetap hidup serta dekat dengan generasi muda.

“Budaya harus tetap hidup dan berkembang meskipun dengan inovasi mengikuti perkembangan zaman, tetapi jangan sampai kehilangan jati diri dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu,” tegasnya.

Selain Kabupaten Tuban, MCF 2026 juga menghadirkan kesenian dari sejumlah daerah di Jawa Timur. Kabupaten Sumenep menampilkan Tari Sonar Mosem Nemor, Kota Probolinggo dengan Tari Nyareh Jukok, Kabupaten Bondowoso melalui Wirogo Singo Konah, Kota Blitar dengan Tari Pleret, Kabupaten Malang menampilkan Tari Sekar Tunjung Biru, serta Kabupaten Pasuruan dengan Tari Gelora Pesisir.

Baca Juga :  Bahaya! Abdul Mahmud Serukan Perlawanan Terbuka terhadap Kebijakan Pemkab

Beragam penampilan tersebut menunjukkan kekayaan bentuk kesenian yang tumbuh di Jawa Timur. Setiap daerah membawa ciri khas dan identitas budaya masing-masing, namun dipertemukan dalam satu panggung di Kabupaten Sumenep.

Bagi Kabupaten Tuban, keikutsertaan dalam MCF 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan seni budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas. Festival ini sekaligus membuka ruang interaksi dan kolaborasi dengan para pelaku seni dari berbagai daerah.

Baca Juga :  Kades Sudahnan Berhasil Perkuat Semangat Gotong Royong Melalui Kegiatan Ini

Sementara bagi Sumenep, kehadiran berbagai kabupaten dan kota dalam MCF semakin memperkuat posisi festival sebagai wadah pertukaran budaya dan kolaborasi antardaerah.

Pertemuan tersebut membuat seni budaya tidak hanya hadir sebagai tontonan. Lebih jauh, kesenian menjadi sarana untuk memperkenalkan identitas daerah, memperkuat hubungan antarpelaku seni, sekaligus mendorong generasi muda agar semakin mengenal dan mencintai warisan budaya.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga identitas budaya daerah. Mari jadikan Madura Culture Festival sebagai ruang untuk berkarya, berkolaborasi dan memperkenalkan kekayaan seni budaya kita kepada Indonesia,” pungkas Achmad Fauzi Wongsojudo.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa
Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan
KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja
Dinkes Sumenep Perluas Edukasi Kesehatan, Kasus ISPA Dilaporkan Turun 70 Persen
Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!
FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:53 WIB

KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:43 WIB

FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Dorong Pelayanan Posyandu Berkualitas, Kader di Pragaan Laok Ikuti Supervisi Fasilitatif

Berita Terbaru