MES Jatim Dipimpin Lagi Emil Dardak, Ning Lia: UMKM, Pesantren dan Pemuda Harus Punya Ruang Tumbuh

Minggu, 27 September 2026 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota DPD RI Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I

Foto. Anggota DPD RI Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I

SURABAYA, nusainsider.com — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau Ning Lia, menyampaikan ucapan selamat kepada Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang kembali dipercaya memimpin Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Timur periode 2026–2031.

Emil resmi dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Wilayah MES Jawa Timur bersama 85 pengurus lainnya di Surabaya, Sabtu (26/9/2026). Sebelumnya, Emil juga dipercaya memimpin MES Jatim untuk periode 2022–2025.

Ning Lia menilai keberlanjutan kepemimpinan Emil menjadi momentum untuk semakin memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Jawa Timur.

Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan industri dan transaksi, tetapi harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Selamat kepada Pak Emil Dardak yang kembali dipercaya memimpin MES Jawa Timur. Semoga amanah dan mampu semakin memperkuat ekosistem ekonomi syariah, khususnya agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Ning Lia.

Menurut Ning Lia, Jawa Timur memiliki modal besar dalam pengembangan ekonomi syariah melalui keberadaan UMKM, pesantren, koperasi, serta pelaku usaha lokal. Karena itu, penguatan ekosistem perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari akses pembiayaan, peningkatan kapasitas, sertifikasi halal, digitalisasi hingga perluasan pasar.

Ia menilai penguatan UMKM juga membutuhkan keterlibatan generasi muda. Pemuda, kata Ning Lia, tidak hanya dapat menjadi generasi penerus pelaku usaha, tetapi juga memiliki peran penting dalam menghadirkan inovasi dan transformasi melalui kreativitas serta pemanfaatan teknologi digital.

Baca Juga :  Dari Sumenep ke Puncak Prestasi: Syahra Taklukkan 300 Peserta di Pamekasan

Bagi senator Jatim tersebut, keberhasilan ekonomi syariah idealnya tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah usaha maupun besarnya transaksi.

Indikator penting lainnya adalah sejauh mana ekosistem tersebut mampu membuka kesempatan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada 2026. Di bawah kepemimpinan Ibu Gub (red. Gubernur Khofifah), keberhasilan pembangunan tidak cukup dilihat dari angka pertumbuhan, tetapi juga dari seberapa jauh masyarakat merasakan manfaat pembangunan secara nyata, termasuk melalui akses pekerjaan dan kesempatan ekonomi,” katanya.

Ning Lia juga menyoroti efek berantai atau multiplier effect dari aktivitas ekonomi masyarakat. Ia mencontohkan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Jombang yang menurutnya menunjukkan bagaimana mobilitas peserta dapat ikut menggerakkan UMKM, perdagangan, kuliner, transportasi hingga sektor jasa di sekitar lokasi kegiatan.

“Ekonomi syariah jangan hanya menjadi ekosistem yang besar secara kelembagaan, tetapi juga harus kuat di tingkat masyarakat. UMKM, pesantren, koperasi, dan generasi muda harus memiliki ruang untuk tumbuh,” tegasnya.

Sebagai doktor ekonomi syariah, perhatian Ning Lia terhadap penguatan ekonomi berbasis masyarakat juga memiliki landasan akademik. Disertasinya di UIN Sunan Ampel Surabaya membahas ketahanan usaha melalui modal sosial dengan mengembangkan unsur kepercayaan, jaringan sosial, dan aksi timbal balik dalam perspektif ekonomi Islam melalui konsep amanah, ukhuwah Islamiyah, dan at-ta’awun.

Menurut Ning Lia, penguatan ekonomi syariah tidak hanya membutuhkan modal finansial. Kepercayaan, jejaring, kolaborasi, dan hubungan yang saling menguatkan antarpelaku ekonomi juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan.

“Semoga MES Jawa Timur semakin solid, mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha, dan menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai kekuatan ekonomi syariah. Yang paling penting, pertumbuhan ekosistem ini bisa bermuara pada kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” harapnya.

Sementara itu, dalam kepemimpinan MES Jatim periode 2026–2031, Emil menyampaikan sejumlah fokus program. Salah satunya memperkuat pemberlakuan sertifikasi halal bagi pelaku usaha.

Baca Juga :  Lewat Program Polisi Sahabat Anak, Satlantas Polresta Sumenep Edukasi Keselamatan Berkendara Sejak Usia Dini

Menurut Emil, masih terdapat pelaku UMKM yang menghadapi kendala dalam memenuhi persyaratan sertifikasi, meskipun produk yang dihasilkan telah memenuhi aspek kehalalan.

Emil juga mendorong pengembangan Halal Industrial Park yang diharapkan dapat memperoleh insentif fiskal sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kawasan tersebut diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk mempercepat pemenuhan sertifikasi halal sekaligus memperkuat rantai nilai industri halal.

Baca Juga :  Insiden KMP Mutiara Sentosa 2, Bupati Fauzi Instruksikan Seluruh OPD Siaga di Pelabuhan Kalianget

Selain industri halal, MES Jatim juga memberi perhatian terhadap sektor keuangan syariah. Emil menyebut masih terdapat sejumlah tantangan praktis di lapangan yang perlu dijawab bersama, termasuk melalui penguatan peran lembaga keuangan syariah.

Bank Jatim, kata Emil, menjadi salah satu contoh melalui pengembangan Unit Usaha Syariah (UUS).

Di sisi lain, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam pelantikan MES Jatim menyampaikan bahwa kekuatan UMKM, industri halal, ekonomi pesantren, dan sektor produktif lainnya perlu dihubungkan dalam satu rantai nilai halal yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Jawa Timur juga mencatat sejumlah capaian dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Pada Anugerah Adinata Syariah 2026, Jawa Timur meraih penghargaan pada sejumlah kategori, termasuk pertumbuhan pelaku usaha bersertifikasi halal, inovasi ekonomi dan keuangan syariah, serta Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS).

Dengan kepemimpinan baru MES Jatim periode 2026–2031, penguatan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, pesantren, UMKM, lembaga keuangan syariah dan generasi muda diharapkan semakin terintegrasi sehingga perkembangan ekonomi syariah dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Timur.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Berminat, Yuk Daftar! KIMMS Buka Rekrutmen Mulai 28 September, Kuota Peserta Terbatas
IPK Sempurna 4,00! Dr. Sri Roekminiati Jadi Wisudawan Doktor Ilmu Administrasi Universitas Jember
2.190 PMR Surabaya Dikobarkan Semangat Kemanusiaan, Eri: Merdeka Harus Punya Nilai Kemanusiaan
SMSI Sumenep Edukasi Guru soal Jurnalistik, Literasi Media dan Bahaya Wartawan Gadungan
Dua Penghargaan Asia untuk Bang Ali, Dedikasi Sosial BASHRA BIP Tuai Apresiasi
Dugaan Alih Fungsi LP2B Jadi Kawasan Industri dan Perumahan Dilaporkan ke Kejati Jatim
Dari CANTIK hingga “Wani Mudhun Ngisor”, Begini Sosok Ning Lia di Mata Warga
Cegah Stunting Sejak Kehamilan, Bupati Sumenep: Investasi Generasi Emas 2045

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 16:51 WIB

MES Jatim Dipimpin Lagi Emil Dardak, Ning Lia: UMKM, Pesantren dan Pemuda Harus Punya Ruang Tumbuh

Minggu, 27 September 2026 - 15:23 WIB

Berminat, Yuk Daftar! KIMMS Buka Rekrutmen Mulai 28 September, Kuota Peserta Terbatas

Minggu, 27 September 2026 - 09:59 WIB

IPK Sempurna 4,00! Dr. Sri Roekminiati Jadi Wisudawan Doktor Ilmu Administrasi Universitas Jember

Sabtu, 26 September 2026 - 17:47 WIB

2.190 PMR Surabaya Dikobarkan Semangat Kemanusiaan, Eri: Merdeka Harus Punya Nilai Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 - 14:57 WIB

SMSI Sumenep Edukasi Guru soal Jurnalistik, Literasi Media dan Bahaya Wartawan Gadungan

Jumat, 25 September 2026 - 15:52 WIB

Dugaan Alih Fungsi LP2B Jadi Kawasan Industri dan Perumahan Dilaporkan ke Kejati Jatim

Jumat, 25 September 2026 - 11:38 WIB

Dari CANTIK hingga “Wani Mudhun Ngisor”, Begini Sosok Ning Lia di Mata Warga

Jumat, 25 September 2026 - 06:46 WIB

Cegah Stunting Sejak Kehamilan, Bupati Sumenep: Investasi Generasi Emas 2045

Berita Terbaru