SUMENEP, nusainsider.com — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget terus memperkuat edukasi keselamatan pelayaran kepada masyarakat, termasuk kalangan pelajar dan santri yang menjadi pengguna transportasi laut.
Upaya tersebut dilakukan melalui Sosialisasi Keselamatan Pelayaran di Pondok Pesantren Darurrahman, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep.
Kegiatan ini menyasar para santri dan santriwati yang mayoritas berasal dari wilayah kepulauan Sumenep, seperti Kangean, Sapudi, Raas, Sapeken, Masalembu, serta sejumlah pulau lainnya.
Bagi masyarakat kepulauan, transportasi laut menjadi salah satu sarana utama untuk menunjang mobilitas. Tak sedikit santri yang harus menempuh perjalanan laut untuk menuju maupun kembali dari pondok pesantren.
Karena itu, pemahaman mengenai keselamatan pelayaran dinilai penting, terutama dalam menghadapi berbagai kondisi yang dapat terjadi selama perjalanan di laut.
Kepala KSOP Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, S.H., M.Hum., memimpin langsung kegiatan tersebut. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menanamkan kesadaran keselamatan pelayaran sejak dini.
Menurut Azwar, santri dan santriwati merupakan bagian dari masyarakat yang cukup aktif menggunakan jasa transportasi laut.
Karena itu, edukasi keselamatan diharapkan tidak berhenti pada pemahaman pribadi, tetapi juga dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di daerah asal masing-masing.
“Melalui edukasi sejak dini, kita ingin membekali mereka dengan pengetahuan keselamatan pelayaran. Harapannya, mereka tidak hanya memahami cara melindungi diri sendiri, tetapi juga dapat menjadi pelopor keselamatan pelayaran bagi keluarga dan masyarakat di pulau asalnya masing-masing,” ujarnya.
Materi selanjutnya disampaikan tim operasional KSOP Kalianget. Para petugas memberikan pemahaman mengenai berbagai ketentuan dan prosedur keselamatan yang wajib diketahui penumpang selama berada di atas kapal.
Tak sekadar teori, peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah perlengkapan keselamatan yang tersedia di kapal. Petugas menjelaskan nama, fungsi, hingga cara penggunaan perlengkapan tersebut secara tepat ketika terjadi kondisi darurat di laut.
Sosialisasi berlangsung interaktif. Para santri dan santriwati tampak antusias mengikuti materi serta aktif mengajukan pertanyaan kepada pemateri.
Sejumlah pertanyaan berkaitan dengan prosedur keselamatan selama pelayaran, langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi cuaca buruk, hingga ketentuan yang perlu diperhatikan penumpang selama berada di atas kapal.
Kegiatan kemudian ditutup dengan Deklarasi Keselamatan Pelayaran. Para santri dan santriwati bersama-sama membacakan deklarasi yang dipimpin Kepala KSOP Kelas IV Kalianget.
Deklarasi tersebut menjadi bentuk komitmen generasi muda kepulauan untuk turut menjaga keselamatan saat menggunakan transportasi laut, mematuhi ketentuan pelayaran, serta menjaga ketertiban selama perjalanan.
Melalui kegiatan tersebut, KSOP Kelas IV Kalianget berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan pelayaran semakin meningkat.
Edukasi sejak dini juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami keselamatan diri saat berada di laut, tetapi turut menjadi penggerak budaya keselamatan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan transportasi laut yang lebih aman sekaligus menekan risiko kecelakaan di perairan Sumenep.
![]()
Penulis : Wafa
















