Aktivis Gempar Sebut Dana Desa di Kabupaten Sumenep Fantastis Bahkan Dinilai Mistis

Sabtu, 28 Desember 2024 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Miftahul Arifin, Aktivis Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen (Gempar) Sumenep.

Foto. Miftahul Arifin, Aktivis Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen (Gempar) Sumenep.

SUMENEP, nusainsider.com — Dana Desa (DD) untuk kabupaten ujung Timur pulau Madura atau yang dikenal dengan Kota Keris sangatlah Fantastis, Namun terkesan sangat Miris.

Kabupaten ujung Timur pulau madura atau biasa disebut kota keris Sumenep terdiri dari 27 Kecamatan meliputi 334 desa/kelurahan dengan Luas Wilayah Kabupaten Sumenep adalah 2.093,45 km², terdiri dari pemukiman seluas 179,32 km², areal hutan seluas 423,95 km², rumput tanah kosong seluas 14,68 km² , perkebunan/tegalan/semak belukar/ladang seluas 1.130,19 km², kolam/pertambakan/air payau/danau/waduk/rawa seluas 59,07 km² , dan lain-lainnya seluas 63,41 km².

Untuk luas lautan Kabupaten Sumenep yang potensial dengan keanekaragaman sumber daya kelautan dan perikanannya seluas + 50.000 km².

Sementara total Dana Desa (DD) di Sumenep yang disalurkan pada Tahun 2024 sebesar Rp 354.471.823 dan di Tahun 2025 mendatang sebesar Rp. 335.590.446.000, “Kata Miftahul Arifin, Aktivis Sumenep kepada Media nusainsider.com, Sabtu 28 Desember 2024.

Dengan adanya peningkatan Alokasi dana desa tersebut pihaknya berharap dapat terserap untuk kepentingan masyarakat desa.

Adanya alokasi dana desa dengan jumlah nominal yang tidak sedikit itu setiap tahunnya belum mampu mengatasi persoalan infrastruktur di desa. Terbukti, masih banyak desa-desa yang masih minim secara pembangunan dan masyarakatnya masih jauh dari kata sejahtera,” pungkasnya.

Belum lagi persoalan jalan di pelosok desa yang gelap ketika malam hari, bahkan juga jalan di desa yang berlubang dan rusak. Hal tersebut menandakan ada yang tidak beres dengan Dana desa yang di terima Masing-masing desa, Utamanya kepulauan.

Alokasi dana desa dari pemerintah pusat menjadi instrumen penting dalam upaya mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan. Melalui dana desa tersebut, diharapkan kualitas hidup masyarakat desa meningkat, perekonomian lokal diperkuat, serta kesenjangan pembangunan desa berkurang.

Namun, penting untuk memastikan bahwa penggunaan dana desa tersebut tepat sasaran dan menghasilkan dampak yang signifikan bagi masyarakat se-kabupaten Sumenep, “Imbuhnya.

Miftah sapaan akrabnya melanjutkan bahwa Masyarakat desa adalah pilar utama pembangunan desa. Perangkat desa, termasuk kepala desa, berperan sebagai fasilitator dalam mengelola dana desa Agar dana desa dapat dimanfaatkan secara optimal, penting bagi seluruh elemen desa untuk terlibat aktif.

Baca Juga :  Viral Status Whatsapp Rincian Dana Desa 2025, Aktivis Malang Tantang BPK RI ke Sumenep

Masyarakat harus berpartisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan penggunaan dana desa. Pengawasan yang ketat dan partisipatif ini akan meminimalisir risiko penyalahgunaan wewenang dan korupsi, serta memastikan bahwa setiap rupiah dana desa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Akan tetapi, Fakta yang terjadi? Sangatlah minim adanya Partisipasi dari elemen masyarakat, Utamanya kalangan Tokoh Masyarakat dan Aktivis dalam proses perencanaan serta pelaksanaannya sehingga menyebabkan ketimpangan Anggaran dengan Fakta Sosial, “Lanjutnya.

Ditambahkan, Besarnya Dana Desa dengan nominal sampai 1 Milyar rupiah per-desa tersebut perlu disikapi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yakni ada saling pengertian bagaimana pola penanganannya.

Harapannya, dalam pemanfaatannya betul-betul menyentuh kepentingan masyarakat dan sekaligus mengurangi berbagai ketimpangan.

Oleh karena itu, dengan kata Mendalam, kami mengundang Badan pemeriksa keuangan Provinsi Jawa Timur (BPK Jatim) atau Bahkan Badan pemeriksa keuangan Republik Indonesia (BPK RI) agar menunjukkan keberaniannya untuk turun langsung ke Sumenep melakukan pengawasan secara intensif bersama Aktivis setempat, “Tutupnya

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa
Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan
KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja
Dinkes Sumenep Perluas Edukasi Kesehatan, Kasus ISPA Dilaporkan Turun 70 Persen
Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!
FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:53 WIB

KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:43 WIB

FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Dorong Pelayanan Posyandu Berkualitas, Kader di Pragaan Laok Ikuti Supervisi Fasilitatif

Berita Terbaru