Citra Daerah di Era Presiden Prabowo Subianto Tercoreng Buntut Bungkamnya Kepala KSOP Kalianget

Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala KSOP Kelas IV Kalianget Azwar Anas (Kiri), Presiden RI Prabowo Subianto (Tengah), Toifur Ali Wafa Pimred nusainsider.com (Kanan)

Foto. Kepala KSOP Kelas IV Kalianget Azwar Anas (Kiri), Presiden RI Prabowo Subianto (Tengah), Toifur Ali Wafa Pimred nusainsider.com (Kanan)

SUMENEP, nusainsider.com Sikap tertutup Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, belakangan menjadi sorotan publik.

Pejabat yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pelayanan informasi publik itu dinilai tidak kooperatif terhadap upaya konfirmasi yang dilakukan sejumlah wartawan terkait berbagai isu pengelolaan anggaran negara.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Pimpinan Redaksi Nusainsider.com, Toifur Ali Wafa. Menurutnya, selama hampir satu bulan terakhir, berbagai upaya konfirmasi yang dilakukan media terkait sejumlah program dan penggunaan anggaran di lingkungan KSOP Kalianget belum memperoleh tanggapan.

“Media merupakan pilar keempat demokrasi yang memiliki fungsi kontrol sosial. Sangat disayangkan apabila ada pejabat publik yang terkesan menutup diri dan tidak memberikan ruang komunikasi kepada insan pers,” ujar Toifur Ali Wafa.

Ia menilai, sikap tersebut berpotensi mencederai semangat keterbukaan informasi publik yang selama ini terus didorong pemerintah pusat, termasuk pada era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang mengedepankan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan.

Baca Juga :  Duka di Balik Urusan Dana BOSP, Dua Ibu Diduga Jadi Korban Sistem Administrasi Rumit

Menurut Toifur, di wilayah ujung timur Pulau Madura, mayoritas instansi pemerintah maupun lembaga vertikal justru menjalin hubungan yang baik dengan media.

Mereka menjadikan pers sebagai mitra strategis dalam menyampaikan berbagai program pembangunan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Namun berbeda dengan kondisi tersebut, KSOP Kalianget dinilai belum menunjukkan keterbukaan yang memadai. Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian publik hingga kini belum mendapatkan penjelasan resmi dari pihak terkait.

Baca Juga :  Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan, Dana BHCHT RSUDMA Tembus 1 Milyar Untuk Kebutuhan Hospital Bed

Beberapa isu yang menjadi sorotan antara lain pengawasan pelaksanaan Mega Proyek PELRA senilai Rp45,1 miliar, pengelolaan anggaran APBN yang disebut mencapai Rp75 miliar, dugaan intimidasi terhadap wartawan, hingga transparansi pengadaan pakaian pegawai yang dikabarkan dianggarkan secara berulang setiap tahun.

“Publik berhak mengetahui bagaimana anggaran negara dikelola. Ketika media berupaya melakukan konfirmasi sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, seharusnya ada respons yang diberikan agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat,” tegasnya.

Toifur menambahkan bahwa keterbukaan informasi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Oleh karena itu, pejabat publik diharapkan mampu memberikan akses informasi yang proporsional kepada masyarakat melalui media massa.

Baca Juga :  Yuk Merapat! Panggung Kreasi JSI Siap Guncang WMS dan Dongkrak Ekonomi UMKM

Ia juga mengingatkan bahwa sikap bungkam pejabat publik terhadap pertanyaan media berpotensi menimbulkan persepsi negatif yang dapat berdampak pada citra institusi maupun daerah secara keseluruhan.

“Hingga berita ini ditulis, upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Kepala KSOP Kalianget terkait sejumlah persoalan tersebut belum mendapatkan tanggapan resmi,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

17 Agustus 2026, Bundaran Letda Sucipto Tuban Jadi Titik Khidmat Penghormatan Sang Merah Putih
Dari Papan Catur Menuju Prestasi, 47 Pecatur Unjuk Kemampuan di Bangkalan
Musancab PPP Pamekasan Jadi Momentum Konsolidasi, DPW Dorong Ra Baqir Maju Pilkada
Di Pendopo Keraton Sumenep, Bupati Fauzi Kukuhkan Paskibraka untuk HUT RI ke-81
Dugaan Pelayanan Kesehatan Berujung Maut di Manding, Legalitas Praktik Perawat Dipertanyakan
Dari Paskibra SMA hingga UNIBA Madura, Mohammad Mahrus Kini Jadi Komandan Pasukan
Ketua Organisasi Wartawan Pamekasan Buka Suara, Ini PR yang Dititipkan kepada Kapolres AKBP Wahyu Hidayat
Kemerdekaan Ala Santri: MTs-MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning Gabungkan Teknologi, Kreativitas dan Kebhinnekaan

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 17:59 WIB

17 Agustus 2026, Bundaran Letda Sucipto Tuban Jadi Titik Khidmat Penghormatan Sang Merah Putih

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, 47 Pecatur Unjuk Kemampuan di Bangkalan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:27 WIB

Musancab PPP Pamekasan Jadi Momentum Konsolidasi, DPW Dorong Ra Baqir Maju Pilkada

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:46 WIB

Di Pendopo Keraton Sumenep, Bupati Fauzi Kukuhkan Paskibraka untuk HUT RI ke-81

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:22 WIB

Dugaan Pelayanan Kesehatan Berujung Maut di Manding, Legalitas Praktik Perawat Dipertanyakan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Ketua Organisasi Wartawan Pamekasan Buka Suara, Ini PR yang Dititipkan kepada Kapolres AKBP Wahyu Hidayat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:49 WIB

Kemerdekaan Ala Santri: MTs-MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning Gabungkan Teknologi, Kreativitas dan Kebhinnekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 02:56 WIB

Bareng Konten Kreator se-Jatim, Lia Istifhama Saksikan Film Istimewa: Sarat Pesan Humanisme dan Kemandirian

Berita Terbaru