Di Hadapan Kader Kopri PMII Bondowoso, Ning Lia Tanamkan Semangat Kolaborasi dan Kemandirian Sosial

Senin, 27 Oktober 2025 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota DPD/MPR RI Ning Lia saat mengisi kegiatan Sekolah Kader Kopri (SKK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kabupaten Bondowoso - Jawa Timur

Foto. Anggota DPD/MPR RI Ning Lia saat mengisi kegiatan Sekolah Kader Kopri (SKK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kabupaten Bondowoso - Jawa Timur

BONDOWOSO, nusainsider.com — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, kembali menjadi sorotan publik, terutama di kalangan generasi muda dan aktivis perempuan. Dalam kegiatan Sekolah Kader Kopri (SKK) ke-VI yang digelar Kopri PC PMII Bondowoso, Minggu (27/10/2025).

Ning Liasapaan akrabnya menyampaikan pesan penuh inspirasi bertema “Sinergitas Kopri dalam Strategi Kebijakan Sosial.”

Dengan gaya komunikatif, rendah hati, dan penuh kehangatan, Ning Lia tampak begitu dekat dengan para peserta yang mayoritas mahasiswa dan aktivis muda.

Ia berdialog secara terbuka, menjawab pertanyaan dengan lugas, serta menyelipkan nasihat sederhana namun membekas di hati.

“Bertindaklah, jangan hanya berpikir. Hal besar selalu dimulai dari langkah kecil, dan kenyamanan sering lahir dari ketidaknyamanan,” ujar Ning Lia disambut tepuk tangan antusias para peserta.

Peraih penghargaan “Wakil Rakyat Terpopuler dan Paling Disukai di Jawa Timur” versi ARCI ini menekankan bahwa generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan akademik.

Mereka juga harus peka terhadap dinamika sosial dan peluang kerja, terutama di level lokal.

“Anak muda sebaiknya tidak hanya menunggu peluang datang, tapi aktif menciptakannya. Keterlibatan mereka dalam proses pembangunan dari perencanaan hingga pengawasan adalah kunci kemajuan daerah,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Ning Lia menyoroti data bahwa pada tahun 2024 jumlah pemuda Indonesia mencapai 64,22 juta jiwa atau sekitar 22,99 persen dari total penduduk.

Baca Juga :  Bupati Fauzi Apresiasi Molyani, Garam Lokal Diolah Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi

Menurutnya, angka tersebut merupakan potensi besar yang dapat menjadi kekuatan ekonomi nasional bila diarahkan secara bijak dan kolaboratif.

Sebagai tokoh perempuan Nahdliyyin sekaligus aktivis sosial, Ning Lia terus mendorong agar perempuan muda berdaya dan berperan aktif di berbagai bidang: sosial, ekonomi, hingga politik.

Ia menilai, keterlibatan perempuan merupakan fondasi penting bagi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Lepaskan yang membuat resah, fokuslah pada hal-hal yang membawa manfaat. Jadilah pemimpin yang menginspirasi, bukan sekadar pengikut,” ucapnya penuh makna, kembali disambut tepuk tangan panjang.

Ia juga mengingatkan para kader Kopri agar tidak takut menghadapi tantangan hidup. Menurutnya, setiap ujian merupakan bagian dari proses pembentukan karakter yang kuat.

“Mengapa kita takut gagal, sedangkan Tuhan telah menciptakan banyak kesempatan untuk kita? Kadang, keberuntungan justru datang setelah masa tersulit,” tutur Ning Lia dengan nada optimistis yang membakar semangat peserta.

Sebagai putri dari ulama besar NU Jawa Timur, KH Maskur Hasyim, Ning Lia menegaskan bahwa pembangunan sosial tidak dapat dipisahkan dari penguatan sumber daya manusia (SDM) lokal.

Baca Juga :  Memasuki Babak Baru, Kepala KSOP Kalianget Akan Hadapi Badai Besar di BPK dan KPK RI

Ia menilai peningkatan keterampilan, daya saing, dan kualitas SDM menjadi faktor utama dalam memperkuat ekonomi daerah.

“Strategi pembangunan yang efektif adalah yang memanfaatkan potensi manusia lokal secara optimal. Kolaborasi lintas sektor perlu diperkuat agar kesejahteraan dapat dirasakan secara merata,” katanya dengan tegas namun lembut.

Dalam sesi reflektif, ia juga menyinggung pentingnya menjadi pemimpin yang reflektif dan beretika, bukan reaktif atau ambisius tanpa arah.

“Sebelum terjun dalam politik, lakukan observasi. Saat sudah di dalamnya, terus lakukan evaluasi,” pesannya.

Kehadiran Ning Lia di forum perempuan PMII tersebut bukan hanya sekadar berbagi wawasan, melainkan juga memberikan keteladanan nyata bahwa politik bisa dijalankan dengan hati.

Baca Juga :  Salut! Gubernur Khofifah Puji Warung Madura yang Buka 50 Jam Nonstop

Gaya komunikasinya yang sederhana namun kuat, disertai senyum ramah dan sikap rendah hati, menjadikannya sosok yang digandrungi kalangan Gen Z di Jawa Timur.

Bagi para peserta SKK, sosok Ning Lia dianggap sebagai “role model perempuan inspiratif” yang mampu memadukan kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial. Ia bukan hanya berbicara tentang perubahan, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan itu sendiri.

“Hidup ini penuh kejutan. Bila kejutan tampak sebagai kesulitan, pandanglah ia sebagai tantangan. Karena di balik tantangan, selalu ada pelajaran dan kekuatan,” ungkapnya, menutup sesi dengan tepuk tangan panjang dari peserta.

Melalui kegiatan Sekolah Kader Kopri ke-VI di Bondowoso, Ning Lia Istifhama kembali menegaskan posisinya sebagai figur perempuan inspiratif dan pembawa harapan bagi generasi muda.

Pesannya sederhana namun dalam: bahwa perubahan besar selalu dimulai dari niat kecil, tekad kuat, dan keberanian untuk melangkah.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru