Dorong Sektor Pertanian, DKPP Sumenep Fasilitasi Akses Kredit dan Asuransi Petani

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Sosialisasi dan Edukasi Produk keuangan perbankan dan Asuransi bagi pelaku usaha

Foto. Sosialisasi dan Edukasi Produk keuangan perbankan dan Asuransi bagi pelaku usaha

SUMENEP, nusainsider.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, terus berupaya memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan akses pembiayaan bagi para petani.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan pembinaan dan sosialisasi terkait cara mengakses modal usaha ke lembaga perbankan serta program perlindungan sosial ketenagakerjaan.

Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Rusnani, mengatakan pembinaan tersebut penting dilakukan karena masih banyak petani yang mengalami kesulitan memperoleh modal usaha untuk mengembangkan sektor pertanian.

“Selama ini banyak petani di Kabupaten Sumenep yang mengaku kesulitan mendapatkan modal usaha pertanian mereka. Karena itu kami memberikan pendampingan dan edukasi agar mereka memahami prosedur dan persyaratan yang diperlukan,” kata Rusnani.

Sosialisasi tersebut dilaksanakan di Desa Manding, Kecamatan Manding, dan diikuti oleh sejumlah kelompok tani setempat.

Baca Juga :  Ribuan Warga Semarakkan Festival Tete Masa 2026, Tradisi Menabur Benih Tembakau Jadi Magnet Wisata

Kegiatan ini melibatkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Sumenep yang terdiri dari Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setdakab Sumenep, DKPP, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), BPRS Bhakti Sumekar, serta BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam kegiatan tersebut, para petani mendapatkan penjelasan secara rinci mengenai mekanisme pengajuan pembiayaan usaha pertanian melalui perbankan, termasuk manfaat kepesertaan dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Menurut Rusnani, sektor pertanian sejatinya memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Namun, keterbatasan akses permodalan sering kali menjadi kendala yang membuat sebagian masyarakat enggan menekuni usaha pertanian.

“Padahal sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar bagi perekonomian Kabupaten Sumenep. Karena itu pemerintah daerah berupaya menghadirkan solusi agar petani lebih mudah memperoleh akses pembiayaan,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemkab Sumenep membentuk TPAKD dan menjalin kerja sama dengan perbankan untuk memfasilitasi kebutuhan modal usaha para petani.

Baca Juga :  Ojhung Kembali Bergema! Sumenep Siap Gelar Festival Budaya di Pantai Galung

Rusnani menjelaskan, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi petani untuk memperoleh pembiayaan, di antaranya lahan yang dikelola harus atas nama pribadi pemohon dan petani yang bersangkutan telah terdaftar dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Ia menambahkan, program tersebut juga merupakan tindak lanjut dari program sertifikasi tanah gratis yang telah dijalankan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

Sertifikat tanah yang dimiliki petani dapat dimanfaatkan sebagai salah satu syarat memperoleh akses pembiayaan usaha.

“Program ini diharapkan mampu membantu petani mengembangkan usaha mereka secara lebih mandiri dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, para petani menyambut positif program pembinaan tersebut. Mereka menilai akses pembiayaan dari lembaga resmi akan sangat membantu mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman dari pihak perorangan yang selama ini membebankan bunga tinggi.

Baca Juga :  Bersama Menkopolhukam, Istighosah Kebangsaan Bakal Digelar Malam ini Disumenep

Ahmad, petani asal Desa Manding Laok, Kecamatan Manding, mengaku selama ini sering kesulitan mendapatkan modal tanam sehingga terpaksa meminjam kepada pemberi pinjaman perorangan.

“Dulu kalau mau menanam tembakau saya terpaksa pinjam ke bank oser, bunganya sangat tinggi. Dengan adanya program ini kami berharap bisa mendapatkan modal yang lebih ringan dan aman,” ujarnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon
Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar
Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas
DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia
PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak
Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep
Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53 WIB

Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:58 WIB

Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:26 WIB

Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:23 WIB

DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:32 WIB

PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:32 WIB

Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:27 WIB

Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:59 WIB

FGD “NgomBe” Bahas Masa Depan MBG di Sumenep, Pemkab Dorong Evaluasi Menyeluruh

Berita Terbaru