Dugaan Malpraktik Berujung Maut, Pasien SM Meninggal di Puskesmas Manding

Selasa, 18 Agustus 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Tampak Bangunan Puskesmas Manding dari Depan

Foto. Tampak Bangunan Puskesmas Manding dari Depan

SUMENEP, nusainsider.com — Kepala Puskesmas Manding, dr. Nuruddin, M.Kes, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai dugaan malpraktik yang dikaitkan dengan meninggalnya seorang pasien perempuan berinisial SM di wilayah kerja Puskesmas Manding, Kabupaten Sumenep.

Klarifikasi tersebut disampaikan sebagai hak jawab sekaligus meluruskan informasi mengenai kondisi pasien saat tiba di Puskesmas Manding.

dr. Nuruddin membenarkan bahwa pasien berinisial SM memang meninggal dunia di Puskesmas Manding. Namun, berdasarkan informasi dari tenaga kesehatan yang bertugas saat kejadian, kondisi pasien ketika tiba di Puskesmas disebut sudah mengalami penurunan kesadaran.

“Benar ada, Pak. Menurut tenaga kesehatan (nakes) yang jaga, pasien tiba di Puskesmas kondisinya sudah mengalami penurunan kesadaran. Tujuh menit di Puskesmas sudah meninggal,” kata dr. Nuruddin saat dikonfirmasi nusainsider.com, Ahad (16/8/2026) kemarin.

Menurutnya, berdasarkan informasi awal yang diterima dari tenaga kesehatan yang bertugas, pasien SM sebelumnya memang sempat memeriksakan diri ke salah satu praktik perawat mandiri di Kecamatan Manding.

Baca Juga :  Kembali Mendapat Amanah, Direktur Nusainsider Harapkan Achmad Fauzi Betul-betul Wujudkan Visi Besar Sumenep

Namun, pihak Puskesmas mengaku belum mengetahui secara pasti mengenai kondisi pasien sebelum datang ke Puskesmas, termasuk jenis obat atau tindakan yang diberikan saat pasien menjalani pemeriksaan di tempat praktik tersebut.

“Menurut info dari nakes yang jaga, pasien inisial SM habis periksa dari salah satu perawat di Manding. Soal keracunan atau tidaknya kurang paham karena tidak tahu dikasih obat apa waktu periksa,” jelasnya.

dr. Nuruddin kemudian menyampaikan adanya informasi dari keluarga pasien yang diterima pihaknya. Berdasarkan keterangan tersebut, kondisi pasien disebut sudah lemas ketika berada di tempat praktik perawat.

Bahkan, menurut informasi yang diterima dari keluarga, pasien Inisial SM disebut sempat meminta bantuan kepada keluarga pasien lain yang kebetulan sedang berada di tempat praktik tersebut agar diantar ke Puskesmas.

“Namun menurut keluarga pasien waktu di tempat praktiknya perawat itu, pasien sudah lemas dan minta tolong kepada keluarga pasien lain yang kebetulan juga periksa di perawat itu, minta diantarkan ke Puskesmas. Coba Bapak klarifikasi ke keluarganya,” ujar dr. Nuruddin.

Keterangan tersebut menjadi penting untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kondisi pasien sebelum tiba di Puskesmas.
Terlebih, sebelumnya terdapat keterangan berbeda dari pihak praktik perawat mandiri berinisial FR.

Baca Juga :  Menuju Pemerintahan Akuntabel, Sumenep Perkuat Implementasi SAKIP 2025

Dalam pemberitaan sebelumnya di media ini, FR membantah adanya dugaan malpraktik di tempat praktiknya. Ia menyatakan bahwa pasien SM datang dalam kondisi baik dan meninggalkan tempat praktik juga dalam kondisi baik.

“Pasien datang ke tempat saya dengan kondisi baik. Setelah selesai, pulang dengan baik,” ujar FR kepada nusainsider.com, Sabtu (15/8/2026) kemarin.

Pernyataan tersebut berbeda dengan informasi yang disampaikan dr. Nuruddin berdasarkan keterangan tenaga kesehatan yang berjaga dan informasi dari keluarga pasien.

Baca Juga :  Mudik Gratis Pakai KMP DBS III, DPRD Warning Oknum Calo

Perbedaan keterangan tersebut membuat kronologi perjalanan kondisi pasien SM sebelum tiba di Puskesmas menjadi bagian penting yang perlu diklarifikasi lebih lanjut.

Media ini kemudian kembali berupaya meminta tanggapan kembali ke FR terkait dugaan adanya Malpraktik tersebut hingga izin operasional. Namun, hingga berita ini diterbitkan, FR belum memberikan tanggapan lebih lanjut atas pesan WhatsApp yang dikirimkan pewarta.

Dengan demikian, informasi mengenai kondisi pasien sebelum tiba di Puskesmas Manding masih memerlukan klarifikasi dari seluruh pihak yang mengetahui langsung kejadian tersebut, termasuk keluarga pasien dan pihak praktik perawat mandiri.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru