Generasi Emas dan Kebangkitan Budaya: Sumenep Gaungkan Suluk Budaya 2026

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Coming Soon Budaya Suluk 2026.

Foto. Coming Soon Budaya Suluk 2026.

SUMENEP, nusainsider.com — Denyut kebudayaan Madura kembali dipersiapkan untuk menggema. Sebuah perhelatan besar bertajuk Suluk Budaya: Generasi Emas Nusantara dijadwalkan hadir pada Mei 2026, membawa semangat kebangkitan budaya yang sarat nilai, makna, dan jati diri.

Poster bernuansa merah menyala dengan simbol-simbol khas budaya Madura yang mulai beredar bukan sekadar pengumuman acara.

Ia menjadi isyarat kuat bahwa Kabupaten Sumenep tengah bersiap menjadi panggung kebudayaan, ruang tempat nilai-nilai luhur diwariskan dan ditanamkan kembali kepada generasi muda di tengah arus zaman yang kian deras.

Suluk Budaya Madura digadang-gadang bukan hanya sebagai tontonan seni, melainkan tuntunan peradaban. Di dalamnya, budaya tidak diposisikan sebagai ornamen masa lalu yang statis, melainkan sebagai ruh kehidupan yang terus bergerak, tumbuh, dan membentuk karakter generasi emas Nusantara.

Baca Juga :  Solid Dukung Zulhas Tiga Periode, DPD PAN Sumenep Beberkan Keberhasilan Politiknya

Tema besar yang diusung, “Generasi Emas: Menjaga Warisan, Menguatkan Peradaban”, menjadi pesan utama yang hendak ditegaskan kepada publik. Bahwa kemajuan tidak boleh memutus akar sejarah, dan modernitas tidak seharusnya menghapus identitas. Justru di tengah percepatan teknologi dan globalisasi, nilai-nilai lokal menjadi fondasi kokoh untuk membangun masa depan yang berkarakter.

Dari Sumenep, pesan itu ingin disampaikan dengan lantang: Madura tidak diam. Madura merawat. Madura melangkah dengan budayanya sendiri. Pulau yang dikenal kaya akan tradisi, kesenian, serta filosofi kehidupan ini kembali menegaskan eksistensinya melalui ruang ekspresi yang terstruktur dan visioner.

Baca Juga :  Jejak Pangeran Angga Suta Hidup Kembali di Festival Garam Madura 2025

Figur seni yang tergambar dalam poster melambangkan kekuatan ekspresi, kearifan lokal, serta keberanian menjaga nilai di tengah perubahan. Sosok tersebut seakan menjadi penanda bahwa budaya Madura bukan sekadar cerita lama yang tersimpan dalam ingatan kolektif, melainkan energi hidup yang siap diwariskan dan diperjuangkan oleh generasi hari ini dan esok.

Keterlibatan berbagai elemen kreatif, tokoh budaya, serta dukungan dari beragam pihak menunjukkan bahwa Suluk Budaya Madura bukan agenda seremonial biasa.

Ia diproyeksikan menjadi momentum penting kebudayaan, sekaligus ruang pertemuan antara tradisi dan generasi muda. Di sanalah dialog lintas zaman berlangsung antara nilai leluhur dan semangat kebangsaan yang terus tumbuh.

Baca Juga :  Mengejutkan! Ada Pungli Puluhan Juta Pada Pagelaran Event MCF 2024, Pelakunya Tidak Asing

Mei 2026 kini bukan sekadar penanda waktu dalam kalender. Ia adalah janji. Janji bahwa Sumenep akan kembali bersuara lewat budaya. Janji bahwa Madura akan hadir bukan hanya untuk dikenang, tetapi dirayakan, dihidupkan, dan dimuliakan sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan peradaban Nusantara.

Suluk Budaya bukan hanya tentang panggung dan pertunjukan. Ia adalah tentang jati diri, tentang keberanian menjaga warisan, dan tentang komitmen membangun generasi emas yang berpijak kuat pada akar budayanya sendiri.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru