Hadapi Inflasi Tertinggi di Jatim, Bappeda Sumenep Andalkan Data BPS dan Sensus Ekonomi 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala Bappeda Sumenep, Dr Ir Arif Firmanto, S.TP., M.Si.IPU ASEAN Eng.

Foto. Kepala Bappeda Sumenep, Dr Ir Arif Firmanto, S.TP., M.Si.IPU ASEAN Eng.

SUMENEP, nusainsider.com Kabupaten Sumenep mencatat laju inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) tertinggi di Jawa Timur pada Mei 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Sumenep mencapai 5,12 persen, jauh di atas rata-rata Jawa Timur sebesar 3,49 persen dan tingkat nasional yang berada di angka 3,08 persen.

Data tersebut disampaikan Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Handoyo Wijoyo, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar pada Senin (22/6/2026).

Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi bulanan (month to month atau m-to-m) sebesar 0,16 persen, sedangkan inflasi tahun kalender berjalan (year to date atau y-to-d) mencapai 2,07 persen. Untuk indikator y-on-y dan y-to-d, Sumenep menjadi daerah dengan angka tertinggi di Jawa Timur.

Handoyo menjelaskan, kenaikan harga sejumlah komoditas menjadi faktor utama yang mendorong tingginya inflasi di Kabupaten Sumenep. Komoditas emas perhiasan tercatat sebagai penyumbang inflasi terbesar dengan andil mencapai 1,45 persen.

“Emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil sebesar 1,45 persen. Sementara beras memberikan andil inflasi sebesar 0,36 persen,” ujar Handoyo.

Selain emas dan beras, sejumlah bahan kebutuhan pokok lainnya juga ikut menyumbang kenaikan inflasi pada Mei 2026. Di antaranya cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan minyak goreng yang masing-masing memberikan andil sebesar 0,08 persen.

“Cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan minyak goreng juga menjadi komoditas yang memicu inflasi bulanan,” tambahnya.

Menurut Handoyo, data inflasi memiliki peran strategis sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga serta melindungi daya beli masyarakat.

“Data ini menjadi penting sebagai acuan pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan ekonomi agar harga-harga bisa kembali stabil dan terjangkau oleh masyarakat,” tegasnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, menegaskan bahwa data statistik yang dirilis BPS menjadi pijakan utama dalam penyusunan program pembangunan dan strategi ekonomi daerah.

Baca Juga :  Bersama Difabel, Polres Sumenep Gelar Aksi Sosial Berbagi Takjil untuk Pengendara

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sumenep akan memperkuat sinergi lintas sektor guna mengendalikan laju inflasi, terutama pada komoditas yang selama ini memberikan kontribusi besar terhadap kenaikan harga.

“Data inflasi ini menjadi bahan evaluasi dan dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus melakukan langkah-langkah pengendalian agar stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat tidak terganggu,” kata Arif.

Menurutnya, perencanaan pembangunan harus mampu merespons kondisi riil yang terjadi di masyarakat sekaligus mengantisipasi berbagai dinamika ekonomi yang berpotensi memengaruhi kesejahteraan warga.

Baca Juga :  Disbudporapar Sumenep Berhasil Jadikan Bahasa Madura Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Dalam kesempatan yang sama, BPS Kabupaten Sumenep juga memaparkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang akan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Sumenep. Kegiatan tersebut akan mendata berbagai aktivitas usaha di luar sektor rumah tangga dan pemerintahan.

Handoyo menjelaskan, sensus akan mencakup beragam sektor ekonomi, mulai dari pertanian, perikanan, industri pengolahan, perdagangan, transportasi, akomodasi dan kuliner, hingga berbagai sektor jasa lainnya.

Baca Juga :  Pelestarian Cagar Budaya Jadi Prioritas, Bupati Fauzi Dorong Sinergi dan Partisipasi Publik

Menurutnya, pelaksanaan SE 2026 merupakan langkah strategis untuk menghadirkan data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai fondasi penyusunan kebijakan pembangunan di tingkat daerah maupun nasional.

Sementara itu, Arif kembali menyambut positif pelaksanaan sensus tersebut. Ia menilai ketersediaan data yang valid menjadi kebutuhan mendasar dalam merancang pembangunan yang efektif, terukur, dan berkelanjutan.

“Kami berharap seluruh pelaku usaha dapat berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026. Data yang akurat akan membantu pemerintah dalam merumuskan program pembangunan yang lebih tepat sasaran, termasuk dalam penguatan sektor UMKM dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Hasil pendataan SE 2026 nantinya diharapkan menjadi landasan penyusunan kebijakan ekonomi yang lebih inklusif, berkelanjutan, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumenep.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

BAZNAS Sumenep Dukung KKN Internasional STITA ke Malaysia melalui Program Sumenep Cerdas 2026
Festival Sape Sonok Madura 2026 Digelar 9 Agustus, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Leluhur
Al-Huda Gelar Halaqoh Parenting, Orang Tua Diajak Tinggalkan Pola Asuh Otoriter
Annuqayah Mantapkan Kiprah Global, 22 Mahasiswa Jalani KKN Internasional di Mekkah dan Jeddah
Pemkab Brebes Berguru ke Sumenep, Pelestarian Budaya dan Pendidikan Jadi Daya Tarik
Nyaris Lolos dari Bandara Juanda, Kurir Sabu dan Ekstasi Disergap Berkat Analisis Risiko Bea Cukai
Polresta Malang Kota Tetapkan Gunadi Yuwono Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan Rp500 Juta
Dari Gerbang hingga Taneyan, Pemuda Pocang Temor Hidupkan Semangat Merah Putih dengan Gotong Royong

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 05:27 WIB

BAZNAS Sumenep Dukung KKN Internasional STITA ke Malaysia melalui Program Sumenep Cerdas 2026

Jumat, 7 Agustus 2026 - 03:52 WIB

Festival Sape Sonok Madura 2026 Digelar 9 Agustus, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Leluhur

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Al-Huda Gelar Halaqoh Parenting, Orang Tua Diajak Tinggalkan Pola Asuh Otoriter

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Annuqayah Mantapkan Kiprah Global, 22 Mahasiswa Jalani KKN Internasional di Mekkah dan Jeddah

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Pemkab Brebes Berguru ke Sumenep, Pelestarian Budaya dan Pendidikan Jadi Daya Tarik

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Polresta Malang Kota Tetapkan Gunadi Yuwono Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan Rp500 Juta

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Dari Gerbang hingga Taneyan, Pemuda Pocang Temor Hidupkan Semangat Merah Putih dengan Gotong Royong

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:37 WIB

P4GI Desak Pemerintah Hentikan Penetapan Harga Garam Sepihak oleh Pabrik, Tagih Amanat UU Nomor 7 Tahun 2016

Berita Terbaru