Kasus Dugaan Penggelapan FIF Sumenep: Polisi Telusuri 8 Korban dengan Kerugian Rp87 Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Jumlah konsumen yang diduga menjadi korban penggelapan pembayaran kredit di PT Federal International Finance (FIF) Group Sumenep bertambah. Polsek Kota Sumenep mencatat sedikitnya delapan konsumen diduga mengalami kerugian dengan total nilai mencapai Rp87 juta.

Kapolsek Kota Sumenep, AKP Maliyanto Effendi, mengatakan, perkara tersebut dilaporkan oleh Rep Head FIF Group Sumenep, Billy Adi Santika Sangian.

Laporan itu berkaitan dengan dugaan penggelapan yang diduga dilakukan mantan Collection Recovery Coordinator (CRC) FIF Group Sumenep, Addin Hidayah.

Posisi tersebut berkaitan dengan tugas penagihan dan pemulihan pembiayaan konsumen.

“Yang masuk ke kami sekitar itu masih jumlahnya,” ujar AKP Maliyanto Effendi saat dikonfirmasi mengenai jumlah korban dan nilai kerugian yang dilaporkan, Kamis (19/8/2026).

Menurut Maliyanto, proses penanganan perkara masih berlangsung di Polsek Kota Sumenep. Penyidik juga telah dua kali melayangkan panggilan kepada terlapor untuk dimintai keterangan. Namun, panggilan tersebut disebut belum dipenuhi.

Baca Juga :  Perjuangkan Petani Madura Di Parlemen, Slamet Ariyadi Komitmen Kawal RUU Tembakau

Polisi selanjutnya akan meminta keterangan dari para konsumen yang diduga menjadi korban untuk memperdalam penyelidikan dan mengungkap rangkaian dugaan penggelapan tersebut.

Selain menangani perkara dari sisi hukum, Polsek Kota Sumenep juga berencana berkoordinasi dengan pihak FIF Group Sumenep. Koordinasi tersebut dilakukan agar para konsumen yang diduga menjadi korban dapat memperoleh keringanan selama proses hukum berjalan.

“Setidaknya korban bisa mendapatkan keringanan dulu selama proses hukum ini berlangsung,” kata Maliyanto.

Kasus tersebut mencuat setelah sejumlah konsumen mengaku telah menyerahkan pembayaran kredit, bahkan hingga pelunasan, kepada Addin ketika yang bersangkutan masih bekerja di FIF Group Sumenep.

Baca Juga :  Meriahkan Piala Dunia 2026, Cak Nawardi Buka Tebak Juara dengan Total Hadiah Rp10 Juta

Salah satunya adalah Sahwari Umam, konsumen asal Kecamatan Ganding. Pria yang bekerja sebagai sales telur dan air mineral tersebut mengaku telah menyerahkan uang pelunasan kredit sebesar lebih dari Rp17 juta kepada Addin.

Pembayaran itu disebut dilakukan di lantai dua Kantor FIF Group Sumenep pada 16 Maret 2026.

Namun, hingga kini pembayaran tersebut disebut belum tercatat dalam sistem FIF Group. Akibatnya, kewajiban kredit Umam masih tercatat meski dirinya mengaku telah menyelesaikan pembayaran kepada pihak yang saat itu bekerja di perusahaan pembiayaan tersebut.

Baca Juga :  Ramadan Penuh Kepedulian, SMSI Sumenep Bersama Ar-raudah computer Salurkan 500 Takjil bagi Warga Binaan Rutan

Kondisi tersebut membuat Umam berharap persoalan yang dialaminya bersama konsumen lainnya segera mendapatkan kepastian dan penyelesaian.

Ia juga mendukung langkah Polsek Kota Sumenep dalam mengusut perkara tersebut hingga tuntas.

“Saya berharap persoalan ini bisa segera terselesaikan, terutama tanggung jawab FIF Sumenep atas kerugian kami,” harapnya.

Hingga saat ini, perkara tersebut masih dalam proses penanganan aparat kepolisian. Dugaan penggelapan dan jumlah kerugian masih menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk memastikan fakta serta tanggung jawab masing-masing pihak.

Polisi juga masih akan menggali keterangan dari para konsumen yang diduga menjadi korban serta pihak-pihak terkait lainnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Talenta Muda Mulai Dibidik, KSMI Pamekasan Siapkan Regenerasi Atlet Porprov
Dari Garam hingga Migas, Bappeda Sumenep Cari “Mesin” Penggerak Ekonomi Daerah
Karnaval HUT RI ke-81 di Pasean, RA Nahdlatul Athfal Suguhkan Kostum Kreatif dan Nuansa Budaya Madura
Kepala Bappeda Sumenep Ajak Masyarakat Sumenep Hidupkan Nilai Kejujuran dan Amanah di Rabiul Awal
Harga Tembakau hingga Rp72 Ribu, Bos HM Minta Petani Jangan Panen Terlalu Muda
Dari Perjuangan ke Pembangunan, Pesan Bupati Fauzi di Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI
Bukan Sekadar Jurnalis, Ini Jejak Hairul Anam di Dunia Literasi, Akademik dan Media
Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep Agar Cerdas dan Bijak Gunakan AI

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Talenta Muda Mulai Dibidik, KSMI Pamekasan Siapkan Regenerasi Atlet Porprov

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:17 WIB

Kasus Dugaan Penggelapan FIF Sumenep: Polisi Telusuri 8 Korban dengan Kerugian Rp87 Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:36 WIB

Dari Garam hingga Migas, Bappeda Sumenep Cari “Mesin” Penggerak Ekonomi Daerah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Karnaval HUT RI ke-81 di Pasean, RA Nahdlatul Athfal Suguhkan Kostum Kreatif dan Nuansa Budaya Madura

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:56 WIB

Kepala Bappeda Sumenep Ajak Masyarakat Sumenep Hidupkan Nilai Kejujuran dan Amanah di Rabiul Awal

Kamis, 20 Agustus 2026 - 02:38 WIB

Dari Perjuangan ke Pembangunan, Pesan Bupati Fauzi di Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:46 WIB

Bukan Sekadar Jurnalis, Ini Jejak Hairul Anam di Dunia Literasi, Akademik dan Media

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep Agar Cerdas dan Bijak Gunakan AI

Berita Terbaru