SUMENEP, nusainsider.com — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA) menggelar resepsi pelantikan pengurus sekaligus Pelatihan Kader Dasar (PKD) XV.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Meneguhkan Militansi, Menguatkan Loyalitas dan Mengembangkan Intelektualitas Kader sebagai Fondasi Perjuangan Organisasi”.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi PMII Komisariat STIT Aqidah Usymuni untuk memperkuat komitmen organisasi sekaligus meningkatkan kualitas kader dalam menjalankan peran sebagai mahasiswa, insan akademis, dan bagian dari masyarakat.
Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok pesantren Aqidah Usymuni, Kyai Zainul Alim menyampaikan harapan agar pengurus yang baru dilantik mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab serta senantiasa diberikan kelancaran oleh Allah SWT dalam menjalankan tugasnya.
Ia menegaskan bahwa amanah kepengurusan hendaknya dipandang sebagai anugerah, bukan beban. Sebab, setiap pengurus memiliki tanggung jawab yang harus ditunaikan sebagai bentuk pengabdian kepada lembaga, PMII, negara, dan agama Islam.
“Ketika mengemban sebuah amanah, jadikanlah itu sebagai anugerah. Setiap pengurus memiliki tanggung jawab, maka tunaikanlah tanggung jawab tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada lembaga, PMII, negara, dan agama Islam,” pesannya.
Menurutnya, amanah organisasi seharusnya menjadi motivasi bagi setiap pengurus untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pribadi, termasuk dalam membangun karakter sebagai seorang muslim yang kaffah.
Ia juga mengingatkan bahwa ber-organisasi merupakan bagian dari proses pembelajaran. Para pengurus diharapkan mampu belajar mengelola waktu, menjalankan roda organisasi, memanfaatkan kesempatan, serta meluruskan niat dalam setiap aktivitas yang dilakukan.
Dengan demikian, pengalaman berorganisasi tidak hanya menjadi ruang untuk menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi sarana membentuk kedisiplinan, kepemimpinan, dan kematangan intelektual kader, “Pungkasnya.
Sementara itu, ditempat yang sama, Sekretaris Cabang PMII Sumenep, Syafiqurrahman menekankan pentingnya proses kaderisasi yang berkelanjutan di tingkat komisariat.
Menurutnya, terdapat banyak harapan yang dititipkan kepada komisariat, terutama dalam mempersiapkan generasi mahasiswa yang memiliki komitmen terhadap organisasi dan mampu melanjutkan perjuangan PMII.
Karena itu, pengurus komisariat diharapkan menjalankan proses kaderisasi secara terarah dan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PMII yang berlaku, “Imbuhnya disela-sela sambutannya, Kamis 29 Oktober 2026.
Syafiq sapaan akrabnya menjelaskan bahwa mahasiswa yang sebelumnya mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) masih berada pada tahap awal pengenalan dan penerimaan anggota dalam organisasi PMII. Oleh sebab itu, Pelatihan Kader Dasar (PKD) menjadi salah satu tahapan penting dalam proses kaderisasi lanjutan PMII.
“Beberapa bulan yang lalu, kalian mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) sebagai anggota. Oleh karena itu, PKD menjadi bagian penting dari proses kaderisasi lanjutan untuk membentuk kader PMII yang memahami nilai, prinsip, dan arah perjuangan organisasi,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Pelaksanaan PKD XV diharapkan mampu memperkuat pemahaman peserta terhadap nilai-nilai dasar pergerakan, meningkatkan loyalitas terhadap organisasi, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan intelektual.
Melalui pelantikan pengurus dan PKD XV ini, PMII Komisariat STIT Aqidah Usymuni diharapkan semakin solid dalam menjalankan roda organisasi, memperkuat tradisi intelektual, serta melahirkan kader-kader yang berintegritas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
![]()
Penulis : Wafa
















