Pemkab Brebes Berguru ke Sumenep, Pelestarian Budaya dan Pendidikan Jadi Daya Tarik

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Kabupaten Sumenep kembali membuktikan posisinya sebagai salah satu daerah yang menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan pendidikan dan pelestarian kebudayaan.

Hal itu terlihat dari kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, yang dipimpin langsung Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, ke Kota Keris untuk melakukan studi tiru terkait tata kelola sektor pendidikan dan kebudayaan.

Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Wakil Bupati Sumenep, K. Imam Hasyim, di Paseban Agung Sultan Abdurrahman, Keraton Sumenep, Selasa (4/8/2026). Suasana penyambutan berlangsung penuh keakraban sebagai simbol eratnya hubungan antardaerah dalam membangun sinergi demi peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumenep menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Sumenep sebagai tujuan studi tiru.

Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk terus menghadirkan berbagai inovasi dalam pengelolaan pendidikan serta pelestarian budaya lokal.

“Selamat datang Ibu Bupati Kabupaten Brebes, Paramitha Widya Kusuma, beserta rombongan di Kabupaten Sumenep. Semoga kunjungan kerja dalam rangka studi tiru pengelolaan sektor pendidikan dan kebudayaan ini berjalan lancar, memberikan manfaat, serta mempererat hubungan baik antara Kabupaten Brebes dan Kabupaten Sumenep,” ujar K. Imam Hasyim.

Menurut Imam Hasyim, kunjungan antardaerah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun kolaborasi yang produktif melalui pertukaran pengalaman, praktik terbaik (best practice), hingga inovasi kebijakan yang telah diterapkan masing-masing daerah.

Ia menegaskan, tantangan pembangunan di era modern menuntut setiap pemerintah daerah untuk terus beradaptasi dan belajar dari keberhasilan daerah lain. Karena itu, forum studi tiru menjadi salah satu sarana efektif dalam memperkuat kapasitas pemerintahan.

“Pemerintah Kabupaten Sumenep sangat terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama yang mampu mendorong percepatan pembangunan daerah. Kami percaya bahwa kemajuan dapat dicapai apabila setiap daerah saling berbagi pengalaman dan saling belajar,” katanya.

Pendidikan dan Kebudayaan Harus Berjalan Beriringan

Dalam kesempatan tersebut, Imam Hasyim menekankan bahwa pendidikan dan kebudayaan merupakan dua sektor strategis yang memiliki hubungan erat dalam membangun kualitas masyarakat.

Baca Juga :  Pantai Badur Ramai, Pungli, Keselamatan Nyawa dan Fasilitas Minim Jadi Catatan Kritis

Menurutnya, pendidikan tidak hanya bertugas meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari sisi akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter generasi muda melalui penguatan nilai-nilai budaya lokal.

Di sisi lain, pelestarian budaya memiliki peran penting dalam menjaga identitas daerah sekaligus memperkuat jati diri bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.

“Kami berharap studi tiru ini menjadi wadah untuk bertukar gagasan dan pengalaman, sehingga dapat melahirkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi kemajuan sektor pendidikan dan kebudayaan di masing-masing daerah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati berharap kunjungan tersebut tidak berhenti pada proses berbagi informasi semata, tetapi juga menjadi awal terbentuknya kolaborasi jangka panjang antara Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Brebes.

“Kami harapkan dari kunjungan ini tidak hanya menghasilkan pertukaran informasi mengenai pengelolaan pendidikan dan kebudayaan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Sumenep Dinilai Berhasil Menjaga Warisan Budaya

Sementara itu, Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, mengungkapkan bahwa Kabupaten Sumenep dipilih sebagai lokasi studi tiru karena dinilai berhasil menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Baca Juga :  Dorong Sektor Pertanian, DKPP Sumenep Fasilitasi Akses Kredit dan Asuransi Petani

Menurut Paramitha, Sumenep tidak hanya memiliki warisan budaya yang kaya, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai budaya tersebut dalam berbagai program pembangunan, termasuk sektor pendidikan.

“Kami hari ini bersama Sekda, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata datang ke Kabupaten Sumenep untuk belajar mengenai pengelolaan pendidikan dan kebudayaan. Kami melihat Sumenep memiliki kekayaan budaya yang sangat unik dan luar biasa,” ungkap Paramitha.

Ia menjelaskan, keberhasilan Sumenep dalam menjaga identitas budaya menjadi salah satu alasan utama Kabupaten Brebes ingin mempelajari berbagai strategi yang diterapkan pemerintah daerah setempat.

Menurutnya, pelestarian budaya bukan hanya berkaitan dengan menjaga tradisi, tetapi juga mampu menjadi instrumen pembangunan yang berdampak terhadap sektor pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Keraton Sumenep Jadi Simbol Pelestarian Sejarah

Dipilihnya Paseban Agung Sultan Abdurrahman, Keraton Sumenep, sebagai lokasi penyambutan memiliki makna tersendiri. Keraton Sumenep merupakan salah satu ikon sejarah dan kebudayaan Madura yang hingga kini tetap terawat sebagai pusat pelestarian nilai-nilai budaya daerah.

Keberadaan keraton beserta berbagai peninggalan sejarahnya menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga :  Kelangkaan BBM Sumenep Picu Sorotan, Dugaan Praktik Pengisian Jerigen di SPBU Paberasan Diselidiki Publik

Tidak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, kawasan Keraton Sumenep juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal perjalanan sejarah, seni, dan budaya Madura yang telah berkembang selama ratusan tahun.

Perkuat Sinergi Antardaerah

Kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Brebes diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai kerja sama strategis antara kedua daerah, baik dalam bidang pendidikan, pelestarian budaya, pengembangan sumber daya manusia, hingga promosi potensi daerah.

Melalui sinergi tersebut, masing-masing pemerintah daerah dapat saling memperkuat kapasitas kelembagaan, berbagi inovasi pelayanan publik, serta mengembangkan program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Di tengah semakin kompleksnya tantangan pembangunan, kolaborasi antardaerah dinilai menjadi salah satu strategi efektif dalam mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

Bagi Kabupaten Sumenep sendiri, kunjungan ini menjadi pengakuan bahwa berbagai upaya pelestarian budaya yang selama ini dilakukan telah mendapat perhatian daerah lain. Hal tersebut sekaligus memperkuat posisi Sumenep sebagai salah satu pusat kebudayaan di Madura yang mampu menginspirasi pengembangan pendidikan berbasis kearifan lokal.

Dengan semangat saling belajar dan berbagi pengalaman, kerja sama antara Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Brebes diharapkan tidak berhenti pada agenda studi tiru semata, tetapi berkembang menjadi kemitraan yang berkelanjutan demi mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Nyaris Lolos dari Bandara Juanda, Kurir Sabu dan Ekstasi Disergap Berkat Analisis Risiko Bea Cukai
Polresta Malang Kota Tetapkan Gunadi Yuwono Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan Rp500 Juta
Dari Gerbang hingga Taneyan, Pemuda Pocang Temor Hidupkan Semangat Merah Putih dengan Gotong Royong
P4GI Desak Pemerintah Hentikan Penetapan Harga Garam Sepihak oleh Pabrik, Tagih Amanat UU Nomor 7 Tahun 2016
Dari Pendidikan hingga Hilirisasi, Vispol Indonesia Bedah Strategi Keluar dari Jerat Kemiskinan Madura
H. Her, CEO PT Bawang Mas Group, Perkuat Komitmen Sosial dengan Hibah Rp500 Juta untuk Pendidikan Pesantren
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib? Fauzi As
Roadmap Kesejahteraan Madura Dibahas di Sampang, Pendidikan dan Hilirisasi Jadi Kunci

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Pemkab Brebes Berguru ke Sumenep, Pelestarian Budaya dan Pendidikan Jadi Daya Tarik

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Nyaris Lolos dari Bandara Juanda, Kurir Sabu dan Ekstasi Disergap Berkat Analisis Risiko Bea Cukai

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Polresta Malang Kota Tetapkan Gunadi Yuwono Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan Rp500 Juta

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Dari Gerbang hingga Taneyan, Pemuda Pocang Temor Hidupkan Semangat Merah Putih dengan Gotong Royong

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:37 WIB

P4GI Desak Pemerintah Hentikan Penetapan Harga Garam Sepihak oleh Pabrik, Tagih Amanat UU Nomor 7 Tahun 2016

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:30 WIB

H. Her, CEO PT Bawang Mas Group, Perkuat Komitmen Sosial dengan Hibah Rp500 Juta untuk Pendidikan Pesantren

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:43 WIB

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib? Fauzi As

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Roadmap Kesejahteraan Madura Dibahas di Sampang, Pendidikan dan Hilirisasi Jadi Kunci

Berita Terbaru