PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Relokasi UMKM di kepulauan Sapudi Sumenep.

Foto. Relokasi UMKM di kepulauan Sapudi Sumenep.

SUMENEP, nusainsider.com — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumenep merencanakan pembangunan Pasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai upaya menata Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini berjualan di atas trotoar jalan.

Kebijakan ini bertujuan menciptakan kawasan kota yang lebih tertib, rapi, serta nyaman bagi masyarakat.

Rencana tersebut disampaikan Ketua Paguyuban PKL Kewedanaan Pulau Sapudi, Misbahul Munir, dalam musyawarah Rapat Koordinasi bersama seluruh PKL yang digelar di Pendopo Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, Rabu (21/1/2026).

Misbahul Munir menjelaskan, pembangunan Pasar UMKM diharapkan menjadi solusi agar para PKL memiliki tempat usaha yang layak tanpa mengganggu fungsi trotoar maupun kelancaran lalu lintas.

“Penataan ini bukan untuk mematikan usaha pedagang, tetapi justru memberikan tempat berjualan yang lebih nyaman, aman, dan tertata. Dengan masuk ke Pasar UMKM, aktivitas jual beli akan lebih kondusif bagi pedagang maupun masyarakat,” ujar Misbah.

Menurut rencana, Pasar UMKM akan dibangun di lokasi strategis dan mudah diakses. Fasilitas yang disiapkan meliputi kios permanen, area kuliner, sarana kebersihan, lahan parkir, serta fasilitas pendukung lainnya guna menunjang kenyamanan pedagang dan pengunjung.

Baca Juga :  Pesan Tegas Hasyim Djoyohadikusumo untuk SMSI: Jangan Jadi Pers yang Menyesatkan

Pemda Sumenep juga menegaskan bahwa proses relokasi pedagang dari trotoar ke dalam Pasar UMKM akan dilakukan secara bertahap dan persuasif.

Pemerintah akan melakukan pendataan, sosialisasi, serta dialog intensif dengan para pedagang agar relokasi berjalan lancar tanpa menimbulkan konflik.

Sejumlah pedagang menyambut baik rencana tersebut, meski berharap lokasi pasar benar-benar strategis dan mampu menarik banyak pengunjung.

Baca Juga :  Gelar Rapat Paripurna Hasil Reses, Infrastruktur dan Ekonomi Jadi Sorotan

Dukungan juga datang dari pihak kecamatan. Pelaksana Tugas (Plt) Camat Gayam, Robi Firmansyah Wijaya, menyatakan bahwa relokasi PKL merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban umum dan kenyamanan masyarakat.

“Trotoar pada dasarnya diperuntukkan bagi pejalan kaki. Dengan adanya Pasar UMKM, pedagang tetap bisa berjualan secara layak, sementara fungsi trotoar dikembalikan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan pegiat PKL, Rasidi. Ia menilai pembangunan Pasar UMKM sebagai solusi jangka panjang bagi keberlangsungan usaha pedagang kaki lima.

“Kami mendukung selama proses pemindahan dilakukan bertahap dan melibatkan pedagang. Harapannya, fasilitas memadai dan pengunjung tetap ramai agar usaha kami terus berjalan,” katanya.

Seorang pedagang lainnya juga mengaku siap direlokasi.

“Kalau tempatnya bagus dan pembeli tetap ada, kami siap dipindahkan karena lebih tertib,” ujarnya.

Pembangunan Pasar UMKM ini diharapkan mampu menata kawasan Jalan Raya Pasar Gayam dan sekitarnya, meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM.

Baca Juga :  Belanja Iklan dan Pemotretan Rp18 Juta di Puskesmas Guluk-Guluk Jadi Sorotan

Pemda menargetkan pembangunan pasar dan penataan PKL dapat segera direalisasikan agar aktivitas perdagangan di wilayah Pasar Gayam dan Kewedanaan Pulau Sapudi ke depan berlangsung lebih tertib dan berkelanjutan.

Sekadar informasi, rencana penataan Pasar UMKM akan memindahkan PKL yang sebelumnya berjualan di trotoar Jalan Raya Pasar Gayam ke dalam area Kewedanaan Pulau Sapudi.

Loading

Penulis : Udi

Berita Terkait

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP
Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026
Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember
100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang
Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat
Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas
Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Berita Terbaru