SUMENEP, nusainsider.com — Media online LensaMadura.com menggelar kegiatan Ngaji Jurnalistik di Auditorium STIT Aqidah Usymuni Sumenep, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi santri, mahasiswa, dan pegiat literasi untuk memahami dasar-dasar jurnalistik serta meningkatkan kemampuan menulis di tengah derasnya arus informasi.
Komisioner Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep, Ahmad Ainol Horri, hadir sebagai pemateri. Dalam paparannya, ia mengajak peserta memahami bahwa jurnalistik bukan sekadar aktivitas menulis, melainkan proses mengumpulkan, mengolah, dan menyampaikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Ia menjelaskan sejumlah dasar jurnalistik, mulai dari pengertian berita, unsur-unsur berita, hingga teknik menyusun informasi agar mudah dipahami pembaca.
Selain itu, Ahmad Ainol Horri juga menguraikan perbedaan antara berita dan opini. Menurutnya, berita harus berpijak pada fakta yang dapat diverifikasi, sedangkan opini merupakan pandangan atau penilaian penulis terhadap suatu persoalan.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan membaca dan menulis sebagai bagian dari penguatan literasi. Kemampuan tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi tanpa terlebih dahulu memeriksa kebenarannya.
“Menulis itu adalah cara bagaimana kita memahami informasi, memeriksa fakta, kemudian menyampaikannya secara bertanggung jawab,” jelasnya.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi LensaMadura.com, M Rifqiyadi, mengatakan bahwa Ngaji Jurnalistik digelar sebagai upaya memperluas ruang belajar jurnalistik bagi generasi muda, khususnya kalangan santri dan mahasiswa.
Menurutnya, santri dan mahasiswa memiliki potensi besar untuk turut menghasilkan informasi yang edukatif, berkualitas, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Literasi tidak cukup hanya dengan membaca. Harus ada keberanian untuk menulis dan menyampaikan gagasan. Karena itu kami ingin membuka ruang belajar jurnalistik yang dekat dengan santri, mahasiswa, dan pegiat literasi,” ujar Rifqiyadi.
Kegiatan tersebut diikuti oleh santri dan santriwati Pondok Pesantren Aqidah Usymuni, mahasiswa, serta pegiat literasi.
Para peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan seputar praktik jurnalistik dan berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam proses menulis.
Melalui kegiatan ini, Ngaji Jurnalistik diharapkan dapat menumbuhkan minat menulis, memperkuat budaya literasi, serta mendorong generasi muda agar lebih kritis dalam menyikapi informasi dan mampu menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.
![]()
Penulis : Wafa
















