SUMENEP, nusainsider.com — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus memperkuat inovasi dalam perencanaan pembangunan melalui pemanfaatan teknologi digital, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengembangan strategi sanitasi berkelanjutan.
Di bawah kepemimpinan Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., berbagai inovasi dikembangkan untuk mendorong transparansi, meningkatkan efektivitas pelayanan, serta memastikan kebijakan pembangunan berjalan lebih terarah dan berbasis data.
Salah satu fokus utama Bappeda Sumenep adalah mengintegrasikan sistem informasi digital dalam proses perencanaan, pengendalian, evaluasi, dan pelaporan pembangunan daerah.
Terdapat sejumlah inovasi yang menjadi bagian dari upaya tersebut, mulai dari Sistem Informasi Manajemen, Pengendalian, Evaluasi, dan Laporan Pembangunan Daerah (SIMPEL), e-Stunting, hingga E-SAKIP.
SIMPEL berfungsi sebagai instrumen pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program kerja serta penyerapan anggaran di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Melalui aplikasi ini, perkembangan realisasi program dapat dipantau secara berkala setiap triwulan sehingga membantu pemerintah daerah mengidentifikasi kendala dan memperkuat pengendalian pembangunan.
Inovasi SIMPEL juga memperoleh penghargaan Anugerah Inovasi Daerah sebagai bentuk pengakuan atas pengembangan inovasi dalam tata kelola pemerintahan.
Sementara itu, platform e-Stunting dikembangkan untuk mengintegrasikan dan memetakan persebaran kasus stunting di desa-desa, termasuk wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep. Ketersediaan data tersebut diharapkan dapat membantu pelaksanaan intervensi lintas sektor agar lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
Adapun E-SAKIP mendukung digitalisasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Sistem ini berperan dalam mendorong keselarasan antara perencanaan program, target kinerja, serta pencapaian visi dan misi pembangunan daerah agar pelaksanaannya lebih terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Selain memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital, Bappeda Sumenep juga mendorong inovasi sosial melalui Program Peti Koin Bermantra yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi produktif masyarakat miskin.
Program tersebut mengedepankan semangat gotong royong dan kemitraan dalam mendukung keluarga rentan agar mampu meningkatkan kemandirian ekonomi.
Melalui pendekatan ini, bantuan dapat diarahkan dalam bentuk modal kerja skala kecil maupun sarana produksi yang dibutuhkan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi produktif.
Pendekatan pemberdayaan tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membuka peluang bagi keluarga penerima manfaat untuk membangun sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan.
Dengan demikian, upaya pengentasan kemiskinan tidak semata-mata bertumpu pada bantuan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar lebih mandiri.
Kembangkan Sanitasi Berbasis Masyarakat
Pada sektor lingkungan, Bappeda Sumenep turut mengembangkan inovasi melalui Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK), salah satunya dengan pilot project bertajuk Small but Beautiful di Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi.
Program ini dirancang untuk memperkuat infrastruktur sanitasi dengan melibatkan partisipasi masyarakat, terutama dalam mengatasi persoalan limbah domestik di kawasan pesisir.
Sejumlah upaya yang direncanakan dalam pendekatan tersebut meliputi pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal, penyediaan sistem penyedotan lumpur tinja secara berkala, serta optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).
Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu unsur penting agar infrastruktur sanitasi yang dibangun dapat dimanfaatkan dan dipelihara secara berkelanjutan.
Melalui penguatan strategi sanitasi tersebut, pembangunan lingkungan tidak hanya berorientasi pada penyediaan sarana fisik, tetapi juga pada peningkatan kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Berbagai inovasi tersebut mencerminkan upaya Bappeda Sumenep dalam menghubungkan perencanaan pembangunan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Pemanfaatan data digital, pemberdayaan ekonomi, dan pengelolaan sanitasi diharapkan dapat memperkuat kualitas pembangunan daerah yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.
Ke depan, konsistensi pelaksanaan, evaluasi berkala, serta sinergi antar-OPD dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting agar berbagai inovasi tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Sumenep.
![]()
Penulis : Wafa
















