Tanpa Solusi Pemerintah, Nelayan Masalembu Gigit Jari di Tengah Musim Ikan

Rabu, 27 Agustus 2025 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Hasil tangkapan Ikan Nelayan kepulauan Masalembu.

Foto. Hasil tangkapan Ikan Nelayan kepulauan Masalembu.

SUMENEP, nusainsider.com — Nelayan di Kepulauan Masalembu kembali terpaksa membuang berton-ton hasil tangkapan mereka ke laut.

Peristiwa serupa sebelumnya pernah terjadi sekitar setahun lalu, menambah deretan nestapa yang dialami para nelayan setempat.

Para nelayan mengaku telah mengeluarkan biaya dan tenaga besar untuk melaut, dengan harapan hasil tangkapan bisa dijual di pasaran. Namun kenyataannya, ikan yang mereka dapatkan justru tidak laku karena para pedagang kewalahan menerima pasokan dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Kembali Tumbalkan Pasien, Puskesmas Batang-batang Menuai Sorotan

Maeli, salah seorang nelayan asal Desa Sukajeruk, mengaku harus membuang sekitar 1,6 ton ikan layang hasil tangkapannya.

“Ikan sebanyak itu ditolak pembeli. Mau direbus sendiri jelas tidak sanggup. Akhirnya terpaksa dibuang ke laut,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima media nusainsider.com, Rabu 27 Agustus 2025.

Melihat kondisi ini, para nelayan kemudian meminta solusi kepada Ketua Rawatan Samudra, Sunarto.

Baca Juga :  Kolaborasi PUTR Bersama PT PLN Dukung Peningkatan Kualitas Sanitasi di Sumenep

Ia segera menggelar musyawarah bersama nelayan untuk mencari jalan keluar. Dari pertemuan tersebut, seluruh nelayan sepakat mendukung upaya menghadirkan kapal pembeli ikan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Tahun lalu nelayan juga banyak membuang ikan, sekarang terulang lagi. Kami meminta semua pihak, terutama pemerintah, segera hadir memberikan solusi nyata. Kami hanya menunggu musim ikan sekali dalam setahun, tapi saat dapat hasil justru tidak ada yang membeli,” tegas Sunarto.

Hingga berita ini dinaikkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas terkait perihal kondisi Nelayan di kepulauan Masalembu tersebut.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru