SUMENEP, nusainsider.com — Nelayan di Kepulauan Masalembu kembali terpaksa membuang berton-ton hasil tangkapan mereka ke laut.
Peristiwa serupa sebelumnya pernah terjadi sekitar setahun lalu, menambah deretan nestapa yang dialami para nelayan setempat.

Para nelayan mengaku telah mengeluarkan biaya dan tenaga besar untuk melaut, dengan harapan hasil tangkapan bisa dijual di pasaran. Namun kenyataannya, ikan yang mereka dapatkan justru tidak laku karena para pedagang kewalahan menerima pasokan dalam jumlah besar.
Maeli, salah seorang nelayan asal Desa Sukajeruk, mengaku harus membuang sekitar 1,6 ton ikan layang hasil tangkapannya.
“Ikan sebanyak itu ditolak pembeli. Mau direbus sendiri jelas tidak sanggup. Akhirnya terpaksa dibuang ke laut,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima media nusainsider.com, Rabu 27 Agustus 2025.
Melihat kondisi ini, para nelayan kemudian meminta solusi kepada Ketua Rawatan Samudra, Sunarto.
Ia segera menggelar musyawarah bersama nelayan untuk mencari jalan keluar. Dari pertemuan tersebut, seluruh nelayan sepakat mendukung upaya menghadirkan kapal pembeli ikan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Tahun lalu nelayan juga banyak membuang ikan, sekarang terulang lagi. Kami meminta semua pihak, terutama pemerintah, segera hadir memberikan solusi nyata. Kami hanya menunggu musim ikan sekali dalam setahun, tapi saat dapat hasil justru tidak ada yang membeli,” tegas Sunarto.
Hingga berita ini dinaikkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas terkait perihal kondisi Nelayan di kepulauan Masalembu tersebut.
![]()
Penulis : Wafa

















