Tiga “Surga Tersembunyi” Ganding Dipamerkan di MCF 4, Bupati Fauzi Beri Lampu Hijau

Senin, 31 Agustus 2026 - 00:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Stan Kecamatan Ganding dalam Gelaran Madura Night Vaganza (MNV) dan Madura Culture Festival #4 2026

Foto. Stan Kecamatan Ganding dalam Gelaran Madura Night Vaganza (MNV) dan Madura Culture Festival #4 2026

SUMENEP, nusainsider.com — JanganJangan Buru-buru menganggap potensi wisata Sumenep hanya bertumpu pada destinasi yang sudah lebih dulu populer. Dari Kecamatan Ganding, tiga potensi wisata desa mulai “unjuk gigi” dan diperkenalkan kepada publik melalui Madura Culture Festival (MCF) #4 2026.

Bukan sekadar pajangan dalam pameran, tiga destinasi tersebut menjadi cara Kecamatan Ganding menunjukkan bahwa potensi wisata di pelosok desa memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Tiga destinasi yang ditampilkan yakni Somber Rajeh di Desa Rombiya Timur, Teras Langit dan Lembah Cinta di Desa Gadu Timur, serta wisata Lebah Madu dan Alpukat di Desa Ketawang Karay.

Potensi tersebut dipamerkan dalam Festival Desa Wisata yang menjadi bagian dari rangkaian MCF #4 di Stadion A. Yani Sumenep. Gelaran MCF #4 berlangsung mulai 26 Agustus hingga 4 September 2026.

Penampilan Kecamatan Ganding rupanya mendapat perhatian langsung dari Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu mengapresiasi langkah kecamatan dan desa dalam memperkenalkan potensi wisata kepada masyarakat luas.

Menurut Fauzi, promosi potensi desa seperti yang dilakukan Kecamatan Ganding penting untuk membuka ruang agar destinasi lokal tidak hanya dikenal masyarakat sekitar, tetapi juga mampu menarik wisatawan dari luar daerah.

“Ini bagian dari upaya kita untuk memperkenalkan potensi desa, termasuk sektor wisata, agar semakin dikenal masyarakat luas,” kata Achmad Fauzi, Minggu malam (30/8/2026).

Bagi Bupati Fauzi, pengembangan wisata desa bukan semata soal mendatangkan wisatawan. Di balik geliat pariwisata, terdapat peluang ekonomi yang dapat dirasakan pelaku UMKM, pengelola destinasi, masyarakat hingga sektor usaha lainnya.

“Dengan berkembangnya sejumlah destinasi desa wisata seperti di Kecamatan Ganding ini jelas dapat meningkatkan dan menggerakkan ekonomi masyarakat di desa tersebut,” ungkapnya.

Somber Rajeh hingga Lebah Madu

Camat Ganding Abdul Khalid mengatakan, keikutsertaan wilayahnya dalam Festival Desa Wisata MCF #4 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sejumlah destinasi yang memiliki karakter berbeda.

“Pada MCF #4 kali ini, Kecamatan Ganding menampilkan tiga miniatur Desa Wisata, seperti Desa Wisata Somber Rajeh yang berada di Desa Rombiya Timur,” ujar Abdul Khalid, Minggu malam (30/8/2026).

Salah satu yang menjadi andalan adalah Somber Rajeh. Destinasi wisata yang berada di Desa Rombiya Timur tersebut disebut telah cukup dikenal melalui berbagai platform media sosial.

Baca Juga :  Peduli Korban Gempa, Wabup Sumenep Bersama Baznas Tinjau dan Salurkan Bantuan ke Pulau Sapudi

Promosi melalui TikTok, YouTube, Instagram hingga Facebook membuat keberadaan Somber Rajeh semakin mudah diketahui masyarakat. Kehadiran destinasi itu di MCF #4 diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi.

Namun, Ganding tak hanya mengandalkan Somber Rajeh.

Desa Ketawang Karay ikut membawa potensi wisata Lebah Madu dan Alpukat. Dua potensi tersebut menunjukkan bahwa wisata desa tidak harus selalu berupa panorama alam atau tempat rekreasi.

Baca Juga :  Berkah Ramadhan, Bupati Sumenep sediakan 200 Takjil Depan Masjid Jamik

Potensi pertanian dan produk lokal juga dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Juga menampilkan wisata di Desa Ketawang Karay dengan wisata lebah madu dan juga alpukat,” kata Khalid.

Sementara dari Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding memperkenalkan Teras Langit serta Lembah Cinta. Keberadaan sejumlah destinasi tersebut menjadi bukti bahwa potensi wisata di Ganding cukup beragam.

“Di Ganding banyak sekali destinasi wisata sehingga bisa menjadi pilihan masyarakat, baik lokal, regional maupun nasional,” paparnya.

Targetnya Bukan Sekadar Viral

Khalid berharap promosi melalui MCF #4 tidak berhenti pada ramainya pengunjung selama festival. Lebih jauh, ia ingin promosi tersebut menjadi pintu masuk bagi pengembangan destinasi wisata secara berkelanjutan.

Jika kunjungan wisata meningkat, efek dominonya diharapkan ikut dirasakan masyarakat. Mulai dari pelaku UMKM, pengelola wisata, petani, pelaku usaha kuliner hingga masyarakat yang menyediakan berbagai kebutuhan wisatawan.

Baca Juga :  Ratusan Offroader Taklukkan Medan Ekstrem di Pantai Badur Sumenep

Karena itu, keberadaan desa wisata dinilai memiliki posisi strategis dalam mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi.

“Dengan begitu, pergerakan perekonomian di Sumenep akan bergerak sampai kepada pelosok desa,” harapnya.

MCF #4 sendiri mengusung tema “Madura Berbudaya, Sumenep Berdaya, Indonesia Maju”. Festival Desa Wisata diikuti 27 kecamatan di Kabupaten Sumenep dengan menampilkan potensi unggulan dari masing-masing wilayah.

Selain Festival Desa Wisata, rangkaian MCF #4 juga menghadirkan Festival Tani Nasional, Festival Tembakau Madura dan Festival Hadrah Klasik Sumenep.

Bagi Kecamatan Ganding, panggung MCF #4 menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa potensi wisata tidak selalu berada di pusat kota. Dari desa, potensi itu tumbuh—dan kini mulai diperkenalkan lebih luas.

Tantangannya tinggal bagaimana promosi tersebut diikuti dengan pengelolaan destinasi yang konsisten, akses yang memadai, pelayanan wisata yang baik, serta keterlibatan masyarakat.

Sebab, jika dikelola serius, tiga destinasi yang dibawa Ganding ke MCF #4 bukan hanya berpotensi menjadi tujuan wisata, tetapi juga dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat dari tingkat desa.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa
Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan
KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja
Dinkes Sumenep Perluas Edukasi Kesehatan, Kasus ISPA Dilaporkan Turun 70 Persen
Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!
FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:53 WIB

KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:43 WIB

FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Dorong Pelayanan Posyandu Berkualitas, Kader di Pragaan Laok Ikuti Supervisi Fasilitatif

Berita Terbaru