Penyuluh Pertanian Manding, Edukasi Petani Manfaat Pembuatan Biosaka

Selasa, 17 Januari 2023 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Penyuluh Pertanian Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur Gelar Penyuluhan terkait pembuatan Tekhnik Elisitor Biosaka, Selasa 17 Januari 2022.

Diketahui, Elisitor biosaka adalah salah satu program inovatif yang dimasifkan Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk menghasilkan kualitas pertanian yang optimal serta cara pembuatannya tidak menguras banyak tenaga.

Penyuluh Pertanian, Kecamatan Ganding, Linda Ariesta Muhfidah menyampaikan bahwa pembuatan elisitor biosaka cukup diproses dengan mengumpulkan lima jenis tanaman liar yang sehat.

Baca Juga :  Festival Layangan Led Berlangsung Meriah, Bupati Sumenep Berharap Begini

Lima jenis tanaman liar tersebut dikumpulkan dalam satu kepalan tangan. Kepalannya dikuatkan secara perlahan. Lalu, masukkan tangan bersama lima jenis tanaman liar ke dalam air dua liter selama 20 menit, Kemudian disaring dan dimasukkan ke dalam botol, Ungkapnya Kepada Media ini.

“Kumpulkan lima jenis tanaman liar yang sehat, tak bintik-bintik, tak berduri, tak berlendir dan daunnya bagus-bagus. Genggam lima jenis tanaman liar itu, kuatkan secara perlahan. Sembari dikepal, masukkan ke dalam air dua liter. Tak lama, cukup 20 menit. Setelah itu saring, lalu tuang ke botol,” ungkap Linda terperinci, Selasa (17/01/2023).

Menurutnya, ada banyak manfaat manakala menyemprotkan tanaman di lahan pertanian dengan elisitor biosaka.

Baca Juga :  Satya Darma Dalam Aksi, Pramuka Sumenep Bantu Pemudik Lewat Program Karya Bakti

Salahsatu Di antaranya adalah mengefisiensi pemakaian pupuk, mempercepat proses pertumbuhan tanaman, mengoptimalkan warna daun pada tanaman dan memperkuat daya ketahanan tanaman.

“Paling bermanfaat sebenarnya adalah mampu mengefisiensi pemakaian pupuk,” ucap Linda, menegaskan.

Selain itu, tanaman yang disemprotkan dengan elisitor biosaka, mampu memperkuat daya tahan.

Meski dinilai mampu mempercepat pertumbuhan tanaman, biosaka tidak serta merta bisa digunakan dengan kadar berlebih. Setiap jenis tanaman, memiliki takaran penggunaan biosaka yang berbeda-beda.

“Setiap jenis tanaman di lahan pertanian, tak serta merta bisa disemprotkan biosaka dengan kadar berlebih. Masing-masing tanaman memiliki kadar penggunaan biosaka berbeda-beda,” imbuhnya Linda.

Foto. Proses Pembuatan Biosaka Dikecamatan Manding Bersama Petani

Setelah melakukan beberapa percobaan, takaran tepat penggunaan biosaka untuk tanaman pangan, setidaknya menyediakan biosaka sebanyak setangki berisi enam belas liter.

“Konsentrasi penyemprotan untuk tanaman pangan seperti jagung, setangki berisi enam belas liter itu sudah bisa,” kata Linda lebih lanjut.

Sedangkan kadar penggunaan biosaka untuk tanaman hortikultura setidaknya menyediakan empat puluh mili liter dalam satu wadah.

“Jika kadar penyemprotan di atas digunakan pada tanaman holti, maka efeknya seperti terbakar. Maka, penggunaan biosaka dengan kadar yang tepat untuk tanaman hortikultura, sedikitnya menyediakan setangki berisi empat puluh mili liter biosaka,” tandas Linda.

Pihaknya menjamin, tidak ada resiko buruk yang dialami para petani di lahan pertaniannya, apabila elisitor biosaka digunakan dengan kadar yang tepat dan akurat.

“Dijamin, tidak akan ada resiko buruk,” pungkas Linda.

Sebagaimana diketahui, sosok Linda Ariesta Muhfidah adalah salah satu penyuluh pertanian yang bergerak di bawah kendali Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Ganding.

Tentunya BPP Kecamatan Ganding diketahui berada dalam naungan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep.

Loading

Berita Terkait

Cuaca Bersahabat, Luas Tanam Tembakau Sumenep 2026 Diprediksi Kembali Meningkat
Rutan Sumenep Tingkatkan Pelayanan Publik Berbasis Teknologi Lewat E-LAKSI
Satresnarkoba Polres Sumenep Sebut Fakta Penyidikan Kasus Narkoba “M” Mengarah ke Pasal 127, Bukan Pasal 114
Haru Pelepasan SD Taquma Surabaya, Ning Lia Beri Pesan Inspiratif untuk Generasi Emas
BPK RI Didesak Audit Anggaran Pakaian Dinas KSOP Kalianget yang Dianggarkan Berulang Sejak 2022 Hingga 2026
Terkuak! Dugaan Setoran Warnai Pelepasan Pengguna Narkoba M di Batuputih
Momentum Hari Laut Sedunia, PKDI Sumenep Kampanyekan Pelestarian Laut dan Pesisir
Talk Show Pendidikan STITA Aqidah Usymuni Kupas Kurikulum Terbaru, Mahasiswa Diajak Kritis dan Adaptif

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:45 WIB

Cuaca Bersahabat, Luas Tanam Tembakau Sumenep 2026 Diprediksi Kembali Meningkat

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:25 WIB

Rutan Sumenep Tingkatkan Pelayanan Publik Berbasis Teknologi Lewat E-LAKSI

Senin, 8 Juni 2026 - 21:24 WIB

Satresnarkoba Polres Sumenep Sebut Fakta Penyidikan Kasus Narkoba “M” Mengarah ke Pasal 127, Bukan Pasal 114

Senin, 8 Juni 2026 - 20:42 WIB

Haru Pelepasan SD Taquma Surabaya, Ning Lia Beri Pesan Inspiratif untuk Generasi Emas

Senin, 8 Juni 2026 - 18:10 WIB

BPK RI Didesak Audit Anggaran Pakaian Dinas KSOP Kalianget yang Dianggarkan Berulang Sejak 2022 Hingga 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 06:44 WIB

Momentum Hari Laut Sedunia, PKDI Sumenep Kampanyekan Pelestarian Laut dan Pesisir

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:21 WIB

Talk Show Pendidikan STITA Aqidah Usymuni Kupas Kurikulum Terbaru, Mahasiswa Diajak Kritis dan Adaptif

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:55 WIB

Usai Eks Pimpinan BGN Jadi Tersangka, Dugaan Praktik Jual Beli Titik MBG Mulai Terkuak Libatkan DPR RI Asal Madura

Berita Terbaru