Transmisi Moneter Dinilai Macet, Achsanul Qosasi Desak BI Baru Buka Akses Kredit UMKM

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair), Prof. Dr. Achsanul Qosasi.

Foto. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair), Prof. Dr. Achsanul Qosasi.

JAKARTA, nusainsider.com — Pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia (BI) dinilai membawa tantangan besar bagi arah perekonomian nasional. Salah satu pekerjaan rumah utama gubernur BI berikutnya adalah memastikan kebijakan moneter tidak berhenti memberikan dampak di pasar keuangan, tetapi mampu diteruskan hingga ke sektor riil dan pelaku usaha kecil.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair), Prof. Dr. Achsanul Qosasi, menilai masih terdapat kesenjangan antara efektivitas kebijakan menjaga stabilitas makroekonomi dengan akses pembiayaan yang diterima pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Pertanyaan paling mendasar yang harus dijawab oleh pimpinan BI berikutnya adalah: sampai di mana kebijakan moneter itu berhenti?” ujar Achsanul, Kamis (13/8/2026).

Menurut dia, transmisi kebijakan moneter setidaknya memiliki dua dimensi penting, yakni biaya pembiayaan dan akses terhadap kredit.

Dari sisi biaya, kebijakan moneter dapat dengan cepat memberikan sinyal kepada pasar keuangan. Namun, dampak tersebut belum tentu langsung dirasakan oleh pelaku usaha di tingkat bawah.

Baca Juga :  Hari Bakti TNI AU ke-79, Ketua PKDI Sumenep Sampaikan Penghormatan untuk Prajurit Angkatan Udara

Achsanul mencontohkan langkah pengetatan moneter melalui kenaikan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 100 basis poin, dari 4,75 persen menjadi 5,75 persen, yang ditujukan antara lain untuk meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Kebijakan tersebut, kata dia, dapat memberikan respons positif terhadap stabilitas pasar finansial. Namun, kondisi berbeda dapat terjadi pada sektor usaha kecil yang membutuhkan pembiayaan untuk menjaga aktivitas produksi dan operasional.

“Sinyal biaya bekerja dengan cepat di pasar keuangan. Namun, sinyal akses bagi sektor usaha bawah justru tersendat,” jelasnya.

Menurut Achsanul, ketika indikator makroekonomi menunjukkan perbaikan, perlambatan penyaluran kredit modal kerja kepada pelaku usaha kecil justru menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian.

“Ketika indikator makro tampak membaik, penyaluran kredit modal kerja untuk usaha kecil malah mengalami perlambatan. Di sinilah letak kemacetan transmisi moneter kita,” tegasnya.

Karena itu, gubernur BI mendatang dinilai tidak cukup hanya mengandalkan instrumen stabilitas jangka pendek dan merespons dinamika pasar keuangan global.

Baca Juga :  Sumenep Temukan Varietas Kacang Hijau Kuning Unik, Pemerintah Bergerak Amankan Hak Paten

BI juga dituntut mampu memperkuat kebijakan makroprudensial agar likuiditas perbankan dapat lebih efektif mengalir ke sektor produktif.

Dorongan tersebut dinilai penting agar perbankan memiliki ruang dan insentif yang cukup untuk meningkatkan pembiayaan kepada UMKM.

Achsanul mengingatkan, persoalan akses pembiayaan bukan hanya berkaitan dengan keberlangsungan usaha. Terbatasnya kredit bagi sektor UMKM juga berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat dan pada akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi secara lebih luas.

“Uji kelayakan di DPR mungkin akan banyak membedah isu suku bunga, inflasi, dan stabilitas rupiah. Tetapi tugas riil Gubernur BI di lapangan adalah memastikan agar keputusan suku bunga dan instrumen likuiditas yang dirumuskan di ruang rapat Dewan Gubernur bisa sampai ke meja pemilik usaha kecil yang membutuhkan modal kerja,” ujarnya.

Menurut Achsanul, tantangan tersebut membuat kepemimpinan BI ke depan perlu menempatkan inklusivitas sebagai bagian penting dari efektivitas kebijakan moneter.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Hiburan, Festival Tani Ganding Bidik Pertanian dan Ekonomi UMKM

Koordinasi antara BI, pemerintah, dan otoritas terkait juga perlu diperkuat agar kebijakan ekonomi tidak hanya menghasilkan stabilitas makro, tetapi sekaligus menciptakan ruang pertumbuhan bagi pelaku usaha di berbagai lapisan.

Dengan demikian, keberhasilan kebijakan moneter tidak hanya diukur dari stabilitas rupiah, inflasi, maupun respons pasar finansial, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan tersebut mampu membuka akses pembiayaan dan menggerakkan aktivitas ekonomi sektor riil.

Bagi Achsanul, tantangan terbesar gubernur BI berikutnya adalah mempersempit jarak antara kebijakan yang dirumuskan di tingkat pusat dengan kebutuhan nyata pelaku usaha di lapangan.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru