YOGYAKARTA, nusainsider.com — Sekitar 80 pimpinan media dari Jawa Timur dan Jawa Tengah berkumpul di Hotel Tentrem, Yogyakarta, 15-18 September 2026.
Mereka mengikuti Lokakarya Media 2026 yang digelar SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Menguatkan Kemitraan Hulu Migas dan Media dalam Mendorong Pemberdayaan Masyarakat Menuju Kemandirian Berkelanjutan”.
Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Lokakarya Media 2026. Ia juga mengapresiasi keterlibatan jajaran SKK Migas, KKKS, serta para pimpinan media dari wilayah Jabanusa.
“Semoga kolaborasi terus terjalin erat antara SKK Migas, KKKS dan media,” kata Anggono.
Menurutnya, berbagai kegiatan positif yang dijalankan di sekitar wilayah operasi hulu migas, termasuk Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM), membutuhkan dukungan media agar manfaat dan informasinya dapat diketahui secara lebih luas oleh masyarakat.
Ia menilai media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai program-program pemberdayaan yang dilakukan perusahaan hulu migas di berbagai daerah.
Tanpa peran serta media, kata Anggono, berbagai kegiatan positif yang berlangsung di wilayah operasi, termasuk PPM, akan lebih sulit diketahui masyarakat secara luas dalam waktu cepat.
Karena itu, ia berharap kemitraan antara SKK Migas, KKKS dan media dapat terus diperkuat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperluas penyampaian informasi sekaligus mendorong berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semuanya harus berimbang. Kita ingin terus bersinergi untuk membangun negeri dengan karya,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Heru Setyadi mengatakan, sinergi dengan media sangat penting, terutama dalam mendukung keberhasilan industri hulu migas.
Heru menjelaskan, Program Pengembangan Masyarakat (PPM) merupakan salah satu upaya industri hulu migas untuk memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat. Karena itu, berbagai program yang telah dilakukan perlu diketahui publik melalui peran media.
“PPM sebagai upaya mendorong kebermanfaatan kepada masyarakat. Sebuah industri harus melakukan sesuatu kepada masyarakat dan harus disampaikan melalui media,” katanya.
Menurut Heru, pertemuan antara SKK Migas, KKKS, dan media menjadi penting untuk mengukur ekspektasi sekaligus melihat sejauh mana program yang telah dilakukan industri hulu migas memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Hari ini kita ketemu menjadi penting untuk mengukur ekspektasi dan apa yang sudah dilakukan industri hulu migas kepada masyarakat,” ujarnya.
Heru menegaskan, hubungan antara industri hulu migas dan media tidak sebatas hubungan antara sumber berita dengan pembawa berita. Media, kata dia, merupakan mitra penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Kami memandang hubungan industri dengan media bukan hanya sumber dan pembawa berita. Tetapi, juga sebagai mitra,” tegasnya menutup.
![]()
Penulis : Wafa
















