400 Bibit Karang Ditanam, SKK Migas–KEI Dorong Pemulihan Laut Pagerungan

Jumat, 12 Desember 2025 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. penanaman terumbu karang Kangean energy Indonesia (PT KEI) di desa Pagerungan - Sapeken

Foto. penanaman terumbu karang Kangean energy Indonesia (PT KEI) di desa Pagerungan - Sapeken

SUMENEP, nusainsider.com Upaya menjaga keberlanjutan ekosistem laut di Kepulauan Pagerungan terus diperkuat melalui program konservasi terumbu karang yang melibatkan pemuda lokal.

Program ini menjadi wujud komitmen SKK Migas–Kangean Energy Indonesia (KEI) dalam memulihkan perairan laut yang mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia maupun perubahan lingkungan.

Kegiatan konservasi terbaru dilaksanakan di perairan sisi utara Pagerungan Kecil pada kedalaman sekitar 3–4 meter. Untuk pertama kalinya, Karang Taruna setempat melakukan penanaman terumbu karang dengan pendampingan Karang Taruna Persada Sadulang serta dukungan penuh dari KEI.

Selama beberapa tahun terakhir, KEI diketahui aktif mendorong berbagai program pelestarian lingkungan di wilayah kepulauan tersebut.

Pengurus Karang Taruna Persada Sadulang, Faisal, yang terlibat sebagai mentor kegiatan, menjelaskan bahwa penanaman terumbu karang dilakukan menggunakan dua metode berbeda, yakni metode cable tie dan metode tatakan, menyesuaikan dengan karakteristik masing-masing jenis karang.

“Kami menggunakan metode cable tie dan tatakan. Kedua metode ini kami kombinasikan karena jenis karang beragam dan memerlukan teknik penanaman yang berbeda,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).

Ia menambahkan, lokasi konservasi dipilih secara selektif. Area yang digunakan merupakan wilayah yang sebagian besar terumbu karangnya telah mati, sehingga dinilai tepat untuk memulai proses pemulihan habitat laut.

Baca Juga :  Guru Ngaji Kecamatan Manding Deklarasi Dukung Achmad Fauzi - Imam Hasyim di Pilkada 2024

Pada tahap awal, sebanyak 400 bibit karang ditanam menggunakan 10 rak, dengan kapasitas 40 bibit per rak. Jumlah tersebut diharapkan menjadi langkah awal yang efektif dalam mempercepat regenerasi terumbu karang di perairan pesisir Pagerungan Kecil.

Faisal juga menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi tiga karang taruna di Desa Pagerungan Besar, Pagerungan Kecil, dan Sadulang.

Dalam kolaborasi tersebut, SKK Migas–KEI berperan sebagai pendukung utama melalui pendampingan teknis, penyediaan sarana konservasi, serta memastikan keberlanjutan program lingkungan.

Selama empat tahun terakhir, aksi pelestarian lingkungan yang melibatkan KEI mendapat respons positif dari masyarakat.

Program konservasi terumbu karang menjadi salah satu kegiatan yang paling diminati karena dinilai berkaitan langsung dengan keberlanjutan mata pencaharian nelayan.

Baca Juga :  Brilian! Tak Hanya MCF, Festival Batik 2026 Mendatang juga Akan Berlangsung Meriah bersama 38 Kabupaten se-Jatim

Menurut Faisal, beberapa jenis karang memiliki tingkat pertumbuhan yang cukup cepat. Dengan kondisi arus laut yang mendukung, salah satu jenis karang yang ditanam dapat tumbuh sekitar 2–3 sentimeter dalam waktu enam bulan.

Hal ini menjadikan konservasi terumbu karang sebagai investasi ekologis jangka panjang yang hasilnya dapat dipantau secara berkala.

“KEI memberikan dukungan 100 persen untuk pelestarian laut melalui program konservasi terumbu karang ini,” tegasnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Pagerungan Kecil, Ruslan. Ia menilai kegiatan konservasi sangat penting di tengah maraknya praktik penangkapan ikan menggunakan bahan kimia berbahaya oleh pihak luar.

Menurutnya, wilayah perikanan Pagerungan Kecil membutuhkan dukungan nyata dari mitra strategis, terutama dalam hal edukasi lingkungan serta penguatan pengawasan agar kerusakan ekosistem laut tidak terus berulang.

Selain konservasi laut, sejumlah program penghijauan darat yang sebelumnya dijalankan juga menunjukkan hasil positif. Pohon sukun, kelapa, dan santegi yang ditanam melalui dukungan KEI kini tumbuh subur dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, baik sebagai penahan abrasi maupun sumber pangan.

“Dengan adanya KEI, kami berharap ada pihak yang membantu mengawasi dan menjaga lingkungan laut kami,” ungkap Ruslan.

Dikonfirmasi terpisah, Manager Public Government Affair KEI, Kampoi Naibaho, menyampaikan bahwa program tersebut digagas sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah operasionalnya.

Baca Juga :  Usai Jadi Bilal Salat Id, Pimpinan Redaksi Nusainsider Sampaikan Pesan Menyentuh di Hari Kemenangan

Ia menuturkan, kegiatan ini telah berlangsung cukup lama bersama karang taruna di tiga desa.

“Kolaborasi dengan Karang Taruna di Sadulang, Pagerungan Besar, dan Pagerungan Kecil merupakan langkah bersama untuk menjaga kelestarian pesisir dan biota laut,” katanya.

Menurut Kampoi, kegiatan yang secara konsisten dilakukan meliputi transplantasi terumbu karang, pemasangan apartemen ikan, serta konservasi mangrove.

“Kami berharap sinergi ini terus terjaga agar misi pelestarian lingkungan dapat dilakukan bersama-sama. Ke depan, kami akan terus berinovasi bersama karang taruna agar program ini semakin berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Dorong Penertiban Tanpa Pandang Bulu
Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah
Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya
Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik
Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya
Warga Sumenep, Siapkan Hati! Sumenep Bersholawat Digelar Malam Ini di GOR A Yani
Belasan Band Pelajar Ramaikan MCF #4, Sumenep Jadi Panggung Adu Kreativitas Musisi Muda
Kreativitas Perempuan Sumenep Menggeliat di MCF #4, UMKM Didorong Naik Kelas

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 11:22 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Dorong Penertiban Tanpa Pandang Bulu

Rabu, 2 September 2026 - 08:32 WIB

Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah

Selasa, 1 September 2026 - 17:16 WIB

Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya

Selasa, 1 September 2026 - 14:45 WIB

Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik

Selasa, 1 September 2026 - 13:34 WIB

Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Belasan Band Pelajar Ramaikan MCF #4, Sumenep Jadi Panggung Adu Kreativitas Musisi Muda

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:49 WIB

Kreativitas Perempuan Sumenep Menggeliat di MCF #4, UMKM Didorong Naik Kelas

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:56 WIB

Tak Ada Jarak! Nia Kurnia Fauzi Berbaur dengan Pelaku UMKM di Tengah Gemerlap MCF #4

Berita Terbaru