Komitmen Dorong PHBS, Puskesmas Batang-batang Sumenep Gandeng Pondok Pesantren

Sabtu, 28 Juni 2025 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala Puskesmas Batang-batang, Dr Sulaiha Riningsih, M.Kes (Istimewa : nusainsider.com)

Foto. Kepala Puskesmas Batang-batang, Dr Sulaiha Riningsih, M.Kes (Istimewa : nusainsider.com)

SUMENEP, nusainsider.com — Puskesmas Batang-Batang terus memperluas komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, kali ini dengan menyasar komunitas pondok pesantren (Ponpes) di wilayah kerjanya melalui program Pembinaan Kesehatan Komunitas.

Kegiatan ini dirancang sebagai upaya sistematis dalam mempromosikan kesehatan, mencegah penyakit, serta menyediakan layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas bagi komunitas pesantren.

Kepala Puskesmas Batang-Batang, dr. Sulaiha Riningsih, mengatakan bahwa pihaknya telah menggelar pelatihan di empat pondok pesantren dengan fokus membangun lingkungan yang bersih dan sehat.

“Kami ingin pesantren menjadi basis komunitas yang kuat dalam menjaga kesehatan. Maka keterlibatan aktif para pengasuh dan tenaga kesehatan desa sangat dibutuhkan,” ujar dr. Riri, sapaan akrabnya.

Program ini turut mengajak seluruh elemen di pesantren untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari para santri.

Baca Juga :  Aktivis Sumenep keluhkan Kondisi Kebersihan kota, DLH Sumenep Enggan Merespon

Puskesmas Batang-Batang juga melibatkan para santri dalam berbagai kegiatan pelatihan, mulai dari edukasi kesehatan hingga pembentukan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) di masing-masing lembaga.

Selain itu, peningkatan sanitasi lingkungan turut menjadi perhatian, mengingat kondisi lingkungan yang sehat menjadi salah satu indikator utama dalam mewujudkan kesehatan masyarakat pesantren.

“Penyuluhan dan pendidikan kesehatan kami berikan secara terstruktur, agar pemahaman para santri semakin luas dan mendalam dalam hal menjaga kesehatan pribadi maupun komunitas,” terang dr. Riri.

Tidak hanya itu, para santri juga dibekali keterampilan teknis untuk melakukan Survei Mawas Diri (SMD) dan Musyawarah Masyarakat Pondok Pesantren (MMPP).

Baca Juga :  Musda Terlunta, Ketua KNPI Sumenep Dituding Cari Celah Perpanjangan Jabatan

Kedua metode ini penting dalam mengidentifikasi permasalahan kesehatan yang terjadi di lingkungan pesantren secara partisipatif dan musyawarah bersama warga pesantren.

Hasil survei dan musyawarah tersebut nantinya akan digunakan sebagai dasar penyusunan rencana aksi bersama guna menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan yang muncul di pondok pesantren yang ada di Wilayah kerja puskesmas setempat.

“Para Santri kami latih agar dapat menjadi santri husada, yakni kader kesehatan yang mampu mengedukasi teman sebayanya dan ikut mendorong terciptanya lingkungan pesantren yang sehat dan mandiri,” tambah dr. Riri.

Ia menegaskan, pemberdayaan santri sebagai agen perubahan menjadi fokus utama pembinaan, karena mereka adalah kelompok potensial yang bisa membawa pesan penting tentang kesehatan ke dalam kehidupan pesantren.

Baca Juga :  Wow Ada Tempat Nongkrong Baru di Sumenep, HM Cafe & Billiard Hadirkan Kuliner dan Arena Biliar dalam Satu Lokasi

Dengan pelatihan berkelanjutan ini, Puskesmas Batang-Batang optimistis akan lahir generasi pesantren yang sehat, baik secara fisik maupun mental, dan mampu bersaing secara produktif dalam kehidupan sosial.

“Generasi pesantren yang sehat dan berdaya saing akan menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa. Untuk itu, kesehatan mereka harus dibina sejak dini,” pungkasnya.

Program ini akan terus dikembangkan dan diperluas cakupannya, agar seluruh pesantren di wilayah kerja Puskesmas Batang-Batang mendapatkan pendampingan yang maksimal.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP
Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026
Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember
100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang
Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat
Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas
Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Berita Terbaru