Kang Giri dan Ning Lia Ungkap Rahasia Dicintai Masyarakat: “Bekerja dengan Hati, Bukan Citra”

Senin, 13 Oktober 2025 - 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kang Giri saat bersama Ning lia di Ruang kerja Kang Giri di ponorogo Jatim

Foto. Kang Giri saat bersama Ning lia di Ruang kerja Kang Giri di ponorogo Jatim

PONOROGO, nusainsider.comDua figur publik asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama dan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, menjadi sosok yang paling disukai masyarakat Jawa Timur.

Keduanya menempati posisi teratas dalam survei popularitas dan tingkat kesukaan publik yang dirilis Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI).

Direktur ARCI Baihaki Sirajt menjelaskan, survei tersebut menunjukkan bahwa 72,4 persen responden mengenal Lia Istifhama, dan 71,7 persen menyatakan menyukainya.

Angka tersebut menempatkan senator muda asal Surabaya itu sebagai anggota DPD RI paling disukai di Jawa Timur.

“Lia Istifhama memiliki tingkat kesukaan tertinggi di antara anggota DPD RI asal Jawa Timur. Sosoknya dikenal karena aktivitas sosial, kedekatan dengan masyarakat, dan kepribadian yang sederhana,” jelas Baihaki.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko juga menempati posisi puncak sebagai kepala daerah paling populer di Jawa Timur. Sebanyak 61,7 persen responden mengenal namanya, dan 57,3 persen menyatakan menyukainya.

“Bupati Sugiri Sancoko memiliki daya tarik kuat karena gayanya yang membumi, egaliter, dan konsisten berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujar Baihaki menambahkan.

Di posisi kedua terdapat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dengan tingkat popularitas 50,3 persen dan kesukaan 42,9 persen. Sedangkan Bupati Jember Muhammad Fawaid menempati posisi ketiga dengan popularitas 47,6 persen dan kesukaan 20,4 persen.

Baca Juga :  Kemenag RI Terbitkan Surat Edaran Aksi dan Doa Bersama Palestina

Menariknya, dua tokoh paling populer di Jawa Timur itu sempat bertemu dalam suasana penuh keakraban di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo.

Dalam pertemuan tersebut, Ning Lia dan Kang Giri saling melempar pujian, berbalas pantun, dan menunjukkan karakter rendah hati khas pemimpin yang dekat dengan rakyat.

Menurut Lia Istifhama, kepopuleran Kang Giri tidaklah mengherankan. Ia menilai, Bupati Ponorogo tersebut dikenal karena kepribadiannya yang membumi, terbuka, dan aktif berinteraksi dengan masyarakat.

“Tak heran Kang Giri menjadi bupati terpopuler. Karakternya membumi, dekat dengan rakyat, dan konten-kontennya selalu viral. Pernah, yang menonton live-nya sampai jutaan orang,” ujar Lia Istifhama dengan senyum hangat.

Senator yang akrab disapa Ning Lia itu juga menambahkan, menjadi pemimpin harus menularkan kebaikan. Ia mengutip pandangan Imam Ibnu Athoillah, ‘berkawanlah dengan orang baik karena kebaikan besar akan menular dari dirinya’.

“Kalau dalam bahasa Jawa, kita gandol saja ke Kang Giri supaya dapat berkahnya,” ucap Ning Lia sambil tertawa.

Sementara itu, Kang Giri juga memberikan pandangan yang sama tentang sosok Lia Istifhama. Ia menilai putri KH Maskur Hasyim itu merupakan politisi langka di masa kini, yang tetap menjaga ketulusan, kecerdasan, dan keluguan dalam berpolitik.

“Sekarang ini sulit mencari politisi yang baik. Tapi Ning Lia ini unik. Ia jenius, ceplas-ceplos tapi jujur, dan itu justru nilai jualnya. Beliau tulus dan apa adanya,” tutur Kang Giri.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Giri juga mengulas makna kata “Friend” yang sering ia gunakan dalam setiap interaksi dengan masyarakat. Menurutnya, kata itu bukan sekadar sapaan, tetapi simbol kesetaraan dan persaudaraan.

“Bagi saya, ‘Friend’ sama artinya dengan sahabat, dulur, dan konco. Pemimpin harus setara dengan rakyat, terbuka, tapi tetap menjaga kedalaman makna persaudaraan,” kata Kang Giri.

Ia menegaskan, masyarakat sejatinya tidak menuntut kemewahan dari pemimpinnya. Mereka hanya ingin sosok yang hadir, mendengarkan, dan membaur dengan kehidupan sehari-hari mereka. Prinsip ini menjadi dasar gaya kepemimpinan Kang Giri di Ponorogo.

“Egalitarianisme dan gotong royong adalah nilai utama kepemimpinan. Pemimpin harus menjadi bagian dari rakyat, bukan sekadar pengarah dari jauh,” tegasnya.

Dari pertemuan dua tokoh populer ini, tampak benang merah yang sama dalam gaya kepemimpinan mereka: kerendahan hati, keterlibatan langsung, dan semangat gotong royong. Nilai-nilai inilah yang membuat keduanya mendapat tempat istimewa di hati masyarakat Jawa Timur.

Baca Juga :  Arum Sabil Terpilih Aklamasi, Tokoh Muda Jatim Titip Harapan Besar untuk Pramuka

Bagi Ning Lia, popularitas sejatinya bukan tujuan, melainkan buah dari ketulusan dan pengabdian nyata. Ia menilai, seorang pemimpin tidak perlu sibuk membangun citra jika kehadirannya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Saya percaya, ketika kita bekerja dengan hati, maka rakyat akan melihat sendiri. Popularitas itu hanya efek dari ketulusan,” kata Ning Lia.

Senada dengan itu, Kang Giri menegaskan, seorang pemimpin yang besar bukanlah yang sering dipuji, melainkan yang terus bekerja untuk rakyat tanpa pamrih.

“Pemimpin yang besar bukan yang sering dipuji, tapi yang tetap bekerja dengan hati,” ujarnya menutup pertemuan hangat tersebut.

Pertemuan antara Lia Istifhama dan Sugiri Sancoko di Ponorogo pun menjadi simbol kepemimpinan yang ideal di mata masyarakat Jawa Timur pemimpin yang mendengar, membaur, dan mengabdi dengan ketulusan.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Cinta Indonesia Tak Cukup dengan Simbol, Nasionalisme Harus Dibuktikan dengan Aksi
“Syubbanul Yaum, Rijalul Ghad”, Ning Lia Titip Pesan Demokrasi kepada Generasi Muda
Dari Buku untuk Kemerdekaan, Puluhan Penggerak Literasi Berkumpul di Taman Adipura Sumenep
NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU
Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat
KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa
PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah
Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Cinta Indonesia Tak Cukup dengan Simbol, Nasionalisme Harus Dibuktikan dengan Aksi

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:54 WIB

“Syubbanul Yaum, Rijalul Ghad”, Ning Lia Titip Pesan Demokrasi kepada Generasi Muda

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Dari Buku untuk Kemerdekaan, Puluhan Penggerak Literasi Berkumpul di Taman Adipura Sumenep

Senin, 24 Agustus 2026 - 02:42 WIB

NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:29 WIB

PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:28 WIB

Membeli Sama dengan Berbagi, Central 88 Gold and Jewellery Dedikasikan Hasil Usaha untuk Yatim

Berita Terbaru