SURABAYA, nusainsider.com — Senator asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyoroti kondisi para pedagang buah yang kian tertekan oleh berbagai tantangan ekonomi.
Ia menegaskan bahwa pelaku usaha kecil, termasuk pedagang buah, merupakan tulang punggung perekonomian rakyat yang wajib mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

Lia menjelaskan bahwa kehidupan para pedagang kecil tidak pernah lepas dari perjuangan panjang setiap hari. Mereka bekerja sejak dini hari hingga malam demi memenuhi kebutuhan keluarga, sekaligus menggerakkan ekonomi di tingkat paling dasar.
“Di balik setiap usaha kecil selalu ada harapan besar yang digantungkan. Pedagang buah ini berjuang dari pagi hingga malam untuk keluarganya. Mereka adalah kekuatan ekonomi rakyat yang nyata,” ujar Lia dengan penuh empati.
Menurutnya, UMKM tidak boleh dibiarkan menghadapi kesulitan sendirian. Banyak pedagang kecil terjebak dalam persaingan yang tidak seimbang, ketidakpastian harga pasar, hingga minimnya akses terhadap fasilitas pendukung yang memadai.
Kondisi tersebut, kata Lia, harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk hadir dengan kebijakan yang benar-benar berpihak.
Lia menilai bahwa sejumlah langkah strategis perlu diperkuat, seperti pendampingan usaha, kemudahan akses permodalan, serta penyediaan ruang usaha yang lebih tertata dan layak.
Pemerintah juga diminta memperkuat ekosistem UMKM melalui pelatihan, pembinaan, dan kolaborasi yang berkesinambungan.
“Ketika UMKM kita kuat, maka ekonomi daerah juga ikut kokoh. Jangan sampai mereka tersingkir dari roda ekonomi hanya karena kurangnya perhatian,” tegasnya.
Senator muda itu berharap seluruh pemangku kebijakan tidak memandang pedagang buah hanya sebagai pelaku usaha kecil, melainkan bagian dari keluarga besar ekonomi rakyat yang berperan nyata dalam menjaga perputaran ekonomi lokal.
Karena itu, mereka layak mendapatkan perlindungan sekaligus kesempatan yang sama untuk berkembang.
“Menata ekonomi tidak boleh melupakan manusia di dalamnya. Mereka bukan hanya pedagang mereka adalah para pejuang nafkah,” pungkas Lia.
![]()
Penulis : Wafa

















